Benarkah Cukur Rambut Bayi Bisa Menebalkan Rambut Mereka?

Cukur rambut bayi dipercaya dapat menembalkan rambut bayi ketika tumbuh nanti
Cukur rambut bayi hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit kepala

Tidak semua bayi dilahirkan dengan rambut yang lebat. Sebagian lainnya mungkin dilahirkan volume rambut yang tipis atau hampir botak. Untuk menyiasati rambut yang tipis ini, tidak sedikit orangtua di Indonesia yang mempercayai bahwa cukur rambut bayi dapat merangsang pertumbuhan rambutnya menjadi lebat. 

Anggapan ini terus dipertahankan secara turun-temurun di masyarakat, tanpa ada bukti yang sahih akan kebenarannya. Oleh karena itu, mari kita telusuri kebenaran cukur rambut bayi yang dipercaya bisa menebalkan rambut mereka. 

Cukur rambut bayi bisa menebalkan rambut, benarkah?

Sebenarnya, cukur rambut bayi tidak berpengaruh pada seberapa tebal rambut mereka akan tumbuh nanti. Alasannya adalah rambut tumbuh dari folikel di bawah kulit kepala, sementara mencukur hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit. Hal ini tentu tak akan memengaruhi rambut yang tumbuh di folikel. 

Akan tetapi, ketika rambut yang dicukur tumbuh kembali, memang akan terasa lebih tebal karena ujung rambutnya sama panjang. Selain itu, tekstur rambut bayi juga dipengaruhi oleh faktor genetik sehingga gen dari orangtua memainkan peran dalam ketebalan rambutnya. 

Ketika lahir, bayi biasanya memiliki rambut yang tipis. Mencukur kepala bayi pun dapat menghilangkan rambut bayi (vellus) hingga mendorong munculnya ‘rambut dewasa’. Perubahan rambut bayi tersebut biasanya terjadi selama tahun pertama

Namun, meski tidak bercukur, perubahan tersebut bisa terjadi secara alami. Masing-masing helai rambut memiliki dua fase, yaitu fase pertumbuhan dan fase istirahat, yang bisa rontok dan tumbuh dengan sendirinya. 

Tips cukur rambut bayi

Sebelum mencukur rambut bayi, perhatikan apakah ia memiliki cradle cap (dermatitis seboroik pada bayi) atau tidak. Mencukur rambut bayi ketika memiliki cradle cap dapat mengiritasi kulit dan memperburuk kondisinya. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati dengan bagian atas kepala bayi yang sangat lunak (fontanel) karena bisa saja terluka oleh alat cukur. Jadi, Anda tak perlu terburu-buru melakukannya. 

Namun, mencukur rambut bayi juga bisa memberi beberapa keuntungan, seperti membuat Anda lebih cepat mengetahui bila ada masalah pada kulit kepala bayi, memudahkan Anda membersihkan kepala bayi, dan membuat bayi merasa lebih nyaman karena mengurangi kegerahan. Oleh sebab itu, jika Anda memutuskan untuk mencukur bayi, berikut tips cukur rambut bayi yang dapat Anda ikuti:

  • Pilih waktu yang tepat

Pilihlah waktu di mana bayi terlihat tenang atau bahagia. Ketika bayi terlelap mungkin dapat menjadi pilihan waktu terbaik karena mereka tak akan banyak bergerak. Selain itu, pastikan juga bayi berada dalam keadaan kenyang agar ia tidak terbangun dan rewel ketika dicukur.

  • Posisikan yang aman dan nyaman

Posisikan bayi dengan aman dan nyaman agar kepalanya tidak terkilir. Taruhlah handuk kecil sebagai alas di bawah kepalanya. Selanjutnya, angkat kepala bayi sedikit dan cukurlah secara perlahan.

  • Gunting rambut yang panjang terlebih dahulu

Guntinglah rambut bayi Anda yang panjang terlebih dahulu. Lakukanlah dengan hati-hati agar mereka tidak terkejut.

  • Basahi sedikit rambut bayi

Sebelum mencukur, basahi sedikit rambut bayi. Ini akan memudahkan Anda untuk mencukur rambutnya. Usapkan sedikit air secara perlahan pada rambut bayi.

  • Gunakan trimmer rambut bayi

Akan lebih baik jika Anda menghindari pisau cukur biasa karena dikhawatirkan akan melukai kepala bayi. Gunakanlah trimmer rambut yang memang dikhususkan untuk mencukur rambut bayi. Selain itu, alat ini juga merupakan pilihan yang jauh lebih aman.

  • Cukur sisa-sisa rambut

Cukurlah sisa-sisa rambut bayi dengan trimmer rambut. Mulailah dari bagian belakang kepala, Anda dapat mencukur rambutnya dari tengkuk ke atas, kemudian mencukur bagian atas kepala dari depan ke belakang. 

Jika bayi terbangun, Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan menggunakan mainan bayi. Namun, mencukur bayi ketika mereka bangun harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena bayi bisa melakukan gerakan secara tiba-tiba. Jadi, sebaiknya hentikan proses mencukur jika bayi terbangun dan menangis.

  • Mandikan air hangat

Setelah dicukur, mungkin banyak rambut-rambut yang menempel pada tubuh atau pakaian bayi. Oleh sebab itu, mandikan bayi dengan air hangat untuk menghilangkan semua rambut yang menempel.

  • Pijatkan baby oil

Jika sudah mandi, pijatkan sedikit baby oil pada kepala bayi untuk mencegah kulitnya kering dan gatal. Metode ini juga akan membantu menenangkan bayi.

Bila Anda ragu untuk mencukur rambut bayi Anda sendiri, Anda bisa membawanya ke salon khusus bayi. Terdapat berbagai salon dengan para tenaga profesional yang biasa mencukur bayi. Rambut mereka pun akan dicukur dengan hati-hati sehingga risiko kepala bayi terluka akan berkurang.

Momlovesbest. https://momlovesbest.com/shave-baby-hair
Diakses pada 03 Februari 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_is-it-true-that-shaving-a-babys-head-or-cutting-his-hair-ver_10303163.bc
Diakses pada 03 Februari 2020

Artikel Terkait