Belum Tentu Keguguran, Pendarahan Saat Hamil Tapi Janin Sehat Bisa Saja Terjadi


Pendarahan saat hamil tapi janin sehat bisa saja terjadi karena posisi plasenta hingga iritasi serviks. Jadi belum tentu keguguran.

(0)
31 Dec 2020|Azelia Trifiana
Perdarahan yang terjadi saat kehamilan belum tentu keguguranPerdarahan yang timbul belum tentu keguguran
Kata flek atau pendarahan bisa jadi momok tersendiri bagi perempuan yang sedang mengandung. Padahal, bisa saja terjadi pendarahan saat hamil tapi janin sehat. Bahkan ini termasuk salah satu gejala yang umum dialami saat sedang hamil.Bahkan sejak trimester pertama saja, bisa terjadi flek atau spotting. Berlanjut hingga trimester kedua dan ketiga, perdarahan normal juga bisa terjadi. Namun, bukan berarti janin mengalami masalah.

Pendarahan tak harus membuat panik

Perdarahan belum tentu keguguran, jangan panik
Sebelum membahas lebih jauh, perlu dibedakan dulu apa itu “perdarahan” dan “pendarahan”. Perdarahan adalah keluarnya darah dari dalam tubuh (bleeding). Sementara pendarahan adalah proses sirkulasi atau pengaliran darah dalam tubuh.Hal pertama yang perlu dilakukan apabila mengalami perdarahan di awal kehamilan adalah jangan panik. Keluarnya darah baik bleeding maupun spotting tidak selalu berarti keguguran.Beberapa penyebab perdarahan normal saat hamil di antaranya:
  • Perlekatan janin

Ini adalah penyebab utama ibu hamil mengalami perdarahan pada awal usia kehamilannya. Ada periode yang disebut dengan lag time sebelum plasenta benar-benar terbentuk.Umumnya, ini terjadi saat kehamilan berusia 12 minggu. Saat sel telur memberikan suplai hormon kehamilan, ada jeda sebelum plasenta benar-benar melekat. Itulah mengapa terjadi flek atau perdarahan.
  • Iritasi serviks

Selain kontraksi setelah berhubungan seksual, terkadang ada juga ibu hamil yang mengalami perdarahan. Ini terjadi karena adanya iritasi serviks. Terkadang, area di luar serviks yang menghubungkan rahim dan vagina mengeluarkan darah. Ini bisa mereda dengan sendirinya.Selain berhubungan seksual, tes pap smear juga bisa memicu keluarnya darah. Ini pun wajar karena saat hamil, aliran darah ke serviks menjadi lebih deras.
  • Infeksi

Berbagai jenis infeksi pada vagina atau serviks juga bisa menyebabkan perdarahan di trimester pertama. Contohnya seperti chlamydia, gonorrhea,dan juga herpes. Diskusikan dengan dokter spesialis kandungan untuk tahu cara aman mengatasinya saat mengandung.
  • Plasenta previa

Ini adalah kondisi ketika plasenta berada di bawah dan menutupi serviks. Akibatnya, ibu hamil bisa kerap mengalami spotting. Ibu hamil dengan kondisi plasenta previa perlu mendiskusikan dengan dokter bagaimana rencana persalinan karena kondisi ini bisa berpengaruh terhadap jalannya bayi lahir.
  • Jelang persalinan

Keluarnya lendir darah ketika usia kehamilan sudah mendekati hari perkiraan lahir atau due date juga termasuk perdarahan normal. Ini adalah tanda bahwa proses persalinan akan segera dimulai. Warna dari cairan vagina ini adalah pink atau kecokelatan.

Apa yang harus dilakukan?

Meski bisa saja terjadi pendarahan saat hamil tapi janin sehat, ibu hamil perlu tahu apa yang harus dilakukan. Apabila pendarahan terus terjadi sepanjang kehamilan, tanyakan kepada dokter apakah ada hal yang perlu dievaluasi?Berikut hal-hal yang perlu dilakukan oleh ibu hamil jika mengalami perdarahan:
  • Mencatat

Catat waktu kapan keluarnya flek atau darah. Kemudian, runut apakah ada aktivitas yang mungkin menyebabkan perdarahan seperti berhubungan seksual dalam 24 jam terakhir. Pemeriksaan lewat vagina juga bisa memicu keluarnya flek.
  • Ukur banyaknya darah

Tempatkan pembalut atau pantyliner untuk tahu seberapa banyak darah yang keluar. Sebagai indikator, petugas medis atau dokter umumnya akan bertanya seberapa cepat satu pembalut menjadi penuh dalam periode tertentu seperti satu malam.Hindari penggunaan tampon karena tidak bisa mengukur seberapa banyak darah yang keluar. Perhatikan pula warna darah yang keluar, apakah kecokelatan atau merah terang.
  • Tetap tenang

Apabila perdarahan membuat Anda merasa perlu memeriksakan dokter, tetaplah tenang saat menunggu jadwalnya tiba. Usahakan untuk tetap duduk, mengatur napas, dan juga tetap minum banyak air putih.
  • Perhatikan gejala lain

Selain memantau banyaknya darah atau flek yang keluar, perhatikan pula apakah ada gejala lain yang menyertai? Contohnya seperti kontraksi, nyeri punggung, mual, atau gangguan penglihatan.
  • Gerakan bayi

Untuk ibu hamil yang sudah berada di trimester kedua dan ketiga, perhatikan pula seberapa aktif gerakan bayi saat terjadi perdarahan. Dalam kasus perdarahan normal, idealnya bayi tetap bergerak aktif seperti biasa.

Lakukan observasi terhadap kondisi tubuh saat terjadi perdarahan. Namun, tentu saja setiap ibu hamil bisa memiliki gejala berbeda. Catat apa saja yang dirasakan sebagai bahan konsultasi dengan dokter.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang kapan pendarahan perlu penanganan darurat dan tidak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilan
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/complications/miscarriage/why-bleeding-doesnt-always-mean-miscarriage/
Diakses pada 18 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
Diakses pada 18 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/bleeding-during-pregnancy/basics/causes/sym-20050636
Diakses pada 18 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait