Leukemia Adalah Penyakit Keturunan, Benarkah?


Leukemia penyakit keturunan sempat menjadi perbincangan beberapa waktu yang lalu. Faktor keturunan memang memegang peranan dalam terjadinya kanker darah. Anda akan memiliki risiko yang lebih besar mengalami kanker apabila memiliki keluarga dengan riwayat serupa.

(0)
11 Jun 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Leukemia penyakit keturunan dalam keluargaIlustrasi penderita kanker darah
Beberapa waktu yang lalu, Skotlandia digegerkan dengan kasus kanker yang terjadi pada seorang ayah dan anaknya. Baru beberapa hari setelah sang ayah, Ollie, menyelesaikan pengobatan limfoma Hodgkin, anak laki-lakinya, Alfie, yang baru berusia 10 bulan divonis dokter mengidap leukemia mieloid akut.Kejadian ini mengejutkan karena penyakit tersebut umumnya terjadi pada seseorang berusia di atas 60 tahun. Walaupun berbeda, penyakit yang dialami Ollie dan Alfie sama-sama merupakan jenis kanker darah.Kanker darah bukanlah penyakit yang menular seperti batuk pilek yang biasa dialami sehari-hari. Jika seorang anak dan orangtuanya mengalami kondisi ini, apakah berarti kanker darah merupakan penyakit keturunan? Pada kasus yang sangat jarang, kanker darah memang bisa diturunkan dari orangtua.Kondisi yang dialami Alfie, yaitu leukemia, merupakan kanker yang menyerang sumsum tulang belakang sehingga penderitanya memiliki jumlah sel darah di luar batas normal. Penyakit ini dianggap sebagai suatu penyakit genetik. Walau demikian, kondisi ini tidak diturunkan.Berbagai mutasi genetik memang diturunkan dan menyebabkan penyakit pada anak, seperti hemofilia dan anemia sel sabit. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada kanker darah. Artinya, jika Anda mengalami mutasi gen yang menyebabkan kondisi kanker darah, bukan berarti anak Anda juga memiliki gen yang mengalami mutasi dan akan menderita kondisi yang sama.Mutasi yang terjadi pada DNA dalam sel darah menyebabkan perubahan produksi jumlah sel darah di sumsum tulang. Selain itu, mutasi juga mencegah sel berfungsi secara normal. Sel darah yang tidak normal ini akan merusak sel darah yang sehat dan menghambat produksinya.Meski demikian, faktor keturunan tetap memegang peranan dalam terjadinya kanker darah. Anda akan memiliki risiko yang lebih besar mengalami kanker apabila memiliki keluarga dengan riwayat serupa, terutama pada ayah, ibu, atau saudara kandung.

Faktor risiko kanker darah

Riwayat dalam keluarga hanyalah salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kanker darah. Faktor risiko terjadinya kanker darah berasal dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Sebagian faktor dapat Anda kontrol dan sebagian lainnya tidak dapat dihindari.Selain riwayat kanker dalam keluarga, faktor risiko lainnya meliputi:

1. Rokok

Perokok aktif maupun pasif sama-sama akan meningkatkan risiko Anda mengalami kanker darah. Hal ini disebabkan berbagai zat yang bersifat karsinogenik dapat mengakibatkan mutasi genetik dan memicu pertumbuhan sel abnormal.

2. Paparan zat kimia

Zat kimia tertentu, seperti benzene juga berkaitan dengan leukemia. Benzene terdapat pada bensin, penyulingan minyak, pabrik sepatu, dan karet.

3. Radiasi dan kemoterapi

Adanya riwayat kanker sebelumnya, seperti kanker payudara atau jenis kanker lainnya dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker darah. Hal ini diakibatkan karena paparan radiasi dan kemoterapi yang dijalani.

4. Infeksi virus

Infeksi virus human T-cell lymphoma/leukemia virus-1 bisa meningkatkan risiko kanker darah tertentu, yaitu leukemia limfositik akut. Berdasarkan American Cancer Society, hal ini umum terjadi di Jepang dan Kepulauan Karibia.

5. Penyakit genetik

Penyakit genetik juga berkaitan dengan kejadian kanker darah, terutama leukemia myeloid akut dan leukemia limfositik akut. Kondisi ini ditemukan pada sindrom Klinfelter, anemia fankoni, sindrom Down, sindrom Li-Fraumeni, dan neurofibromatosis.Kanker darah tidak serta-merta bisa diturunkan dari orangtua kepada anak. Jika Anda khawatir akan adanya kelainan genetik, Anda dapat mengonsultasikan hal ini kepada dokter.

Apa bahaya leukemia?

Leukemia bisa menyebabkan komplikasi jika tidak dilakukan penanganan secepatnya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:
  • Perdarahan pada organ tubuh, seperti paru-paru atau otak.
  • Tubuh yang rentan terhadap infeksi.
  • Risiko munculnya jenis kanker darah lain, seperti limfoma.
Komplikasi juga bisa terjadi akibat tindakan pengobatan yang dilakukan. Berikut adalah beberapa komplikasi akibat pengobatan leukemia:
  • Graft versus host disease, yaitu komplikasi dari transplantasi sumsum tulang.
  • Sel kanker muncul kembali setelah penderita menjalani pengobatan.
  • Sindrom lisis tumor
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Anemia hemolitik.
  • Infertilitas.
Anak-anak penderita leukemia juga berisiko mengalami komplikasi karena pengobatan yang dilakukan. Jenis komplikasi yang bisa terjadi adalah gangguan sistem saraf pusat, gangguan tumbuh kembang, dan katarak.

Apakah penderita leukemia bisa sembuh total?

Leukimia yang diderita oleh anak lebih mudah disembuhkan daripada leukimia yang terjadi pada orang dewasa. Potensi kesembuhan kanker darah pada anak dalam rentang usia 0-5 tahun bisa mencapai 85 persen. Hal ini dikarenakan sel kanker yang dialami oleh orang dewasa lebih mudah mencapai tingkat yang cukup parah karena kondisi kesehatan pengidap kanker sebelumnya.Kanker yang muncul pada orang dewasa adalah kanker yang muncul pada jaringan epitel. Sedangkan kanker pada anak biasanya muncul pada jaringan muda atau embrional pada tubuh.Pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi umumnya lebih efektif dilakukan pada pengobatan kanker untuk anak-anak. Hal ini dikarenakan kanker pada anak biasanya muncul pada jaringan yang masih muda. Narasumber:
dr. Haridini Intan Setiawati Mahdi, Sp.A(K)Onk
Dokter Spesialis Anak Konsultan Onkologi
RS Kramat 128
kanker darahleukemianews
Foxnews. https://www.foxnews.com/health/toddler-diagnosed-with-leukemia-days-after-dad-finishes-treatment
Diakses pada Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/leukemia-hereditary
Diakses pada Mei 2019
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/why-leukemia-happens-could-it-run-in-your-family/
Diakses pada Mei 2019
American Oncology Institute. https://www.americanoncology.com/risk-factors-of-blood-cancer/
Diakses pada Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/types-and-differences
Diakses pada Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/autoimmune-hemolytic-anemia#1
Diakses pada 19 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait