logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Benarkah Ada Manfaat Air Kencing dari Terapi Urine?

open-summary

Manfaat air kencing dari terapi urine dipercaya dapat menyembuhkan jerawat, alergi, hingga kanker. Namun, sayangnya di balik mitos manfaat kesehatan tersebut, terdapat risiko yang perlu diwaspadai.


close-summary

3 Mar 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Terapi urine dipercaya bisa maksimalkan manfaat air kencing untuk kesehatan tubuh

Terapi urine dengan mengambil manfaat air kencing masih sering dilakukan

Table of Content

  • Apa itu terapi urine?
  • Mitos manfaat air kencing dari terapi urine
  • Risiko menjalani terapi urine
  • Penelitian dalam dunia medis

Pernah dengar orang yang minum air kencingnya sendiri untuk menyembuhkan penyakit? Ini mungkin terdengar menjijikan. Namun nyatanya, metode yang disebut terapi urine ini sudah dicoba banyak orang, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu.

Advertisement

Masalahnya, apakah terapi urin benar-benar aman dilakukan? Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan secara jelas khasiat air kencing dari terapi tersebut. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Apa itu terapi urine?

Terapi urine ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Menurut catatan yang ada, memanfaatkan air kencing sebagai obat telah digunakan sejak kerajaan Yunani, Mesir, dan Romawi masih berkuasa.

Mereka percaya, minum urine bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sebab, urine yang keluar dari dalam tubuh disebut mengandung berbagai zat penting.

Mengutip dari Healthline, sebagian besar urine terdiri dari air. Selain air, urine juga mengandung urea, asam urat, kreatinin, elektrolit, fosfat, dan asam organik dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Cairan ini mengandung protein, tapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak signifikan untuk memengaruhi fungsi apapun di tubuh.

Orang yang menjalani terapi air kencing ini pun mengklaim bahwa air seni yang keluar dari dalam tubuh kita dalam kondisi steril. Hal tersebut tidak tepat.

Memang, saat urine berada di dalam ginjal, kondisinya masih steril. Namun, begitu sudah keluar dari tubuh, cairan ini tidak lagi steril.

Walaupun tidak beracun, perlu pula Anda ingat bahwa sebersih apapun area genital, tetap saja ada bakteri yang memang secara normal menetap di sana.

Mitos manfaat air kencing dari terapi urine

Hingga saat ini, manfaat air kencing masih menjadi topik perdebatan. Klaim yang ada seputar khasiat air kencing dari terapi urine pun cukup terdengar.

Bahkan, metode ini disebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya. Padahal, belum termasuk kedalam jenis pengobatan alternatif yang resmi.

Berikut adalah beberapa mitos manfaat terapi urine yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit, seperti:

  • Alergi
  • Jerawat
  • Kanker
  • Penyakit jantung
  • Infeksi
  • Luka
  • Hidung tersumbat
  • Hipertensi
  • Ruam merah atau gangguan lainnya di kulit
  • Sengatan binatang

Maka dari itu, tidak mengherankan banyak orang yang tertarik mencoba dan mempercayai manfaat air kencing untuk kesehatan.

Namun, sekali lagi, belum ada penelitian yang bisa membuktikan secara pasti manfaat air kencing dari terapi urine ini.

Baca Juga

  • 7 Manfaat Berenang di Laut untuk Fisik dan Mental
  • Bentonite Clay, Zat Abu Vulkanik yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan
  • Cara Kerja Innate Immunity, Kekebalan Tubuh Bekal dari Lahir

Risiko menjalani terapi urine

Urine yang keluar dari tubuh memang tidak beracun. Namun, tidak menutup kemungkinan terapi urin bisa meningkatkan risiko masuknya bakteri, racun, dan zat berbahaya lainnya.

Berdasarkan sebuah studi, urine yang keluar bisa saja menimbulkan penyakit karena mengandung berbagai zat berbahaya bagi kesehatan, seperti:

1. Bakteri

Tubuh itu sarang bakteri, bakteri baik maupun bakteri penyebab penyakit. Tidak terkecuali saluran kencing yang juga mengandung berbagai jenis bakteri.

Pada kondisi normal, bakteri tersebut tidak berbahaya. Saat urine keluar dari saluran kencing, maka cairan ini otomatis akan terpapar bakteri dari saluran maupun bakteri di sekitar area genital.

Jika Anda melakukan terapi dengan cara meminumnya, urine yang sudah terpapar bakteri itu akan masuk ke tubuh. Risikonya adalah menambah jumlah bakteri dan kemungkinan terjadinya infeksi atau gangguan pencernaan.

2. Zat sisa

Urine mengandung produk sisa metabolisme melalui penyaringan darah di dalam tubuh. Sisa metabolisme memang harus dikeluarkan dari tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit. 

Hal ini adalah salah satu cara kerja tubuh dalam mengurangi racun yang berbahaya. 

Bukannya mendapat manfaat dari terapi urine, zat yang seharusnya sudah keluar dari tubuh bisa saja akan menambah beban kerja ginjal.

3. Obat-obatan

Lalu, terapi urine juga tidak disarankan apalagi jika Anda rutin mengonsumsi obat-obatan. Obat yang masuk ke tubuh akan menjalani proses pengolahan agar bisa diserap.

Sementara itu, saat buang air kecil, sisa metabolisme akan dikeluarkan melalui urine. Melalui terapi urin, kemungkinan Anda kembali mengonsumsi bahan-bahan obat yang sudah dikeluarkan.

Penelitian dalam dunia medis

Bagi Anda yang ingin merakan manfaat dari terapi urine, sebaiknya berpikir terlebih dahulu. Dalam dunia medis, hingga sekarang keamanan dan manfaat terapi ini masih dipertanyakan.

Apalagi, penelitian yang dilakukan pun masih bersifat in vitro (percobaan menggunakan sel manusia) atau in vivi (percobaan menggunakan sel tubuh hewan).

Padahal, agar terapi ini sampai ke titik aman perlu penelitian berupa uji klinis. Yaitu, membandingkan terapi urine dengan pengobatan yang sudah umum. Ditambah pengujian kembali untuk melihat efek pada hewan dan juga manusia.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai terapi urine atau pengobatan alternatif lainnya? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit ginjalurinedarah dalam urinepenyakit hatihidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved