Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Mitos atau Fakta?


Penyakit rematik adalah nyeri pada sendi, otot dan tulang. Banyak mitos yang beredar pada masyarakat tentang penyakit rematik, salah satunya adalah mandi malam.

0,0
24 Apr 2019|Anita Djie
Mandi malam dipercaya dapat menyebabkan rematikBanyak orang percaya bahwa mandi malam menyebabkan rematik. Benarkah demikian?
Penyakit rematik adalah penyakit yang biasanya diasosiasikan dengan radang sendi. Namun, penyakit rematik sebenarnya tidak hanya berefek pada sendi, tetapi juga pada otot dan tulang. Namun, umumnya gejala yang dirasakan memang sakit atau radang pada persendian.Salah satu jenis rematik, yaitu rheumatoid arthritis atau artritis merupakan jenis rematik yang sering disamakan dengan rematik pada umumnya. Oleh karenanya kata “rematik” biasanya merujuk pada rheumatoid arthritis.Terdapat banyak mitos-mitos mengenai rematik yang bermunculan, seperti rematik hanya dialami orang yang berusia lanjut dan dapat disebabkan oleh mandi malam. Apakah pernyataan tersebut benar? Ketahui jawabannya di artikel ini!

Mitos Rematik #1 Rematik Hanya Terjadi Pada Orang Berusia Lanjut

Rematik tidak hanya dialami oleh orang yang berusia lanjut, tetapi dapat juga dialami segala usia dan jenis kelamin. Akan tetapi, rematik pada wanita 2- 3 kali lipat lebih mungkin terjadi dibanding pria. Oleh karenanya, rematik bukanlah sesuatu yang terjadi saat sudah tua.

Mitos Rematik #2 Rematik Hanya Berefek Pada Persendian

Rematik seringkali dianggap hanya memiliki efek pada persendian karena gejala awalnya adalah rasa sakit dan pembengkakan di persendian. Namun, penyakit ini dapat meluas sampai ke jantung, pembuluh darah, paru-paru, dan mata.Saat mengalami rematik, penderita juga merasa mudah lelah dan kesulitan untuk tidur. Rematik juga dapat berdampak secara emosional dan dapat memicu depresi, rendah diri, dan merasa tak berdaya serta lemah.

Mitos Rematik #3 Penderita Rematik Tidak Boleh Berolahraga

Olahraga dapat membantu meringankan rasa sakit yang dialami penderita rematik dan karenanya penting untuk dimasukkan ke dalam keseharian penderita rematik. Dokter mungkin akan merekomendasikan olahraga ringan.Namun, Anda juga dapat mencampurkan olahraga ringan dan olahraga intens. Hal ini karena olahraga intens dengan durasi yang pendek dapat membantu pembentukan otot. Akan tetapi, selalu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Mitos Rematik #4 Rematik Disebabkan Mandi Malam

Mitos rematik ini cukup populer di kalangan masyarakat. Mandi malam dituding sebagai salah satu penyebab rematik. Dokter Hascaryo Nugroho, Sp.PD. menjelaskan bahwa penyakit rematik tidak disebabkan oleh mandi malam .Faktanya, rheumatoid arthritis atau yang dikenal sebagai dengan istilah populer sebagai “rematik” di masyarakat Indonesia, disebabkan oleh sistem imun yang menyerang lapisan di sekitar persendian dan menyebabkan radang dan rasa sakit pada sendi.Oleh karenanya, mandi malam tidak dapat menyebabkan rematik. Meskipun demikian, dr. Hascaryo tidak menyarankan penderita rematik untuk mandi malam karena dapat menyebabkan otot-otot menjadi kaku dan menekan persendian yang dapat memicu rasa sakit.

Mitos Rematik #5 Rematik Tidak Dapat Diatasi

Rematik memang belum ada obatnya, namun bukan berarti Anda tidak dapat mengatasi rematik yang dialami.Penderita rematik dapat menjalankan berbagai terapi yang dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit dan radang pada persendian, serta memperlambat perkembangan dari penyakit rematik. Selain itu, terdapat juga alat-alat yang dapat mempermudah penderita rematik.

Apa manfaat mandi malam hari?

Anggapan mandi malam hari dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan tidak sepenuhnya benar. Justru, memiliki manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mandi di malam hari, terutama seteleh selesai beraktivitas, yaitu:

1. Mempersingkat waktu yang Anda butuhkan untuk tertidur

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat, mandi malam dengan temperatur dan waktu yang tepat dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Anda dapat mandi malam dengan air biasa, tetapi lebih baik lagi jika mandi menggunakan air hangat yang memiliki suhu sekitar 40-43 derajat celcius. Sementara itu, waktu yang dianjurkan untuk Anda mandi malam adalah 1-2 jam atau lebih tepatnya 90 menit sebelum tidur. Akibat mandi malam yang dapat Anda rasakan ketika menerapkan tips ini adalah tidur lebih cepat 10 menit dari biasanya.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Akibat mandi malam lainnya adalah membuat tidur Anda lebih lelap, mengingat mandi di malam hari juga dapat melepas ketegangan otot setelah seharian berjibaku dengan rutinitas. Anda pun akan bangun dengan kondisi yang lebih segar dan siap kembali beraktivitas. Hanya saja, jangan mandi malam dengan jarak terlalu dekat dengan waktu tidur Anda. Sebab mandi sebelum tidur tersebut justru memberi efek sebaliknya, yakni Anda jadi merasa segar dan terlalu berenergi sehingga sulit untuk memejamkan mata.

3. Mengurangi gejala insomnia

Bagi Anda yang menderita insomnia atau susah tidur akut, cobalah mandi di malam hari 90 menit sebelum Anda mencoba memejamkan mata. Mandi malam hari dapat meningkatkan suhu tubuh, kemudian suhu akan anjlok lagi beberapa saat setelah mandi. Perbedaan suhu tubuh yang mencolok akan membuat tubuh mempercepat proses pendinginan dari dalam sehingga Anda akan cepat merasa mengantuk.

4. Meringankan gejala rematik

Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan jika mandi malam dapat menyebabkan penyakit rematik. Justru, beberapa penderita rematik melakukan mandi di malam hari untuk meringankan sakit rematik yang mereka rasakan sehingga dapat tidur dengan lebih cepat dan berkualitas. Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa mandi malam hari tidak selamanya buruk. Meski demikian, Anda sebaiknya mandi malam selama 5-10 menit saja karena kulit yang terlalu lama terkena air juga bisa menjadi kering dan iritasi.Selain itu, mandi malam juga bukan pengganti mandi pagi. Anda tetap disarankan untuk mandi pagi mengingat manusia cenderung berkeringat saat tidur. Jika Anda ragu dan ingin mencegah dampak buruk dari mandi malam, maka gunakanlah air hangat. Sebab di malam hari suhu tubuh juga melemah dan perlu untuk istirahat sehingga menggunakan air hangat menjadi pilihan yang tepat. Sementara, mandi air dingin di malam hari bisa membuat metabolisme tubuh terganggu. Setelah mengetahui efek mandi di malam hari sebenarnya, ada baiknya Anda mencoba kebiasaan ini. Namun perlu ingat, jangan mandi terlalu dekat dengan waktu tidur karena malah akan membuat Anda segar dan kesulitan untuk tidur.Jika Anda merasa penanganan yang diberikan oleh dokter kurang efektif, jangan takut untuk menginformasikan dan berdiskusi dengan dokter Anda.
rematikbedah mitosnyeri sendi
Healthline. https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis/managing-advancing-ra/myths#3
Diakses pada 12 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648
Diakses pada 12 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/7625.php
Diakses pada 12 April 2019
Rheumatology Advisor. https://www.rheumatologyadvisor.com/home/topics/rheumatoid-arthritis/facts-about-rheumatoid-arthritis-7-myths-you-may-encounter/
Diakses pada 12 April 2019
Tribun Kesehatan. http://www.tribunnews.com/kesehatan/2017/10/30/mandi-malam-sebabkan-rematik-mitos-atau-fakta?page=2
Diakses pada 12 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/an-overview-of-rheumatic-diseases#1
https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/an-overview-of-rheumatic-diseases#1
Diakses pada 12 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait