Manfaat Daun Patah Tulang Sebagai Obat Tradisional

Kebenaran maanfaat daun Patah Tulang sebagai obat tradisional untuk patah tulang hingga asma
Tertarik menggunakan daun patah tulang? Ketahui dulu kebenaran manfaatnya

Apa Anda pernah mendengar istilah daun patah tulang? Anda mungkin bertanya-tanya mengenai kaitannya dengan tulang yang patah.

Tumbuhan ini memang dipercaya memiliki khasiat mengobati fraktur atau patah tulang dan telah digunakan sebagai obat tradisional. Tapi benarkah khasiatnya sedahsyat itu?

[[artikel-terkait]]

Manfaat daun patah tulang menurut kepercayaan banyak orang

Tanaman patah tulang dengan nama ilmiah Euphorbia tirucalli (E. tirucalli) ini termasuk tumbuhan perdu yang memiliki ketinggian 4-12 m. Umumnya, daun tumbuhan berukuran kecil dengan panjang maksimal 2,5 cm.

Tumbuhan yang dikenal pula dengan pencil cactus ini mampu hidup di area dimana tanaman lain tidak bisa atau sulit untuk tumbuh. Misalnya, di kawasan tropis yang kering dengan curah hujan yang rendah, tanah bergaram, serta pada area ketinggian lebih dari 2.000 meter.

Tanaman patah tulang telah banyak digunakan sebagai obat tradisional. Namun bagian yang digunakan bukanlah daun patah tulang, melainkan getah, akar, hingga dahannya.

Penggunaan tanaman ini secara tradisional diyakini mampu mengatasi beragam gangguan kesehatan yang meliputi:

  • Impotensi.
  • Sakit gigi.
  • Wasir atau hemoroid.
  • Gigitan ular dan kalajenging.
  • Kutil.
  • Asma.
  • Sakit gigi.
  • Epilepsi.
  • Kolik.
  • Tumor.
  • Kanker.
  • Bisul di hidung.
  • Tulang yang nyeri.

Di samping manfaat di atas, jurnal tertentu juga menyebutkan bahwa tanaman patah tulang banyak digunakan di Pulau Jawa untuk menyembuhkan patah tulang. Penduduk setempat menggunakannya dengan cara mengaplikasikan dan menggosokkan getahnya ke area tubuh yang mengalami fraktur.

Seperti yang disebutkan di atas, khasiat didapatkan dari getahnya, bukan daun patah tulang. Bagi Anda yang baru mengetahui hal ini, bisa jadi kabar tersebut menjadi angin segar untuk menyembuhkan patah tulang.

Walau begitu, penting untuk digarisbawahi bahwa penemuan-penemuan tersebut hanya bersifat melaporkan apa yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Ini berarti, tentunya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan lebih luas yang bisa memberikan bukti ilmiah terhadap manfaat tanaman patah tulang untuk menyembuhkan fraktur maupun penyakit lain.

Anda juga harus berhati-hati dengan tanaman patah tulang ini. Jika mengenai mata, getahnya bisa mengakibatkan kebutaan sementara yang dapat berlangsung sampai beberapa hari hingga kebutaan permanen.

Tetap ke dokter untuk pengobatan patah tulang dan penyakit lainnya

Anda selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi medis yang Anda alami serta langkah pengobatan yang hendak Anda lakukan. Hal ini tidak terkecuali dalam penggunaan obat tradisional, termasuk penggunaan daun patah tulang sebagai penyembuhan alternatif untuk tulang yang patah.

Pengobatan medis dari dokter tetap harus menjadi langkah utama Anda dalam menyembuhkan patah tulang. Tindakan yang diambil dokter tentunya akan bergantung pada tingkat keparahan cedera fraktur yang Anda alami.

Penanganan medis yang dilakukan bisa berupa closed reduction maupun open reduction. Closed reduction adalah prosedur yang tidak memerlukan operasi untuk mengembalikan tulang ke posisi semula. Sementara open reduction merupakan penanganan dengan prosedur operasi.

Selain itu, mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Agar terhindar dari patah tulang, Anda dapat mengambil langkah pencegahan sederhana.

Mulai dari senantiasa menggunakan sabuk pengaman saat naik mobil, memakai helm saat naik motor dan bersepeda, hingga mengenakan alat pelindung khusus sesuai dengan olahraga yang Anda lakukan.

Bila ingin mengonsumsi obat dan suplemen penguat tulang, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Demikian pula ketika Anda tertarik untuk memakai daun patah tulang. Jangan sampai usaha menyehatkan tubuh malah berbalik merugikan Anda.

ACS Publication. https://pubs.acs.org/doi/full/10.1021/bk-2013-1127.ch001
Diakses pada 13 Juni 2019

Center for New Crops & Plants Products, Purdue University. https://hort.purdue.edu/newcrop/duke_energy/Euphorbia_tirucalli.html
Diakses pada 13 Juni 2019

Scientific Research and Essays Vol. 6(23). https://pdfs.semanticscholar.org/6a66/7ec5f13fe79082bc34a4bc02126b93b1ddc3.pdf
Diakses pada 13 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-fractures-basic-information
Diakses pada 13 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed