Benarkah Permen Pelega Tenggorokan Ampuh Atasi Batuk?

Permen pelega tenggorokan biasanya mengandung mentol dan obat antiseptik untuk meringankan tenggorokan gatal
Permen pelega tenggorokan atau lozenges memang dapat menahan sementara refleks batuk akibat tenggorokan gatal

Permen pelega tenggorokan atau lozenges bermanfaat meredakan sakit tenggorokan dan menahan refleks yang memicu batuk. Bahan yang paling sering digunakan dalam permen pelega tenggorokan adalah mentol, madu dan obat antiseptik.

 

Bahan aktif permen pelega tenggorokan

Mentol adalah komponen dari minyak peppermint yang memiliki efek mendinginkan. Bahan ini sangat umum digunakan dalam permen pelega tenggorokan. 

Mentol dalam permen pelega tenggorokan bisa memberikan efek mati rasa secara sementara sehingga meredakan sakit di tenggorokan serta rasa gatal yang memicu batuk. Tiap butir permen pelega tenggorokan bisa mengandung 1-15 miligram mentol. 

Selain diambil secara alami dari minyak peppermint, eucalyptus, atau minyak mint lainnya, mentol juga bisa dibuat versi sintetisnya. JIka digunakan dalam obat-obatan yang dijual bebas, mentol memiliki banyak manfaat tergantung dari jenis dan dosisnya.

Beberapa kegunaan mentol sebagai bahan aktif dalam lozenges atau permen pelega tenggorokan adalah:

Mentol bisa digunakan sebagai satu-satunya bahan aktif pada permen pelega tenggorokan atau bisa digunakan bersama bahan aktif lainnya. 

Salah satu bahan aktif lain yang juga sering digunakan pada permen pelega tenggorokan adalah dequalinium klorida. Produknya sering disebut sebagai dequadin lozenges. 

Jenis permen pelega tenggorokan ini bekerja sebagai antiseptik yang menghilangkan bakteri dan jamur penyebab berbagai masalah infeksi ringan di mulut serta tenggorokan. 

Mengulum lozenges membuat bahan aktif dequalinium langsung bekerja di bagian yang terkena infeksi. Dequalinium juga melubrikasi dan menyejukkan bagian mulut atau tenggorokan yang sakit sehingga memberi rasa nyaman. 

Beberapa produk permen pelega tenggorokan lainnya menggunakan sejenis analgesik bernama benzocaine sebagai salah satu bahan aktifnya. 

Benzocaine berfungsi mematikan rasa di permukaan kulit yang lembut dan lembap seperti di mulut dan tenggorokan, efeknya rasa sakit di tenggorokan akan berkurang.

Dosis mengonsumsi permen pelega tenggorokan

Sebetulnya tidak ada standar pembatasan untuk mengonsumsi permen pelega tenggorokan karena kandungan bahan aktif serta jumlah bahan aktifnya bisa bervariasi antara satu produk dengan produk lainnya. 

Agar aman, ikuti saja petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan produk yang Anda konsumsi.

Perlu diingat bahwa sebagian produk permen pelega tenggorokan juga mengandung banyak gula layaknya permen. Kandungan gula tersebut bisa saja berisiko bagi mereka yang mengidap penyakit sperti diabetes atau punya masalah obesitas

Beberapa produk permen pelega tenggorokan ditambahi dengan vitamin C atau zinc yang membantu meningkatkan imunitas tubuh dan mempercepat penyembuhan luka. Selain bahan aktif dan kandungan gula, vitamin serta mineral juga bisa menimbulkan efek samping jika sampai dikonsumsi berlebihan. 

Efek samping yang mungkin muncul

Jika terlalu banyak mengonsumsi permen pelega tenggorokan, efek samping yang mungkin muncul antara lain:

Efek samping tersebut bisa dibilang jarang terjadi, seseorang harus mengonsumsi permen pelega tenggorokan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu tertentu sampai bisa muncul efek samping.

Terkait kandungan gula, memang ada produk permen pelega tenggorkan yang tidak mengandung gula atau mengandung pemanis buatan. Namun pemanis buatan seperti sorbitol bisa memiliki efek laksatif bila dikonsumsi terlalu banyak. Efek samping dari sorbitol dalam permen pelega tenggorkan antara lain:

  • Kembung atau sakit perut
  • Sering buang angin
  • Diare
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan

Efek samping lain yang mungkin muncul adalah reaksi alergi yang dipicu oleh salah satu bahan yang terkandung dalam permen pelega tenggorokan. Segera ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala berikut setelah mengonsumsi permen pelega tenggorkan:

  • Sesak napas
  • Napas berbunyi atau mengi
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan
  • Mendadak muncul ruam atau biduran

Perempuan hamil juga sebaiknya berhati-hati untuk mengonsumsi permen pelega tenggorokan atau lozenges karena belum diketahui apa efek samping yang muncul terkait dengan kehamilan. Baca dengan teliti bahan-bahan yang terkandung dalam produk dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi lozenges.

Know Your OTC. https://www.knowyourotcs.org/ingredient/menthol/
Diakses 24 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321509.php
Diakses 24 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/can-you-overdose-on-cough-drops
Diakses 24 Oktober 2019

Netdoctor. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/mouth-teeth/a6534/dequadin-lozenges-dequalinium/
Diakses 24 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed