Benarkah Kulit Gatal dan Korengan Akibat Darah Manis?

(0)
Darah manis adalah istilah awam yang sering dianggap untuk menggambarkan kondisi kulit yang gatal, mudah mengalami luka berdarah, serta meninggalkan bekas kehitaman atau korenganSalah satu cara mengobati prurigo adalah dengan mengoleskan krim obat
Beberapa orang mungkin ada yang rentan mengalami kulit gatal-gatal hingga mengalami bekas luka yang susah hilang. Sebagian besar orang percaya kondisi ini menandakan bahwa orang tersebut memiliki darah manis. Lantas, benarkah demikian?

Darah manis adalah kondisi prurigo

Darah manis adalah istilah awam yang sering dianggap untuk menggambarkan kondisi kulit yang gatal, mudah mengalami luka berdarah, serta meninggalkan bekas kehitaman atau korengan (keropeng) setelah digigit nyamuk atau serangga jenis lainnya.Prurigo adalah bintil-bintil atau benjolan berukuran kurang dari 1 sentimeter yang umum muncul pada permukaan kulit lengan, bahu, punggung, perut, kaki, dan bokong.Bintil-bintil ini dapat membuat kulit terasa sangat gatal, terutama pada malam hari atau saat Anda menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu rasa gatal.Memang, sulit rasanya menahan keinginan untuk tidak menggaruk kulit yang gatal. Beberapa orang ada yang menghentikan rasa gatal dengan menggaruknya hingga berdarah. Padahal, menggaruk kulit justru akan mengakibatkan luka lecet.Lama kelamaan, hal tersebut dapat membuat warna kulit jadi tampak lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Selain itu, permukaan kulitnya akan kasar, kering, dan tebal menyerupai bekas luka kehitaman atau keropeng. Nah, timbulnya bekas luka yang hitam dan sulit hilang ini biasa dikenal orang awam sebagai istilah darah manis.

Apa penyebab prurigo?

Salah satu anggapan yang kerap beredar di masyarakat mengenai munculnya bekas luka kehitaman atau keropeng pada kulit adalah disebabkan oleh darah manis. Padahal, istilah tersebut hanya merupakan mitos semata.Faktanya, penyebab prurigo belum dapat diketahui secara pasti. Pasalnya, kondisi ini baru akan muncul setelah Anda terus menerus menggaruk area kulit yang gatal sampai menimbulkan luka lecet. Meski demikian, penyebab prurigo dapat diawali dengan hal-hal di bawah ini:

1. Gigitan nyamuk atau serangga

Walaupun hal ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya dapat memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang. Alih-alih meredakan rasa gatal, hal ini justru dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah hingga meninggalkan bekas luka pada kulit.

2. Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri. Salah satunya adalah muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang terasa gatal. Secara tidak disadari, ia menggaruk kulitnya terus menerus sampai meninggalkan bekas luka di kulit.

3. Kondisi medis tertentu

Sebanyak 80 persen orang yang mengalami prurigo ternyata juga mengidap kondisi medis tertentu, seperti asma, demam, eksim, atau dermatitis herpetiformis. Akan tetapi, hal ini masih bersifat atopik alias belum diketahui secara pasti penyebabnya.Selain itu, beberapa gangguan kondisi medis, seperti gangguan fungsi tiroid, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gagal jantung kongestif, diabetes, gagal ginjal kronis, hepatitis C kronis, gangguan saraf, HIV, limfoma, lichen planus, efek samping obat kanker (pembrolizumab, paclitaxel, and carboplatin), dan gangguan kejiwaan juga diduga menjadi penyebab prurigo.

Bisakah kondisi prurigo disembuhkan?

Sayangnya, hingga saat ini kondisi prurigo tidak dapat disembuhkan. Namun, prurigo dapat dikendalikan secara bertahap sehingga kondisinya dapat membaik seiring bertambahnya waktu. Kendati demikian, hal ini dapat memakan waktu selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, terutama pada beberapa pasien dengan kondisi medis tertentu.Salah satu cara yang paling penting untuk meringankan kondisi prurigo adalah sebagai berikut:
  • Sebisa mungkin hindari keinginan untuk menggaruk area kulit yang terasa gatal. Ingat, menggaruk kulit yang gatal dapat berisiko menyebabkan infeksi kulit yang lebih parah.
  • Oleskan pelembap, petroleum jelly, atau krim kulit berlabel hypoallergenic.
  • Gunakan sabun dan produk perawatan kulit khusus untuk kulit sensitif.
  • Gunakan kain atau handuk yang sudah dibasahi air dingin, lalu tempatkan pada area kulit yang terasa gatal. Cara ini dapat membantu meredakan rasa gatal.
  • Jaga suhu ruangan tetap dingin. Jika Anda merasa gatal dan kepanasan di siang hari, nyalakan kipas angin atau pendingin ruangan untuk membantu menenangkan kulit.
  • Jangan tidur menggunakan seprai atau selimut yang bahannya terasa panas di kulit.
  • Kenakan pakaian dari bahan katun yang dapat menyerap keringat dan cenderung tidak memicu rasa gatal.
Jika cara meringankan prurigo di rumah ini tidak kunjung berhasil mengendalikan rasa gatal yang dirasakan. Terlebih rasa gatal justru semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Cara mengobati prurigo yang direkomendasikan oleh dokter

Ada beberapa cara mengobati prurigo yang biasanya direkomendasikan oleh dokter spesialis kulit, yaitu:

1. Obat oles (topikal)

Salah satu cara mengobati prurigo yang direkomendasikan oleh dokter adalah pemberian obat oles (topikal) untuk meringankan rasa gatal dan menenangkan kulit. Obat oles yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit, antara lain:
  • Krim steroid oles, seperti clobetasol atau calcineurin inhibitor (seperti pimecrolimus)
  • Salep yang mengandung vitamin D3, seperti calcipotriol
  • Krim capsaicin
  • Krim yang mengandung mentol

2. Obat-obatan sistemik

Dokter spesialis kulit mungkin akan meresepkan obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan membantu Anda tidur nyenyak di malam hari. Selain itu, ia mungkin juga memberikan obat resep antidepresan untuk membuat Anda berhenti menggaruk kulit yang terasa gatal.

3. Obat-obatan lainnya

Jika kondisi prurigo tergolong parah dan cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya tidak dapat membantu meredakan rasa gatal, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menekan sistem imun tubuh sementara waktu, seperti steroid (hanya dalam jangka waktu pendek).Selain itu, ciclosporin, methotrexate, atau azathioprine mungkin diresepkan oleh dokter untuk membantu mengurangi peradangan. Namun, perlu dicatat bahwa pengobatan ini dapat menyebabkan risiko efek samping dan penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter Anda.

Catatan dari SehatQ

Salah satu anggapan yang kerap beredar di masyarakat mengenai munculnya bekas luka kehitaman atau keropeng pada kulit adalah disebabkan oleh darah manis. Padahal, istilah tersebut hanya merupakan mitos semata.Faktanya, kulit korengan, mudah luka, dan berbekas kehitaman yang diawali setelah digigit nyamuk atau serangga dan lebih rentan terjadi pada orang-orang tertentu ini dalam dunia medis dikenal dengan prurigo.Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika Anda cukup khawatir dengan bekas luka kulit yang mungkin semakin terasa gatal atau ukurannya semakin membesar. Jika demikian ini yang terjadi, sudah pasti tidak ada hubungannya dengan darah manis melainkan suatu kondisi medis yang patut diwaspadai. 
alergidarah
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-prurigo-nodularis
Diakses pada 14 Mei 2020
British Association of Dermatology. https://www.healthline.com/health/what-is-prurigo-nodularis
Diakses pada 14 Mei 2020
American Osteopathic College of Dermatology. https://www.aocd.org/page/PrurigoNodularis?
Diakses pada 14 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait