Keju feta adalah jenis keju Yunani yang terbuat dari olahan susu kambing atau domba.
Keju feta sudah menjadi bagian dari menu harian masyarakat Yunani

Keju feta adalah jenis keju Yunani yang terbuat dari olahan susu kambing atau domba. Teksturnya lembut dengan rasa asin dan aroma cukup tajam. Dibandingkan dengan jenis keju lainnya, keju feta memiliki kalori lebih rendah.

Umumnya, orang menambah keju feta dalam masakan atau salad. Cukup sedikit saja sekitar 30 gram keju feta sudah bisa menambah rasa dalam masakan. Selain kalori rendah, kandungan lemaknya juga hanya sekitar 4-6 gram sehingga bisa dikonsumsi sehari-hari.

Kandungan nutrisi keju feta

Kata “feta” dalam bahasa Italia berarti “slice”, salah keju populer yang kini juga banyak diolah dari susu sapi. Dalam 28 gram keju feta, terdapat kandungan nutrisi berupa:

  • Kalori: 74
  • Lemak: 6 gram
  • Sodium: 260 miligram
  • Karbohidrat: 1,2 gram
  • Protein: 4 gram
  • Gula: 1 gram
  • Kalsium: 140 miligram
  • Fosfor: 94 miligram
  • Selenium: 4,3 mikrogram

Susu yang digunakan sebagai bahan baku keju feta biasanya telah melalui proses pasteurisasi. Meski demikian, susu mentah juga bisa diolah menjadi keju feta. Dalam prosesnya, ditambahkan asam laktat dan enzim rennet.

Setelah tuntas, hasilnya akan dipotong dan dibentuk menjadi kotak kecil. Kemudian, disimpan di barel kayu atau kontainer metal selama 3 hari. Barulah keju feta disimpan di kulkas selama 2 bulan.

Manfaat keju feta

Dengan kandungan nutrisi keju feta yang dikenal lebih rendah kalori dan lemak, apa saja manfaatnya untuk kesehatan?

1. Baik untuk tulang

Keju feta adalah sumber kalsium, fosfor, dan protein yang baik untuk kesehatan tulang. Dengan kalsium dan protein, maka kepadatan tulang terjaga serta mencegah osteoporosis.

Terlebih keju feta yang dibuat dari susu domba atau kambing mengandung kalsium dan fosfor lebih tinggi ketimbang susu sapi. Jadi, keju feta bisa jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian.

2. Mengandung asam lemak bermanfaat

Keju feta mengandung conjugated linoleic acid (CLA) yang dapat meningkatkan massa otot hingga mencegah diabetes dan kanker. Lebih jauh lagi, kultur bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan keju feta membantu meningkatkan konsentrasi CLA.

Menariknya, Yunani termasuk negara dengan laporan kasus kanker payudara terendah. Penduduknya termasuk mereka yang paling sering mengonsumsi keju di antara negara-negara Uni Eropa.

3. Baik untuk pencernaan

Di dalam keju feta, ada bakteri Lactobacillus plantarum yang merupakan bakteri baik. Fungsinya adalah meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan dengan melindungi usus dari bakteri seperti E. coli dan Salmonella.

4. Mencegah sakit kepala dan anemia

Kandungan vitamin B2 atau riboflavon dalam keju feta membantu mencegah sakit kepala termasuk migrain. Selain itu, kandungan B12 dalam keju feta dapat membantu mengatasi anemia.

Efek samping keju feta

Di sisi lain, keju feta juga dapat menimbulkan efek samping karena kandungan di dalamnya. Beberapa risikonya adalah:

  • Tinggi sodium

Dalam proses pembuatannya, adonan keju feta direndam dalam air garam dengan konsentrasi sekitar 7%. Hasilnya, keju feta mengandung sodium cukup tinggi, sekitar 260 miligram di tiap 28 gram sajiannya.

Bagi orang yang sensitif terhadap garam, sebaiknya berhati-hati terhadap hal ini. Jika ingin tetap menikmati makanan asin seperti keju feta tanpa asupan sodium terlalu tinggi, bilas terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya untuk mengurangi sedikit garam.

  • Tinggi laktosa

Selain sodium, keju feta juga mengandung laktosa lebih tinggi dibandingkan dengan keju lainnya karena tidak mengalami proses pengeraman. Bagi orang yang memiliki alergi laktosa, sebaiknya hindari mengonsumsi keju unripened.

  • Tidak untuk ibu hamil

Perhatikan betul apakah susu yang digunakan dalam pembuatan keju feta sudah terpasteurisasi atau belum. Jika belum, sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi keju feta.

Alasannya karena dalam susu yang belum dipasteurisasi, kemungkinan masih ada bakteri Listeria monocytogenes dan dapat menyebabkan kontaminasi.

Catatan dari SehatQ

Jika tidak ada risiko mengalami efek samping dari kandungan keju feta, maka keju yang satu ini bisa jadi pilihan konsumsi sehari-hari. Penggunaannya bisa sebagai topping di roti, salad, pizza, omelet, pasta, atau dipadukan dengan buah.

Kandungan vitamin B, kalsium, dan fosfor dalam keju feta bisa memberi manfaat bagi kesehatan tulang. Jika selama ini masih mengonsumsi keju itu-itu saja seperti cheddar hingga mozarella, keju feta bisa jadi alternatif yang tak kalah lezat.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/feta-cheese-good-or-bad#section9

Diakses 12 April 2020

Dr. Axe. https://draxe.com/nutrition/feta-cheese-nutrition/

Diakses 12 April 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/324634-is-feta-cheese-healthy/

Diakses 12 April 2020

Artikel Terkait