logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Buah Kering Lebih Menyehatkan dari Buah Segar, Benarkah?

open-summary

Buah kering mengandung lebih banyak serat dibanding buah segar, tapi di sisi lain kandungan gula dan kalorinya juga lebih tinggi. Oleh karena itu, meski bisa memberikan beberapa manfaat, konsumsi buah kering juga perlu dibatasi


close-summary

5

(1)

23 Des 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Buah kering tinggi serat dan kalori

Buah kering mengandung lebih banyak serat

Table of Content

  • Buah kering telah melalui proses ini
  • Manfaat mengonsumsi buah kering
  • Risiko kesehatan akibat buah kering

Buah kering akhir-akhir ini makin dicari seiring dengan naiknya tren makanan sehat. Sebab, makanan manis ini seringkali dijadikan toping untuk menambah rasa pada makanan sehat, seperti yogurt dan oatmeal. Bahkan, sering digadang-gadangkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Advertisement

Lantas, apakah buah yang dikeringka juga bisa memberikan manfaat untuk kesehatan?

Sama seperti buah segar, buah yang satu ini memang masih bisa memberikan manfaat untuk tubuh.

Namun, karena proses pengolahannya, ada beberapa risiko yang mungkin muncul apabila Anda mengonsumsi secara berlebihan.

Buah kering telah melalui proses ini

Buah kering adalah buah yang sudah melalui proses pengeringan melalui penjemuran ataupun metode lain hingga kandungan airnya hilang atau berkurang drastis. Setelah dikeringkan, ukuran buah akan menciut.

Dengan cara pengeringan, makanan akan awet sampai dengan 5 hari hingga 2 minggu. Bahkan, bisa lebih lama bila dikemas dengan plastik kedap udara.

Salah satunya, kismis adalah produk buah yang kering populer. Selain itu, buah lain seperti aprikot, kurma, buah ara, dan buah prune juga kerap diolah dengan cara ini.

Baca Juga

  • 11 Manfaat Kacang Panjang, Salah Satunya Memperbesar Payudara
  • Lecithin adalah Zat Berlemak dari Tanaman dan Hewan, Ini Manfaatnya
  • 10 Cara Mengajarkan Kebiasaan Makan yang Baik pada Anak

Tak jarang, produsen menambahkan sulful dioksida atau bahan yang bekerja sebagai antibakteri untuk membuat buah tambah awet.

Jadi, sangat wajar bila buah-buahan kering memiliki kandungan sulful dioksida.

Pada orang yang sensitif, kandungan memicu bisa sesak napas, sakit kepala, dan gatal.

Proses pengeringan pada buah juga bisa menjadi salah satu jalan untuk mengawetkannya, karena tidak mudah busuk meski disimpan di suhu ruangan.

Untuk menambah rasa, proses pengeringan buah juga disertai penambahan bahan baku lain seperti gula, dan menjadikannya sebagai manisan buah.

Manfaat mengonsumsi buah kering

Mengonsumsi buah yang dikeringkan bisa menghadirkan manfaat untuk kesehatan, seperti:

1. Memberikan energi untuk gaya hidup aktif

Buah yang dikeringkan mengandung banyak kalori, sehingga baik dikonsumsi orang yang memiliki gaya hidup aktif.

Saat mengonsumsi sebagai sumber energi, tentu Anda tetap perlu memerhatikan total kalori yang masuk ke tubuh.

Asupan ini baik dijadikan sumber kalori, tapi tetap tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan, apalagi jika buah tersebut mengandung tambahan gula.

Untuk Anda yang hobi mengonsumsinya, pastikan menyeimbangkan asupan kalori dengan mengurangi kalori berlebih dari makanan lain yang tidak sehat seperti gorengan atau fastfood.

2. Kaya akan serat dan antioksidan

Buah kering adalah asupan yang tinggi nutrisi. Bahkan, mengandung serat 3,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan buah segar.

Tidak hanya itu. Makanan ini juga bisa menjadi sumber antioksidan yang baik untuk tubuh.

Jenis antioksidan yang terkandung adalah polifenol, yang secara medis terbukti dapat melancarkan aliran darah, menyehatkan saluran pencernaan dan mengurangi risiko terjadinya penyakit berbahaya.

3. Membantu mengurangi risiko diabetes

Kebanyakan, produk yang dijual di pasaran sudah mengandung tambahan gula sehingga tidak baik bila dikonsumsi oleh orang dengan riwayat diabetes.

Namun, buah yang kering alami dan tidak mengandung gula tambahan sebenarnya bisa membantu mengurangi risiko diabetes, terutama kismis.

Kismis adalah anggur kering yang secara alami mengandung banyak serat, kalium, dan berbagai komponen sehat lainnya. Kismis juga merupakan makanan dengan indeks glikemik sedang.

Artinya, buah ini tidak akan langsung meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Hal ini membuat kismis alami yang tidak ditambahkan gula, dianggap bisa membantu mengurangi risiko seseorang terkena diabetes.

Baca Juga: Mengenal Ragam Manfaat Kismis, Si Manis yang Menyehatkan

4. Baik untuk ibu hamil

Buah kering seperti kurma, merupakan sumber serat, kalium, dan zat besi yang sangat baik untuk ibu hamil.

Menurut penelitian, mengonsumsi kurma secara teratur beberapa minggu sebelum persalinan juga dapat membantu melancarkan proses melahirkan.

Kurma dianggap bisa membantu melebarkan leher rahim menjelang persalinan, sehingga kebutuhan untuk induksi bisa berkurang.

Risiko kesehatan akibat buah kering

Meski memiliki manfaat untuk kesehatan, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan. Pasalnya, kadar gula di beberapa buah kering kemasan  termasuk tinggi. 

Jadi, konsumsi buah kering meningkatkan asupan gula harian Anda. Karena pemrosesan buah yang dikeringkan, buah yang dikeringkan tentu mengalami penurunan kadar nutrisi.

Oleh karena itu, buah ini tidak disarankan untuk Anda yang sedang membatasi asupan gula karena diet ataupun riwayat diabetes. Konsumsi gula berlebih juga bisa akan meningkatkan risiko munculnya penyakit jantung.

Khususnya pada kismis tinggi gula, beberapa bahaya makan kismis yang mengancam adalah:

  • Berat badan berlebih
  • Alergi kismis
  • Dehidrasi.

Selain kismis, buah plum kering berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Sebab, kandungan sorbitolnya membuat perut bergas. Perut pun terasa begah. Bahkan, bisa memicu diare atau susah buang air besar.

Selain gula, risiko gangguan kesehatan pun mungkin muncul akibat tingginya jumlah kalori jika dibandingkan dengan buah segar. Seperti yang diketahui, kelebihan kalori dapat berujung pada kenaikan berat badan

Selain itu, agar lebih aman, sebaiknya pilih buah yang dikeringkan secara alami dan ingat bila buah yang kering bukanlah pengganti buah segar.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang manfaat buah kering serta risikonya bagi kesehatan tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

makanan sehatmakanan tidak sehatbuah dan sayuran

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved