Benarkah Covid-19 Menyebabkan IQ Turun? Ini Penjelasannya


Covid-19 disinyalir dapat menyebabkan penurunan IQ pada pasien yang telah sembuh. Besarnya penurunan tergantung pada keparahan gejala yang sebelumnya dialami penderita.

0,0
27 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Covid-19 disinyalir menurunkan IQ pasien yang telah sembuhPenderita yang telah pulih dari Covid-19 berisiko mengalami penurunan IQ
Covid-19 menghadirkan sebuah fenomena yang tidak biasa sekaligus patut diwaspadai. Fenomena ini berkaitan dengan penurunan kinerja otak atau IQ yang dialami penderita Covid-19 yang sudah sembuh. Untuk memahami masalah ini, mari kita kenali lebih jauh kaitan antara Covid-19 dengan fungsi otak penderitanya.

Benarkah Covid-19 menyebabkan IQ turun?

Sebuah studi tahun 2020 yang dipublikasikan di MedRxiv menunjukkan bahwa virus corona disinyalir dapat memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan penurunan kognitif yang setara dengan penuaan otak sekitar 10 tahun.Penelitian tersebut menganalisis hasil Great British Intelligence Test pada 84 ribu orang di Inggris yang telah pulih dari Covid-19. Tes kognitif yang dilakukan meliputi kemampuan pemecahan masalah, memori kerja, perhatian selektif, dan pemrosesan emosional. Ternyata, hasil menunjukkan bahwa pasien Covid-19 yang sudah pulih memiliki kinerja yang lebih buruk pada tes kognitif. Besarnya penurunan kognitif yang dialami penyintas berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan gejala Covid-19. 
wanita mengalami penurunan kognitif setelah Covid
Besarnya penurunan kognitif tergantung pada keparahan gejala saat terkena Covid-19
Pasien Covid-19 yang pernah dirawat di rumah sakit dan dipasangi ventilator mengalami penurunan kinerja otak yang setara dengan penuaan selama 10 tahun atau 8,5 poin IQ. Sementara itu, penderita yang pulih dengan perawatan di rumah mengalami defisit yang setara dengan penurunan 4 poin IQ atau penuaan otak sekitar lima tahun.Alhasil, penurunan fungsi otak ini dapat berdampak pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Beberapa bulan setelah pulih dari Covid-19, para penyintas bahkan melaporkan terjadinya brain fog alias ‘kabut otak’ yang ditandai dengan ketidakmampuan dalam berkonsentrasi atau fokus seperti sebelumnya. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apakah efek tersebut akan bertahan untuk jangka waktu yang lama pada pasien Covid-19 yang sudah pulih. Bisa jadi penurunan fungsi otak ini hanya bersifat sementara atau bahkan berlanjut hingga menyebabkan kerusakan permanen pada fungsi otak. Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan masalah ini di kemudian hari.

Cara mengatasi brain fog akibat Covid-19

Walaupun Covid-19 berisiko menyebabkan penderitanya mengalami penurunan fungsi kognitif hingga IQ, ada beberapa yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah ini.
  • Tidur dengan cukup

pria tidur dengan cukup
Tidur dengan cukup bantu memulihkan otak dan membuatnya lebih fresh
Pastikan Anda mendapat tidur dengan cukup selama 7-9 jam setiap malam. Tidur merupakan hal yang paling penting untuk memulihkan otak dan membuatnya lebih freshSelama tidur, otak bahkan membersihkan racun yang disebut beta-amiloid yang bisa menyebabkan Alzheimer.
  • Mengonsumsi makanan bergizi

Diet MIND merupakan kombinasi dari diet mediterania dan diet DASH. Diet ini menekankan pada konsumsi sayuran hijau dan buah beri yang dapat membantu meningkatkan kesehatan otak. Anda juga bisa menambahkan cokelat hitam ke dalam diet. Kandungan flavanol dalam biji kakao dapat meningkatkan ingatan dan fungsi kognitif. Selain rasanya lezat, asupan ini juga menyehatkan.
  • Rutin berolahraga

Setelah pulih dari Covid-19, sebaiknya Anda berolahraga secara rutin. Olahraga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk otak. Anda dapat berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Berbagai kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan kognitif Anda dengan meningkatkan aliran darah ke otak dan memacunya untuk membuat sel-sel baru yang sehat.
  • Luangkan waktu untuk bermeditasi

melakukan meditasi
Meditasi dapat membuat otak lebih tenang
Lakukanlah meditasi sekitar 5-10 menit. Kegiatan ini dapat mengurangi kecemasan, stres, dan kelelahan sehingga otak Anda lebih tenang. Selain membuat tidur lebih nyenyak, meditasi juga bisa membantu Anda untuk lebih fokus.
  • Mencoba hal baru

Setelah pulih dari Covid-19. cobalah untuk membangun keterampilan baru, misalnya memasak, membuat kerajinan, atau bermain alat musik. Kegiatan ini dapat membantu menjaga otak tetap sehat dengan terus menciptakan koneksi baru antara sel-sel otak. 
  • Bersosialisasi

Simpan dulu gawai Anda. Luangkan waktu Anda untuk lebih banyak mengobrol dengan keluarga, pasangan, atau teman. Saat bersosialisasi, darah bersirkulasi ke beberapa bagian otak yang berbeda dan membuatnya bekerja lebih baik. Terhubung dengan orang lain juga membuat Anda terhindar dari depresi.Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
coronavirus
MedRxiv. https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.10.20.20215863v1.full.pdf
Diakses pada 27 Juli 2021
Web MD. https://www.webmd.com/lung/news/20201028/study-shows-covid-19-may-cause-brain-aging
Diakses pada 27 Juli 2021
Web MD. https://www.webmd.com/brain/features/keeping-your-brain-fit-for-life
Diakses pada 27 Juli 2021
Republika. https://www.republika.co.id/berita/qiy4ph368/studi-sebut-covid19-bisa-buat-otak-menua-hingga-iq-turun
Diakses pada 27 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait