Benarkah Dopamine Detox Efektif untuk Mengatur Ulang Sistem Otak?


Dopamine detox dapat menghentikan kegiatan yang merangsang hormon kesenangan. Misalnya dengan berhenti minum alkohol, makan junk food, main games, atau browsing di media sosial. Tujuannya adalah untuk reset dan mengatur ulang sistem otak.

0,0
16 Jul 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dopamine detox dilakukan dengan menghentikan kegiatan yang merangsang hormon kesenangan, seperti main games, mengonsumsi makanan enak, minum alkoholSaat dopamine detox, Anda harus berhenti mengonsumsi maupun melakukan hal-hal yang membuat Anda senang
Dopamine detox adalah menghentikan kesenangan atau menahan kegiatan yang merangsang hormon kesenangan untuk jangka waktu tertentu. Caranya adalah dengan mengurangi aktivitas yang menyenangkan, seperti main media sosial, menonton video, bermain game, ngobrol, atau makan enak. Tujuannya adalah reset dan mengatur ulang otak Anda. 

Apa itu dopamin?

Dopamin adalah salah satu jenis neurotransmitter di otak yang diproduksi secara alami oleh tubuh sebagai pembawa pesan kimia. Zat ini memiliki banyak fungsi, seperti mengatur perilaku dan fisik yang meliputi:Kelebihan atau kekurangan produksi dopamin dapat menyebabkan kondisi kesehatan mental. Paparan terhadap tingkat rangsangan yang berlebihan dapat memicu gangguan yang menyebabkan ketergantungan pada zat atau aktivitas tertentu.

Mengenal dopamine detox

Dr. Cameron Sepah adalah pencipta dopamine detox. Tujuan dari dopamine detox adalah membebaskan dari ketergantungan para pasiennya pada rangsangan tertentu, seperti dering telepon maupun notifikasi SMS dan media sosial. Sebagian besar penelitiannya baru didasarkan pada terapi perilaku kognitif (CBT)Konsep umum di balik detoks Dr. Sepah adalah agar membiarkan orang merasa bosan, kesepian, atau aktivitas sederhana yang merangsang tingkat dopamin yang rendah. Idealnya orang akan mulai memerhatikan bagaimana rangsangan tertentu dapat mengalihkan perhatian mereka. Dr. Sepah kemudian mengidentifikasi enam perilaku kompulsif sebagai target dopamine detox, yaitu:Dengan berpuasa dari aktivitas yang memicu transmitter otak ini, orang menjadi kurang bergantung pada lonjakan emosional efek dopamin, yang menyebabkan ketergantungan dan kecanduan.

Cara kerja dopamine detox

Selama detoks dopamin, seseorang harus menghindari pemicu dopamin untuk jangka waktu tertentu. Idealnya, pada akhir proses detoks, seseorang akan lebih terpusat, seimbang, dan tidak terlalu terpengaruh oleh pemicu dopamin yang biasa mereka lakukan. Namun, sebenarnya manusia tidak akan bisa benar-benar detoks dopamin. Hal ini karena tubuh manusia secara alami memproduksi dopamin bahkan ketika tidak terkena rangsangan tertentu. Oleh karena itu, deskripsi yang lebih akurat dari dopamine detox adalah periode untuk menghentikan dan ‘mencabut’ aktivitas yang membuat kecanduan.  Melakukan hal ini akan berdampak positif jika dilakukan secara rutin sehingga konsep detoksifikasi dopamin pada dasarnya sama sekali tidak benar secara ilmiah.Itulah sebabnya Dr. Sepah sendiri mengatakan istilah dopamine detox tidak dimaksudkan untuk diartikan secara harfiah.

Dopamine detox menurut penlitian

Menurut profesor psikologi dan ilmu saraf di University of Michigan, detoksifikasi dopamin tidak akan mengatur ulang sistem di otak terkait rasa senang. Mengatur ulang kadar dopamin untuk meningkatkan kesenangan mungkin terletak pada kesalahpahaman tentang cara kerja dopamin.Beberapa dekade lalu, dopamin dianggap sebagai hormon rasa senang. Namun, peneliti sekarang lebih memahami cara kerja dopamin. Hormon ini dipahami sebagai senyawa yang terkait dengan motivasi. Artinya zat ini merupakan bagian penting untuk pengobatan kecanduan. Untuk menafsirkan hal ini, sebut saja contohnya notifikasi di handphone. Ketika handphone bunyi, inilah yang merangsang efek dopamin pada otak. Padahal mungkin saja isi pesannya bukan hal yang menggembirakan. Meskipun bunyi handphone dapat membuat efek senang, tapi jika terus-menerus berharap pada notifikasi handphone sebagai sumber dopamin konstan, maka hal tersebut akan mengganggu. Itulah sebabnya Anda ingin menjauhkan diri dari sumber pengganggu tersebut dengan puasa media sosial.Ada cara lain yang lebih sehat dan masuk akal untuk berhenti sejenak dari tuntutan gaya hidup yang selalu aktif, yaitu mode rehat atau pause. Rehat sejenak dapat dilakukan dengan berhenti sementara dari perangkat teknologi atau dari hal-hal yang selama ini membuat Anda candu. Peneliti dari New York University mengatakan bahwa kita semua bisa untuk pause sejenak dari berbagai hal. Namun untuk mengaitkan manfaat apa pun yang dirasakan dengan menurunkan kadar dopamin adalah cara yang berlebihan dan representasi yang salah dari kompleksitas sistem saraf.Peneliti juga mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kesepian dan kurang interaksi sosial akan dianggap oleh sistem saraf sebagai ancaman dan pemicu stres yang kuat. Singkatnya, dopamine detox sama sekali tidak didukung oleh bukti ilmiah.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang masalah kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan tidak sehatkecanduan main gamehormonmedia sosial
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/dopamine-detox#does-it-work
Diakses pada 5 Juli 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/what-is-dopamine-fasting#Can-a-dopamine-fast-cure-you-of-smartphone-addiction?
Diakses pada 5 Juli 2021.
Psych Central. https://psychcentral.com/blog/dopamine-fasting-probably-doesnt-work-try-this-instead#What-You-Should-Try-Instead
Diakses pada 5 Juli 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait