Benarkah Pradiabetes Bisa Berkembang Menjadi Diabetes? Pahami Gejalanya


Pradiabetes adalah kondisi kadar gula darah melebihi batas normal dan berada satu tingkat di bawah diabetes. Perawatan pradiabetes bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter.

0,0
Pradiabetes adalah kondisi saat kadar gula darah Anda melebihi batas normal dan satu tingkat di bawah diabetesKadar gula darah penderita pradiabetes berada pada kisaran 100-125 mg/dL
Pradiabetes adalah kondisi di mana kadar gula seseorang melebihi batas normal, namun belum setinggi penderita diabetes. Normalnya, kadar gula darah puasa orang yang sehat kurang dari 100 mg/dL. Sementara itu, kadar gula darah penderita pradiabetes berada pada kisaran 100-125 mg/dL. Apabila melebihi angka tersebut dan dipastikan melalui beberapa tes darah lainnya, tandanya Anda mengalami diabetes.Selain diabetes, pradiabetes juga berpotensi memicu penyakit kronis lain seperti sakit jantung dan stroke jika tidak segera ditangani. Agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat, Anda sebaiknya memahami gejala-gejala apa yang dialami oleh penderita pradiabetes.

Gejala yang dialami penderita pradiabetes

Dalam beberapa kasus, penderita pradiabetes bisa saja tidak mengalami gejala. Namun, ada kemungkinan kondisi ini memicu pembentukan bercak atau perubahan warna kulit di area siku, lutut, leher, ketiak, maupun sela-sela jari.Selain itu, ada sejumlah gejala yang bisa menandakan bahwa pradiabetes yang Anda alami bertambah parah dan menjadi sinyal diabetes. Gejala-gejala tersebut, di antaranya:
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Selalu merasa lapar
  • Sering buang air kecil
  • Meningkatnya rasa haus
Apabila Anda merasakan gejala di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang dilakukan sedini mungkin dapat mencegah dan mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe-2, sakit jantung, dan stroke.

Siapa saja yang berisiko menderita pradiabetes?

Wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 80 cm berisiko mengalami pradiabetes
Risiko pradiabetes meningkat apabila memiliki lemak berlebih di perut
Semua orang dapat menderita pradiabetes. Namun, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko tersebut, antara lain:
  • Berusia di atas 45 tahun
  • Tidak atau jarang berolahraga
  • Mempunyai kadar kolesterol tinggi
  • Mengonsumsi daging merah atau olahan secara berlebihan
  • Mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan
  • Wanita dengan ukuran pinggang lebih dari 80 cm
  • Pria yang memiliki ukuran pinggang lebih dari 90 cm
  • Memiliki masalah tidur seperti sleep apnea 
  • Tidak atau jarang mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian
  • Kelebihan berat badan atau obesitas, terutama yang punya lemak berlebih di perut
  • Pernah menderita diabetes gestasional (diabetes yang terjadi pada masa kehamilan)
  • Menderita kondisi yang berhubungan dengan resistensi insulin seperti polycystic ovary syndrome (PCOS)
Jika Anda termasuk orang-orang yang berisiko mengalami pradiabetes, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan. Sejumlah tes dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita pradiabetes.

Apa yang harus dilakukan jika menderita pradiabetes?

Perawatan pradiabetes bisa Anda lakukan dengan bantuan medis. Selain penanganan dokter, ada sejumlah tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah agar kondisi tersebut meningkat menjadi diabetes tipe-2, terutama dengan menerapkan pola hidup sehat.Beberapa tindakan yang harus Anda lakukan ketika didiagnosis dokter mengalami pradiabetes, di antaranya:

1. Mengonsumsi makanan sehat

Untuk mengatasi dan mencegah risiko pradiabetes yang dialami bertambah parah, terapkan pola makan sehat. Pilihlah makanan yang kaya akan serat seperti buah, sayuran, serta biji-bijian. Selain itu, hindari makanan yang mempunyai kandungan lemak dan kalori tinggi. Meski harus menghindari makanan-makanan tertentu, pastikan asupan nutrisi yang Anda konsumsi  tetap seimbang.

2. Rutin berolahraga

Cegah pradiabetes dengan rajin berolahraga
Rutin olahraga dapat menurunkan risiko pradiabetes
Rutin berolahraga membuat tubuh Anda aktif bergerak. Hal tersebut bisa menurunkan risiko kelebihan berat badan. Berat badan yang berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko mengalami pradiabetes.Selain itu, berolahraga juga membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh mengubah glukosa dalam darah menjadi energi. Menurut rekomendasi American Diabetes Association, Anda disarankan berolahraga setidaknya 150 menit tiap minggu (sekitar 30 menit per hari, lima kali dalam seminggu).

3. Mengurangi berat badan

Jika Anda menderita obesitas, mengurangi berat badan membantu mengatasi pradiabetes dan menurunkan risiko terkena diabetes tipe-2. Untuk mengurangi berat badan, terapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi yang kaya akan kandungan serat.

4. Berhenti merokok

Merokok dapat memperburuk pradiabetes yang Anda alami. Apabila tidak segera dihentikan, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2. Selain diabetes tipe-2, merokok juga dapat memicu munculnya penyakit kronis lain dalam tubuh Anda.

5. Meminum obat yang telah diresepkan dokter

Jika Anda berisiko tinggi mengalami diabetes, dokter mungkin akan merekomendasikan obat metformin. Selain itu, dokter kemungkinan juga akan meresepkan obat untuk mengontrol kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Catatan dari SehatQ

Pradiabetes adalah kondisi saat kadar gula darah Anda melebihi batas normal dan satu tingkat di bawah diabetes. Perawatan pradiabetes bisa dilakukan dengan melakukan tindakan-tindakan seperti menerapkan pola hidup sehat dan meminum obat yang telah diresepkan dokter.Mengingat gejala pradiabetes tidak diketahui secara pasti, periksakan kondisi Anda ke dokter. Dokter nantinya akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui apakah Anda menderita pradiabetes atau tidak. Penanganan sedini mungkin diperlukan untuk mencegah kondisi yang Anda alami semakin parah dan berkembang menjadi penyakit kronis.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pradiabetes dan perawatan yang harus Anda lakukan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diabeteskomplikasi diabetesprediabetesdiabetes gestasional
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/what-is-prediabetes
Diakses pada 5 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/diagnosis-treatment/drc-20355284
Diakses pada 5 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/symptoms-causes/syc-20355278
Diakses pada 5 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/what-is-prediabetes
Diakses pada 5 November 2020
Endocrineweb. https://www.endocrineweb.com/conditions/pre-diabetes/pre-diabetes
Diakses pada 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait