Radiasi Elektromagnetik Wifi dan Headphone Berbahaya bagi Kesehatan


Radiasi elektromagnetik yang berasal dari wifi dan headphone ini berpotensi memicu kanker, menyebabkan kemandulan, hingga merusak saraf

(0)
10 Sep 2019|Anita Djie
Radiasi elektromagnetik dari wifi dan headphone berpotensi menyebabkan kankerHeadphone bluetooth memang lebih praktis dan mudah digunakan, tetapi terdapat bahaya gelombang elektromagnetik yang mengintai
Teknologi yang semakin maju dan berkembang memudahkan Anda untuk melakukan berbagai aktivitas. Mencari informasi hanya tinggal dilakukan dengan memencet layar ponsel ataupun tablet yang dimiliki.Wifi sangat membantu proses pencarian informasi, termasuk pencarian lagu-lagu favorit masa kini. Hanya dengan menggunakan wifi, Anda sudah bisa mengunduh ataupun memutar lagu melalui ponsel atau tablet tanpa perlu repot membeli dan memutar kaset di CD player.Tidak hanya mengunduh dan memutar lagu, teknologi juga memudahkan Anda untuk mendengarkan lagu kesukaan Anda dengan headphone bluetooth tanpa kabel yang membuat Anda mudah untuk melakukan berbagai aktivitas tanpa harus dibatasi dengan kabel.Meskipun demikian, di balik pesona wifi dan headphone bluetooth, tersembunyi potensi yang membahayakan bagi kesehatan.
Headphone bluetooth mengeluarkan gelombang elektromagnetik sehingga berpotensi memicu kanker

Bahaya radiasi wifi dan headphone bluetooth yang berpotensi merusak kesehatan

Berbagai teknologi yang digunakan sekarang, seperti headphone bluetooth dan wifi, memancarkan suatu gelombang elektromagnetik (EMF) atau yang dikenal sebagai radiasi elektromagnetik.Suatu riset menemukan bahwa paparan gelombang elektromagnetik dari wifi dapat menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan, berupa perubahan endokrin, kerusakan DNA, kadar kalsium berlebih, kerusakan pada testis atau sperma, dan sebagainya.Headphone bluetooth juga mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang lebih rendah atau yang disebut sebagai radiasi frekuensi radio (RFR). Paparan radiasi elektromagnetik berupa RFR yang tinggi dapat memicu tumor pada tikus.Radiasi bluetooth dari headphone berpotensi untuk menimbulkan kanker atau dengan kata lain, bersifat karsinogenik.Meskipun belum ada studi mengenai bahaya gelombang elektromagnetik pada headphone bluetooth, seperti penelitian paparan radiasi wifi terhadap manusia, tetapi peneliti tetap menujukkan adanya potensi yang membahayakan dari radiasi headphone bluetooth pada manusia.

Mengapa gelombang elektromagnetik berbahaya?

Penelitian menemukan bahwa penggunaan ponsel dan alat-alat nirkabel berpotensi memicu beberapa jenis kanker, penyakit saraf akibat penuaan, kemandulan pada pria, dan gangguan perilaku akibat kelainan saraf.Studi lain mendapati bahwa paparan gelombang elektromagnetik yang rendah pada wanita yang sedang hamil dapat menambah peluang untuk mengalami keguguran.Meskipun demikian belum ada riset yang pasti mengenai efek bahaya radiasi elektromagnetik dan penelitian lebih lanjut mengenai efek radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan masih diperlukan.
Gelombang elektromagnetik diproduksi oleh benda elektronik seperti headphone bluetooth, wifi, ponsel, komputer, dan sebagainya.

Apa itu radiasi elektromagnetik?

Gelombang elektromagnetik merupakan energi atau radiasi yang tidak terlihat dan diproduksi oleh benda-benda elektronik, seperti headphone bluetooth, wifi, ponsel, komputer, dan sebagainya.Faktanya, gelombang elektromagnetik tidak hanya ditemukan pada benda-benda elektronik, seperti headphone bluetooth dan wifi, tetapi sebenarnya dapat ditemukan di alam secara alami, yaitu pada sinar matahari.Secara umum, terdapat dua jenis gelombang elektromagnetik, yaitu radiasi elektromagnetik tingkat rendah atau radiasi non-ionisasi dan radiasi elektromagnetik tingkat tinggi atau radiasi terionisasi.Gelombang elektromagnetik tingkat rendah dapat ditemukan pada ponsel, wifi, microwave, dan sebagainya, sementara gelombang elektromagnetik tingkat tinggi ditemukan pada x-ray, sinar ultraviolet matahari, dan sebagainya.Ketika seseorang mengalami kerusakan sel dan gangguan pada sistem saraf akibat paparan radiasi elekromagnetik yang berlebih, maka beberapa gejala yang dapat dialami adalah:
  • Kurangnya konsentrasi
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Gangguan tidur, termasuk insomnia
  • Sensasi sakit atau gatal
  • Sakit kepala
  • Gangguan pada memori
  • Depresi atau mengalami gejala depresi
  • Mudah kesal
  • Kulit yang terasa terbakar atau menggelitik
  • Perubahan pada aktivitas elektrik di otak
  • Gelisah dan cemas
  • Turunnya nafsu makan dan berat badan
  • Mual
Namun, Anda tentunya perlu untuk berkonsultasi ke dokter ketika mengalami gejala di atas, untuk menjalani pemeriksaan lebih pasti, karena apa yang dialami bisa jadi disebabkan oleh kondisi atau faktor lainnya.
Radiasi elektromagnetik dapat dikurangi dengan menjauhkan diri dari benda-benda elektronik

Benarkah radiasi elektromagnetik bisa menimbulkan penyakit?

Telepon seluler sendiri memancarkan radiasi elektromagnetik non-pengion dalam bentuk frekuensi radio. Hal ini menambah kekhawatiran banyak pihak mengingat durasi pemakaiannya juga kian lama kian meningkat.Selain durasi, ada beberapa hal yang memengaruhi kemungkinan paparan radiasi tersebut. Mulai dari jarak ponsel dan pengguna, teknologi yang dipakai, hingga jarak pengguna dengan menara komunikasi.Beberapa penelitian dilakukan guna mengetahui seberapa besar bahaya radiasi HP bagi kehidupan manusia pada umumnya. Adapun penelitian tersebut mencakup beberapa hal di bawah ini:

1. Kanker

Sebagaimana disebut sebelumnya, radiasi dari telepon seluler dianggap karsinogenik alias berpotensi menyebabkan kanker. Pernyataan ini juga diteliti dalam sebuah riset. Namun untuk mengonfirmasinya masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

2. Kesehatan secara umum

Beberapa ilmuwan menemukan bahwa radiasi dari telepon seluler berpengaruh pada kesehatan tubuh. Radiasi dianggap memiliki efek pada aktivitas otak, waktu reaksi, dan pola tidur penggunanya. Hanya saja, efek ini terhitung kecil dan pengaruhnya tidak signifikan. 

3. Gangguan elektromagnetik

Kinerja sejumlah perangkat medis mungkin bisa dipengaruhi oleh penggunaan telepon seluler, terutama jika jarak pemakaian terlalu dekat. Misalnya, alat pacu jantung, implan defibrillator, dan alat bantu dengar. Tapi teknologi ponse; yang kian maju dikatakan mengurangi efek ini.Gangguan elektromagnetik juga dianggap bisa mengganggu sinyal penerbangan. Inilah kenapa pemakaian ponsel umumnya dilarang digunakan di pesawat yang mengudara.

4. Kecelakaan lalu lintas

Beberapa penelitian lain menemukan indikasi bahwa kecelakaan lalu lintas meningkat terkait pemakaian telepon selular. Jika ponsel digunakan saat mengemudi, risiko kecelakaan dapat bertambah hingga 3-4 kali lipat. Peningkatan tersebut juga tetap terjadi bahkan ketika pengguna telepon seluler memakai hands-free.

 

Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek dari radiasi elektromagnetik? 

Teknologi sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, tetapi itu tidak berarti Anda tidak boleh menggunakan benda-benda elektronik sama sekali, karena benda-benda elektronik masih memiliki kadar radiasi elektromagnetik yang rendah.Anda dapat meminimalisasi terkena radiasi elektromagnetik dengan mengurangi pemaparannya, seperti:
  • Menaruh ponsel atau benda elektronik lainnya di tempat lain ketika tidak digunakan
  • Menggunakan alat pengeras suara (speaker) atau earphone yang masih menggunakan kabel daripada headphone bluetooth
  • Hindari meletakkan benda-benda elektronik di kantong celana atau baju
  • Jangan meletakkan ponsel di bawah bantal ketika tidur
Anda perlu menghindari terpapar radiasi elektromagnetik tingkat tinggi, seperti menjalani pemeriksaan x-ray dan berjemur di bawah matahari dalam jangka waktu yang lama dan berulang.
kankertumorgejala kanker
Elsevier. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0013935118300355
Diakses pada 10 September 2019
EMFscientist.org. https://www.emfscientist.org/index.php/emf-scientist-appeal 
Diakses pada 10 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/emf#protection
Diakses pada 10 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/are-wireless-headphones-dangerous
Diakses pada 10 September 2019
Science Direct. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/12/171213095534.htm
Diakses pada 10 September 2019
National Toxicology Program. https://www.niehs.nih.gov/health/materials/cell_phone_radiofrequency_radiation_studies_508.pdf
Diakses pada 10 September 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24280284
Diakses pada 10 September 2019
WHO. https://www.iarc.fr/wp-content/uploads/2018/07/pr208_E.pdf
Diakses pada 10 September 2019
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/mobile-phones-and-your-health
Diakses pada 4 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait