Fogging Nyamuk Berbahaya untuk Manusia? Ini Faktanya

(0)
24 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fogging nyamuk tidak berbahaya bagi manusia, jika dilakukan dengan benar.Fogging nyamuk berguna untuk mencegah wabah demam berdarah.
Fogging nyamuk adalah hal yang familiar dilakukan untuk mencegah mewabahnya penyakit demam berdarah. Namun, langkah ini kerap menuai kontroversi karena munculnya anggapan asap tersebut mengandung racun yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Benarkah demikian?Di Indonesia, zat kimia yang biasa digunakan dalam fogging nyamuk adalah insektisida jenis pirethroid, baik itu deltamethrin, permethrin, alpha-cypermethrin, cyfluthrin, maupun lambdacyhalothrin. Bahan aktif yang terdapat dalam insektisida ini dapat menembus lapisan kulit tubuh nyamuk, yang bahkan mematikan serangga ini.Pirethroid ini sebetulnya juga banyak digunakan pada obat nyamuk semprot rumahan yang bahan cairnya dijual bebas di supermarket atau bahkan toko kelontong. Hanya saja pada proses fogging, insektisida ‘ditembakkan’ melalui proses tertentu, sehingga akan keluar dalam bentuk droplet yang sangat kecil.

Apakah fogging nyamuk berbahaya bagi kesehatan manusia?

Fogging nyamuk penting dilakukan untuk cegah demam berdarah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kadar insektisida yang digunakan pada fogging nyamuk masih dalam dosis kecil. Dengan kata lain, keberadaannya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius pada manusia, selama fogging dilakukan dengan cara yang tepat.Meskipun demikian, Anda tetap dianjurkan untuk tidak terpapar insektisida yang digunakan pada fogging nyamuk. Beberapa risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan dari paparan insektisida ini adalah:
  • Iritasi pada saluran pernapasan, yang membuat hidung berlendir, gatal di tenggorokan, batuk, hingga kesulitan bernapas
  • Iritasi pada kulit, seperti kemerahan dan gatal-gatal
  • Iritasi pada mata, yang menyebabkan mata merah dan berair
  • Pusing
  • Mual hingga muntah
  • Diare
  • Reaksi alergi
Orang dengan gangguan kesehatan seperti asma, penyakit paru obstuktif kronis, dan gangguan saluran pernapasan lainnya sebaiknya tidak berada di dekat asap fogging nyamuk. Bayi dan anak-anak juga rentan mengalami masalah kesehatan akibat paparan zat kimia dalam insektisida fogging asap sehingga juga harus dijauhkan dari fogging.Mereka disarankan keluar dari rumah atau ‘diungsikan’ ke tempat lain ketika rumah Anda sedang di-fogging, untuk menghindari munculnya reaksi gangguan napas berat. Pastikan juga Anda membersihkan lantai maupun peralatan rumah tangga yang sering disentuh oleh anak, beberapa jam setelah fogging nyamuk dilakukan.

Apakah fogging memang efektif memberantas nyamuk?

Hingga saat ini, fogging nyamuk masih direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai salah satu langkah mencegah wabah demam berdarah.Fogging dapat membunuh nyamuk dewasa pembawa penyakit demam berdarah (DBD), sehingga populasinya akan berkurang. Meskipun demikian, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan fogging, seperti:
  • Dosis insektisida. Penggunaan dosis yang tepat tidak akan membahayakan kesehatan manusia.
  • Arah angin. Penyemprotan harus dilakukan dengan melihat arah angin, agar asap fogging nyamuk tidak mengganggu pandangan atau kenyamanan dalam beraktivitas.
  • Waktu pelaksanaan. Fogging nyamuk sebaiknya dilakukan pada pagi (jam 7-10) atau sore (jam 15-17). Pada siang hari, nyamuk sedang tidak beraktivitas dan asap fogging mudah menguap karena teriknya udara.
  • Cuaca. Fogging nyamuk tidak efektif bila dilakukan saat hujan.

Langkah lain untuk mencegah demam berdarah

Jangan lupa bersihkan tempat yang berisiko jadi sarang nyamuk.
Meski efektif, fogging nyamuk bukanlah satu-satunya langkah pencegahan penyakit demam berdarah. Apalagi, metode pengasapan ini hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik atau telur nyamuk yang menggenang di permukaan air dan dapat tumbuh menjadi nyamuk dewasa hanya dalam waktu 1 minggu.Oleh karena itu, Anda perlu melakukan langkah preventif lain untuk mencegah anggota keluarga Anda mengalami penyakit DBD, yaitu dengan:

1. Kegiatan 3M

Yang dimaksud dengan 3M yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas. Menguras bak mandi dilakukan bukan hanya mengganti airnya, tapi juga menyikat dinding bagian dalam bak, karena telur atau jentik nyamuk bisa menempel di dinding.Pengurasan juga sebaiknya dilakukan 1 minggu sekali, sesuai dengan daur hidup nyamuk. Bila memungkinkan, tempat air sebaiknya ditutup untuk mencegah nyamuk bertelur di situ.

2. Menaburkan bubuk abate

Bubuk abate bisa ditaburkan di bak mandi maupun tempat air yang kurang terjangkau untuk dikuras (misalnya talang air). Dosis penggunaan abate ialah 1 gram untuk 10 liter air dan bisa digunakan untuk membunuh larva nyamuk selama 3 bulan.

3. Menggunakan losion

Meski Anda sudah melakukan 3M, menaburkan bubuk abate, hingga fogging nyamuk, tidak ada salahnya tetap menggunakan losion antinyamuk sebelum tidur. Anda juga dapat menggunakan kelambu, termasuk menjadikannya sebagai pelindung saat bayi tidur

Catatan dari SehatQ

Fogging nyamuk biasanya dilakukan di selokan atau pekarangan rumah. Namun, WHO juga menyarankan fogging hingga ke dalam rumah agar nyamuk di sela-sela perabotan Anda juga bisa dibasmi.
dbdmalariagigitan nyamuk
Ristek Dikti. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=1695750&val=4901&title=EFIKASI%20INSEKTISIDA%20GOKILATH-S50EC%20DD-TRANSSIFENOTRIN%2050%20GL%20TERHADAP%20NYAMUK%20AEDES%20AEGYPTI%20DENGAN%20METODE%20PENGABUTAN%20THERMAL%20FOGGING
Diakses pada 10 September 2020
WHO. https://www.who.int/westernpacific/about/how-we-work/pacific-support/news/detail/05-05-2014-mosquito-fogging-will-not-harm-you-reminds-who-and-solomon-islands-ministry-of-health
Diakses pada 10 September 2020
Washington State Department of Health. https://www.doh.wa.gov/CommunityandEnvironment/Contaminants/Pesticides/Foggers
Diakses pada 10 September 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/waspada-demam-berdarah-dengue
Diakses pada 10 September 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/gerakan-bersama-melawan-demam-berdarah
Diakses pada 10 September 2020
Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id/17725/1/6450408034.pdf
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait