Mengenal Feromon, Hormon untuk Memikat Lawan Jenis


Feromon adalah senyawa yang ditemukan pada hewan dan berhubungan erat dengan daya tarik seksual serta fungsi dalam tubuh. Baca selengkapnya di sini.

(0)
04 Dec 2019|Anita Djie
Feromon adalah hormon yang bisa memikat lawan jenisFeromon dipercaya dapat menaril perhatial lawan jenis
Sekilas, feromon terdengar seperti nama brand dari produk yang terkenal, tetapi sebenarnya feromon adalah salah satu faktor yang bisa membantu Anda terlihat menarik di mata lawan jenis. Namun, apa itu feromon secara jelasnya?

Apa itu feromon?

Feromon (pheromone) adalah senyawa yang sebenarnya ditemukan di hewan dan memiliki fungsi yang serupa dengan hormon dalam tubuh manusia. Awalnya, feromon diperkirakan hanya ada pada hewan.Pada hewan, feromon berfungsi untuk memicu hasrat seksual, mempertegas daerah teritori, mengancam hewan lain, menjalin hubungan antara ibu dan anak-anaknya, dan lain sebagainya. Secara garis besar, terdapat empat jenis feromon dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu:
  • Signaler pheromone, feromon jenis ini bertujuan agar induk betina bisa mengenali anak-anaknya yang baru lahir. Signaler pheromone biasanya hanya bisa ditangkap oleh induk betina
  • Modulator pheromone, feromon yang mampu mengubah atau menyeimbangkan fungsi-fungsi tubuh dan dapat ditemukan pada keringat hewan
  • Releaser pheromone, feromon yang umumnya digunakan untuk menarik lawan jenis secara seksual
  • Primer pheromone, feromon yang dapat mempengaruhi kinerja tubuh, seperti siklus menstruasi, kehamilan, pubertas, dan sebagainya
Akan tetapi, terdapat suatu penelitian mengenai wanita yang sedang menstruasi yang menyatakan bahwa feromon adalah senyawa yang juga terdapat dalam manusia dari studi. Penelitian tersebut menemukan bahwa bau keringat dari wanita lain bisa mempercepat atau memperlambat siklus menstruasi wanita lainnya.Selain itu, terdapat juga penelitian lain yang menemukan bahwa feromon adalah penyebab dari siklus menstruasi yang lebih teratur pada wanita yang sering berhubungan seksual. Hal ini dikarenakan feromon menghambat penurunan hormon estrogen dan membuat wanita tersebut lebih subur.Terdapat juga riset yang menemukan bahwa aroma tubuh dari orang yang Anda suka akan terasa lebih menyenangkan dibandingkan dengan orang lain. Kemungkinan hal ini dikarenakan secara genetik Anda akan lebih tertarik pada aroma tubuh orang dengan daya tahan tubuh yang berbeda dengan Anda. Contohnya, jika daya tahan tubuh Anda lemah, Anda tertarik dengan orang yang memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dari Anda.Penelitian baru-baru ini mendapati feromon pada manusia yang bernama androstadienone yang berada dalam keringat pria dan mampu meningkatkan daya tarik pria dan kerjasama antar pria, serta menambah hasrat seksual pada wanita.Feromon pada manusia juga terkadang tidak terlihat dan karenanya sulit untuk dideteksi. Oleh karenanya, masih dibutuhkan studi lebih lanjut mengenai feromon dalam manusia.

Benarkan feromon dapat mendorong daya tarik seksual?

Hormon feromon pada manusia, berbeda dengan hewan. Pasalnya, feromon sangat tergantung secara individual dan sering tidak disadari. Salah satu fakta yang ditemukan, yaitu saat seseorang tertarik atau merasa jatuh cinta, kemungkinan hal itu dipengaruhi oleh bau yang dikeluarkan oleh tubuh. Aroma tubuh yang dianggap menarik dan menyenangkan akan tercipta tanpa kita sadari.Aroma atau bau yang dianggap menarik ini biasanya adalah bau yang memiliki imunitas terhadap penyakit tertentu. Hal ini dapat bermanfaat dalam jangka panjang, yaitu untuk menghasilkan keturunan yang lebih kuat dan sehat.

Feromon berperan dalam masa subur

Rangsangan pada indera penciuman juga sangat memengaruhi perilaku sosial dan seksual pada manusia. Sebuah penelitian menunjukan, wanita yang rutin berhubungan seksual memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur, jika dibandingkan dengan wanita yang hanya sesekali melakukan hubungan seksual. Kelompok wanita tersebut juga lebih subur karena penundaan penurunan kadar estrogen. Penyebab kondisi ini adalah feromon yang dihasilkan olah pria memengaruhi naik turunnya estrogen pada wanita.

Fungsi feromon pada manusia

Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut, tetapi riset yang telah dilakukan sebelumnya memberikan suatu inspirasi penggunaan feromon pada manusia. Feromon kemungkinan dapat digunakan sebagai cara untuk penanganan kemandulan dan berpotensi menjadi peningkat suasana hati yang dapat meringankan depresi dan mengatasi stres.Bahkan, sekarang ini sudah ada parfum yang berisi feromon atau mengandung feromon yang dipercaya mampu meningkatkan daya tarik wanita.Ada kabar yang mengatakan, wanita yang memakai parfum feromon mengalami peningkatan hubungan secara fisik dan emosional dengan pria. Akan tetapi keefektifan parfum berisi feromon masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Benarkan feromon dapat mendorong daya tarik seksual?

Hormon feromon pada manusia, berbeda dengan hewan. Pasalnya, feromon sangat tergantung secara individual dan sering tidak disadari. Salah satu fakta yang ditemukan, yaitu saat seseorang tertarik atau merasa jatuh cinta, kemungkinan hal itu dipengaruhi oleh bau yang dikeluarkan oleh tubuh. Aroma tubuh yang dianggap menarik dan menyenangkan akan tercipta tanpa kita sadari.Aroma atau bau yang dianggap menarik ini biasanya adalah bau yang memiliki imunitas terhadap penyakit tertentu. Hal ini dapat bermanfaat dalam jangka panjang, yaitu untuk menghasilkan keturunan yang lebih kuat dan sehat.

Feromon berperan dalam masa subur

Rangsangan pada indera penciuman juga sangat memengaruhi perilaku sosial dan seksual pada manusia. Sebuah penelitian menunjukan, wanita yang rutin berhubungan seksual memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur, jika dibandingkan dengan wanita yang hanya sesekali melakukan hubungan seksual. Kelompok wanita tersebut juga lebih subur karena penundaan penurunan kadar estrogen. Penyebab kondisi ini adalah feromon yang dihasilkan olah pria memengaruhi naik turunnya estrogen pada wanita.Berbagai peneliti memang telah melangkah untuk membuat studi khusus tentang Feromon buatan. David Berliner, ahli chemical signaling sekaligus CEO Pherin Pharmaceuticals, telah mengembangkan Feromon sintetis.Mengonfirmasi temuan Berliner, para Ilmuwan dipimpin Dr. Ivanka Savic dari Karolinska Institute, seperti dikutip penelitian menemukan bahwa bau mirip hormon “menghidupkan” hipotalamus otak, yang biasanya tidak diaktifkan bau biasa. Otak laki-laki dan perempuan memberikan respon sangat berbeda terhadap hormon.Hipotalamus perempuan aktif ketika mereka mencium bau zat kimia mirip dengan testosteron tetapi tidak dengan substansi menyerupai estrogen, sedangkan hipotalamus laki-laki memiliki respons berlawanan. Laki-laki beroleh hanya zat kimia seperti estrogen dan bukan mirip testosteron.Dengan kata lain, cara manusia secara kimia memandang lawan jenis sangat berbeda dari cara manusia memandang anggota dari jenis kelamin sejenis. Bila Anda tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan parfum berisi feromon. Namun efek feromon pada manusia masih belum terlalu jelas dan kontroversial.
hormon seksmenjalin hubungan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/232635.php#function
Diakses pada 3 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/news/20020320/got-pheromones-get-affection
Diakses pada 3 Desember 2019
WebMD. webmd.com/sex-relationships/features/sex-life-phermones#1
Diakses pada 3 Desember 2019
ABC News https://abcnews.go.com/Health/story?id=116833&page=1Diakses pada 5 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait