Hubungan minuman manis dan risiko kanker paru-paru masih jadi perdebatan para ahli
Selain rokok, minuman manis disebutkan berpotensi meningkatkan risiko kanker paru-paru

Diabetes sebagai dampak mengonsumsi minuman manis berlebih, memang sudah sering Anda dengar. Namun ternyata, kebiasaan buruk ini juga bisa memicu penyakit parah lainnya, yaitu kanker. Lalu, apakah kanker paru-paru termasuk dalam risiko yang harus diwaspadai?

Hubungan antara kanker dan kandungan gula berlebih, sebenarnya memang belum terlalu banyak diteliti. Meski begitu, Anda tetap perlu waspada agar bisa terhindar sepenuhnya dari risiko berbahaya ini.

Hubungan antara minuman manis dan risiko kanker

Hubungan minuman manis dan risiko kanker bisa dilihat dari beberapa hal, yaitu:

1. Minuman manis bisa timbulkan obesitas

Minuman manis, apabila dikonsumsi secara berlebihan, dapat menimbulkan obesitas. Sementara itu, obesitas memang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai macam kanker, seperti:

  • Kanker mulut
  • Kanker pencernaan
  • Kanker pankreas
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker hati
  • Kanker payudara
  • Kanker rahim
  • Kanker prostat
  • Kanker ginjal

2. Minuman manis bisa sebabkan penumpukan lemak visceral

Minuman manis tidak hanya berbahaya bagi penderita obesitas. Terlepas dari berat badan yang dimiliki, minuman ini dapat memicu penumpukan lemak di area perut atau lemak visceral.

Jenis lemak ini berbeda dari lemak lainnya. Lemak visceral lebih berbahaya, karena bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

3. Minuman manis punya indeks glikemik yang tinggi

Hubungan minuman manis dan risiko kanker juga berkaitan dengan tingginya indeks glikemik di dalamnya. Indeks glikemik adalah suatu ukuran yang menunjukkan pengaruh karbohidrat dalam asupan yang kita konsumsi, terhadap kadar gula darah di tubuh.

Semakin rendah indeks glikemik suatu makanan atau minuman, maka semakin baik. Sementara itu, minuman manis memiliki indeks glikemik yang tinggi.

Sehingga, hal ini berisiko menimbulkan diabetes tipe 2 dan kelebihan kadar insulin di tubuh. Keduanya adalah faktor risiko kanker payudara, yang perlu diwaspadai.

4. Minuman manis mengandung zat kimia berbahaya

Minuman manis dalam kemasan, seperti soda, umumnya juga mengandung suatu zat kimia yang disebut 4-methylimidazole. Zat kimia ini disebut dapat meningkatkan risiko kanker di tubuh.Tidak hanya soda, kandungan dalam jus buah kemasan juga dapat meningkatkan risiko kanker.

Bukan hanya kanker paru-paru, minuman manis tingkatkan risiko seluruh jenis kanker

Melihat banyaknya hubungan yang cukup signifikan antara minuman manis dengan kanker, baru-baru ini dilakukan sebuah penelitian di Prancis terkait keduanya.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan lebih dari 100.000 responden. Para peneliti mencermati pola konsumsi minuman manis para responden selama beberapa tahun ke belakang, dan kemudian dihubungkan dengan status kesehatan mereka saat ini.

Para peneliti juga melihat berbagai faktor risiko kanker lain yang dimiliki responden, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat kanker di keluarga, kebiasaan merokok, dan tingkat kebugaran fisik.

Hasilnya, tambahan konsumsi minuman manis sebanyak 100 ml per hari, bisa meningkatkan risiko kanker secara keseluruhan sebanyak 18%. Selain itu, dengan pola konsumsi tersebut, risiko terkena kanker payudara juga akan meningkat sebanyak 22%.

Sementara itu, para peneliti secara spesifik tidak menemukan hubungan antara kanker paru-paru dan konsumsi makanan manis. Sebab, ada keterbatasan responden. Dalam artian, hanya sebagian kecil responden, yang memiliki faktor risiko kanker paru-paru.

Inilah kondisi yang merupakan faktor risiko kanker paru-paru

Pada penelitian tersebut, minuman manis tidak terbukti menjadi faktor risiko yang signifikan untuk kanker paru-paru. Berikut ini faktor risiko kanker paru-paru yang perlu Anda waspadai.

1. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok adalah penyebab utama terjadinya kanker paru-paru. Para perokok berisiko 15 hingga 30 kali lebih tinggi terkena kanker paru-paru, atau meninggal karena penyakit tersebut, dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

2. Menjadi perokok pasif

Menjadi perokok pasif, juga bisa membuat Anda terkena kanker paru-paru. Menghirup asal rokok dari orang lain, meski Anda tidak merokok, sama bahayanya dengan merokok.

3. Menghirup bahan berbahaya

Bahan-bahan berbahaya yang terdapat para berbagai bangunan, termasuk rumah atau kantor, juga bisa memicu terjadinya kanker paru-paru. Bahan-bahan tersebut di antaranya radon, asbestos, diesel, hingga arsen.

4. Memiliki keluarga yang pernah menderita kanker paru-paru

Risiko Anda terkena kanker paru-paru lebih tinggi, apabila ada anggota keluarga yang juga pernah menderita penyakit ini. Selain riwayat keluarga, penyakit ini bisa kembali muncul, meski Anda sebelumnya pernah mengalaminya dan sembuh. Terutama jika Anda tidak berhenti merokok.

Kanker paru-paru merupakan salah satu kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Karena itu, Anda perlu lebih waspada terhadap penyakit ini. Jalani langkah-langkah untuk mencegahnya,terutama dengan menghindari rokok, dan menjalani pola hidup sehat, termasuk berolahraga secara teratur dan mengonsumsi asupan bergizi.

The BMJ. https://www.bmj.com/content/366/bmj.l2408
Diakses pada 17 Juli 2019

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2019/07/190710193917.htm
Diakses pada 17 Juli 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/cancer/lung/basic_info/risk_factors.htm
Diakses pada 17 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/glycemic-index-good-versus-bad-carbs#1
Diakses pada 17 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed