Benarkah Cinta Pandangan Pertama Itu Fakta, Atau Hanya Mitos Belaka?

Cinta pandangan pertama sering ditafsirkan sebagai cinta yang Anda rasakan saat pertama kali melihat seseorang
Beberapa orang ada yang mengaku jatuh cinta pandangan pertama dengan seseorang sejak pertama melihatnya

Beberapa orang ada yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gebetan atau calon pasangannya sejak pertama kali melihatnya. Sebagian orang lainnya menganggap cinta pandangan pertama merupakan hal yang terkesan klise atau bahkan mengada-ada. 

Memang cinta pandangan pertama seolah menjadi skenario yang sepertinya hanya dapat terjadi di layar kaca, tetapi sesungguhnya hal tersebut bisa Anda alami di dunia nyata, lho. Akan tetapi, benarkah cinta pandangan pertama itu fakta, atau hanya mitos belaka? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini. 

Apa itu cinta pada pandangan pertama?

Cinta pandangan pertama adalah cinta yang dirasakan saat pertama kali melihat seseorang
Cinta pandangan pertama adalah suatu perasaan yang didasari oleh nafsu

Istilah cinta pada pandangan pertama yang beredar di masyarakat sebenarnya masih keliru dan belum dapat dipahami dengan jelas. Hal ini karena saat menyebutkan cinta pada pandangan pertama banyak orang menafsirkan itu sebagai cinta yang Anda rasakan saat pertama kali melihat seseorang yang Anda sukai. 

Seorang psikolog asal Amerika mengemukakan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah suatu perasaan yang didasari oleh nafsu pandangan pertama karena yang pertama kali dilihat oleh mata adalah penampilan fisik. Maka dari itu, bisa jadi ketertarikan fisiklah yang sebenarnya dapat muncul. 

Psikolog tersebut juga mengatakan bahwa cinta yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh. Jadi, perlu waktu yang cukup untuk dapat menentukan apakah itu cinta atau hanya sekadar ketertarikan fisik semata. 

Cinta pandangan pertama pada gebetan atau calon pasangan hanyalah sebuah ketertarikan yang menggelora dalam hati saat itu, tetapi tidak mendalam. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan bahwa cinta ini tidak akan bisa dibawa ke arah hubungan yang lebih serius. 

Sangat jarang terjadi pada cinta pandangan pertama bisa berlanjut ke hubungan yang lebih mendalam karena seiring berjalannya waktu, ternyata apa yang Anda pikirkan tentang seseorang tersebut bisa saja tidak sesuai dengan kenyataannya. Namun, ini tidak saklek.

Pasalnya, mungkin ada beberapa pasangan yang mulanya hanya tertarik secara fisik, lalu setelah mengenal sosok satu sama lain secara lebih mendalam, cintanya terus tumbuh. 

Tanda-tanda jatuh cinta pada pandangan pertama

Ada beberapa tanda yang dianggap sebagai jatuh cinta pada pandangan pertama, yaitu:

1. Perut terasa mual saat bertemu Si Dia

Perut terasa mual atau dikenal pula dengan istilah butterfly in the stomach (kupu-kupu dalam perut) saat bertemu Si Dia, bisa jadi salah satu tanda Anda jatuh cinta pada pandangan pertama. 

Menurut para ahli, hal tersebut dapat terjadi karena perasaan manusia dapat memengaruhi sistem pencernaan. Berdasarkan hasil laporan Harvard Health, adanya hubungan pencernaan dan otak yang erat membuat Anda merasakan sesuatu pada perut ketika mengalami berbagai emosi, termasuk senang, sedih, cemas, atau marah. 

Jadi, perut terasa mual atau butterfly in the stomach bisa jadi akibat campuran rasa gembira dan senang yang Anda rasakan saat bertemu seseorang yang benar-benar Anda sukai. 

2. Anda ingin tahu apa pun mengenai dirinya

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang dan rasanya ingin tahu apa pun mengenai dirinya? Jika pernah, ini merupakan pertanda baik. Kekaguman yang tulus dan pemikiran apa pun mengenai seseorang merupakan tanda bahwa Anda sedang jatuh cinta padanya saat itu juga. 

Namun perlu diingat, jika tertarik pada seseorang bukan berarti Anda dan dirinya dapat menjadi pasangan yang ideal. Mencari tahu dan mengenal seseorang lebih dalam merupakan salah satu cara apakah Anda dan orang tersebut memiliki kecocokan atau tidak. 

3. Dia adalah satu-satunya orang yang Anda lihat

Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior mengungkapkan bahwa ketika Anda merasa tertarik dengan seseorang, Anda ingin melihat Si Dia sesering mungkin. 

Menjaga kontak mata juga bisa menjadi salah satu teknik flirting yang baik. Sebab, bahasa tubuh ini menunjukkan kalau Anda tertarik pada hal yang ia bicarakan. Jadi, mengunci pandangan pada seseorang yang disuka dapat membuat Anda merasa jatuh cinta padanya. 

4. Merasa akrab

Saat mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama, biasanya Anda akan merasa seperti pernah bertemu dengan orang tersebut. Tidak ada perasaan terpaksa, semua berjalan nyaman seakan Anda sudah akrab sebelumnya. 

Merasakan kenyamanan seperti ini dengan seseorang merupakan pertanda baik jika kalian berdua memiliki hubungan yang berjalan baik. 

5. Tertarik dengan sikapnya

Merasa tertarik dengan sikap seseorang dapat menjadi tanda jatuh cinta, termasuk pada pandangan pertama. Misalnya, Anda tertarik pada caranya berjalan, caranya berbicara, atau cara ia bersikap pada orang-orang di sekitarnya.  

Cinta pandangan pertama, mitos atau fakta? 

Banyak orang menganggap cinta pandangan pertama memang benar adanya
Cinta pandangan pertama seringkali digambar dengan perasaan gembira

Walaupun banyak ahli menganggap ini sebagai mitos, beberapa orang meyakini bahwa cinta pandangan pertama memang benar adanya. Perasaan gembira yang membuncah dan debaran jantung tak beraturan membuat mereka yakin bahwa ia menemukan cintanya pada pertama kali melihat seseorang. 

Selain itu, perasaan dejavu atau déjà vu juga bisa menyertai hal ini. Perasaan di mana Anda merasa telah mengenal orang tersebut di masa lalu, padahal jelas-jelas Anda baru melihatnya 5 detik yang lalu. Atau mungkin pada pandangan pertama Anda merasa separuh diri Anda, seperti tertarik ke arahnya layaknya sebuah magnet. 

Namun, bagaimanapun juga, Anda tetap memerlukan relasi dan interaksi secara langsung untuk menentukan apakah Si Dia benar-benar sosok yang Anda cintai atau bukan. 

Maka dari itu, Anda harus mengakui bahwa sebenarnya Anda tidak benar-benar mencintainya pada pandangan pertama. Harus ada relasi yang terjalin dengan baik untuk mencintai seseorang karena cinta tidak datang secara instan. 

Cinta pandangan pertama biasanya hanya dibatasi dengan persepsi visual
Berawal dari tatapan, cinta pandangan pertama dapat berubah menjadi lebih dalam

Usaha untuk mengenal seseorang dapat bersifat kognitif, yaitu berdasarkan apa yang ia katakan kepada Anda, dan emosi apa yang dia ungkapkan. Kemudian, bisa melalui nada suara, caranya berperilaku, hingga bagaimana dia menyikapi sesuatu. 

Hal tersebut tidak berarti bahwa semua jenis perkenalan semacam itu diperlukan untuk “mencintai pada pandangan pertama”. Namun, untuk menegaskan bahwa itu benar-benar cinta atau bukan, tidak dapat dibatasi hanya dengan persepsi visual. 

Perkenalan semacam ini membuat Anda bisa lebih banyak menilai dan mempertimbangkan banyak hal. Misalnya, apakah Si Dia memiliki selera humor yang sama dengan Anda? Apakah visi, misi, dan sikapnya sesuai dengan nilai yang Anda anut? Atau apakah Anda merasa nyaman apabila berada di dekatnya?

Evaluasi semacam itu dapat terjadi pada tahapan yang lebih dari sekadar tatapan atau pertemuan pertama. Nah, dari situlah cinta pada pandangan pertama dapat berubah menjadi lebih dalam dan berkelanjutan. 

Catatan dari SehatQ

Meski banyak ahli menganggap ini sebagai mitos, beberapa orang menganggap bahwa cinta pada pandangan pertama benar-benar terjadi. Cinta pandangan pertama pada gebetan atau calon pasangan hanyalah sebuah ketertarikan yang menggelora saat itu dan bersifat tidak mendalam. 

Namun, mungkin ada beberapa pasangan yang mulanya hanya tertarik secara fisik pada pandangan pertama, lalu setelah mengenal sosok satu sama lain secara lebih mendalam, cintanya menjadi terus tumbuh. 

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/what-would-aristotle-do/201307/is-there-love-first-sight

Diakses pada 6 April 2020

Psychologies. https://www.psychologies.co.uk/love/love-at-first-sight.html

Diakses pada 6 April 2020

Bustle. https://www.bustle.com/p/is-love-at-first-sight-real-5-signs-its-happening-to-you-6746694

Diakses pada 6 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28685177

Diakses pada 6 April 2020

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/the-gut-brain-connection

Diakses pada 6 April 2020

Artikel Terkait