Belajar menulis anak TK bisa dilakukan apabila mereka menunjukkan minatnya
Seorang anak tengah belajar menulis

Beda taman kanak-kanak, beda pula sistem pengajaran yang diterapkan di sana. Ada TK yang sudah mengajarkan menulis bagi anak-anak didiknya, ada pula yang menganggap belajar menulis anak TK ini tidak sesuai fitrah anak-anak yang masih senang bermain.

Lalu sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak menulis? Bisakah anak TK mulai diajarkan untuk menulis?

Apakah belajar menulis anak TK sudah tepat?

Bukan rahasia lagi bahwa menulis merupakan proses yang kompleks bagi anak-anak. Dalam kegiatan yang terlihat sederhana bagi orang dewasa ini, anak setidaknya harus memiliki beberapa kemampuan, seperti:

  • Motorik halus, seperti menggunakan pensil atau pena
  • Memahami bahwa huruf bisa dirangkai sehingga membentuk kata yang bermakna
  • Skill organisasi huruf
  • Mengenali kosakata dan pengucapannya
  • Mengingat hal yang ia pelajari.

Karena kerumitan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai usia ideal untuk anak belajar menulis adalah 6 tahun. Pada saat ini, kemampuan motorik halus anak, seperti memegang pensil atau pena, sehingga tulisannya pun sudah lebih teratur dan bisa dibaca.

Meski demikian, IDAI tidak menampik bahwa anak sudah mulai bisa diajarkan untuk menulis beberapa lebih awal bila ia menunjukkan ketertarikan. Di usia pre-reading skill (4-5 tahun), ada juga anak yang sudah nyaman menggunakan alat tulis sehingga dapat mulai diberikan permainan mencari jalan atau menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf dan angka.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development bahkan memiliki pandangan yang lebih ekstrem. Dalam jurnal tersebut diungkapkan bahwa anak-anak dinilai sudah bisa diajarkan menulis sejak usianya menginjak 3 tahun.

Klaim ini didapat berdasarkan fakta penelitian bahwa sebetulnya anak-anak memiliki sifat alamiah untuk terlebih dahulu bisa belajar memaknai angka atau huruf yang tertulis dibanding didengarnya. Hasil penelitian tersebut bertolak belakang dengan anggapan sebelumnya yang mengatakan bahwa anak-anak akan terlebih dahulu belajar dengan mendengarkan, melihat (membaca), baru menulis.

Cara belajar menulis anak TK

Sekalipun anak sudah memperlihatkan minatnya dalam menulis, belajar menulis anak TK bisa jadi kegiatan yang menantang. Pasalnya, anak-anak memiliki rentang fokus yang pendek, belum lagi kemampuan motorik halusnya belum sempurna.

Oleh karena itu, mengajarkan menulis pada anak TK pun punya trik tersendiri, yakni:

  • Mengikuti jejak

Pada tahap awal, berikan angka dan huruf yang berbentuk titik-titik atau putus-putus, kemudian minta anak untuk menebalkanya. Hal ini bertujuan melatih otak, sel saraf, sekaligus otot tangan anak sambil mengenalkan bentuk angka atau huruf itu sendiri.

  • Mewarnai dalam garis

Ajak anak untuk dalam aktivitas pengenalan angka dan huruf yang menyenangkan, misalnya menggaris menggunakan cat air.

  • Menggunakan media lain

Mengenalkan anak pada menulis juga bisa dilakukan dengan media pasir, papan tulis serta kapur, dan lain-lain.

  • Menggunakan teknologi 

Ada tablet yang dilengkapi dengan pena khusus yang memungkinkan anak untuk menggambar atau menulis angka maupun huruf. Anda dapat menjadikan ini sebagai metode belajar menulis anak TK, namun harus selalu dilakukan dalam pengawasan orang dewasa agar tidak melanggar aturan screen time.

Apa manfaat belajar menulis anak TK?

Di era modernisasi ini, anak mungkin akan lebih dahulu bisa mengetik dibanding menulis, apalagi bila screen time-nya tidak dibatasi. Padahal, menulis merupakan bagian dari literasi yang penting bagi tumbuh kembang anak.

Pertimbangan ‘lebih baik menulis daripada bermain gawai’ inilah yang dijadikan landasan oleh kebanyakan orangtua untuk memilihkan TK yang mengajarkan menulis. Selain itu, belajar menulis anak TK juga digadang-gadang memiliki manfaat, seperti:

  • Melatih koordinasi tangan dan mata

Sebuah studi mengungkap bahwa anak dengan skill motorik halus yang terasah sejak usia dini juga akan memiliki kemampuan menulis dan berhitung yang baik sehingga secara akademis akan terlihat lebih unggul dari teman-temannya.

  • Membantu anak mengekspresikan pikirannya

Studi mengungkap anak dengan tulisan yang rapi tidak segan mengungkapkan pendapatnya di depan publik karena hal ini juga berhubungan dengan aktivitas otaknya.

  • Meningkatkan kepercayaan diri anak

Anak yang tidak bisa menulis di usia tertentu kerap dilabeli anak malas sehingga memengaruhi perilaku dan kepercayaan dirinya di masa mendatang.

  • Menghindari plagiarisme

Salah satu studi juga mengungkap bahwa belajar menulis anak TK memiliki efek jangka panjang, yakni menghindari anak dari penggunaan bahasa yang tidak formal dalam laporan resmi serta menghindari plagiarisme.

  • Menghindari disgrafia

Belajar menulis anak TK juga dipercaya dapat menghindari disgrafia pada anak. Disgrafia adalah kesulitan anak menyusun huruf untuk menjadi kata-kata.

Terlepas dari perbedaan anggapan terhadap kegiatan belajar anak TK, Anda sebaiknya mendasarkan keputusan ini pada kesiapan anak itu sendiri. Bila anak sudah memperlihatkan minat menulis sejak usia prasekolah, tidak ada salahnya memilih TK yang melibatkan anak dalam kegiatan menulis.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/when-should-kids-learn-read-write-math
Diakses pada 19 Maret 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak
Diakses pada 19 Maret 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/teaching-children-to-write-4148450
Diakses pada 19 Maret 2020

Healthy Children by AAP. https://www.healthychildren.org/English/family-life/Media/Pages/The-Importance-of-Handwriting-in-the-Digital-Age.aspx
Diakses pada 19 Maret 2020

Artikel Terkait