Belajar Hal Baru dan Bersosialisasi, Cara Tepat Menjaga Kesehatan Otak

Bersosialisasi dan memanfaatkan teknologi sangat bermanfaat bagi kesehatan otak para lansia
Cara menjaga kesehatan otak bagi lansia adalah dengan bersosialiasi, baik menjaga relasi dengan teman lama atau membuka jejaring pertemanan baru

Seiring dengan menuanya usia seseorang, volume otak akan mengalami penyusutan. Saat penyusutan terjadi, sel saraf di otak juga ikut menyusut bahkan terputus koneksinya dengan sel saraf lainnya sehingga rentan mengalami pikun. Namun dengan aktif bergerak dan menjaga gaya hidup sehat, kesehatan otak bisa terjaga.

Tak hanya penyusutan volume otak saja, aliran darah ke otak juga menjadi lebih pelan seiring dengan penuaan. Seluruh perubahan akibat bertambahnya usia ini pasti berdampak pada fungsi kognitif, namun menjadi tidak normal ketika yang dialami adalah pikun atau daya ingat menurun drastis.

Cara menjaga kesehatan otak saat menua

Semakin awal seseorang menjaga kesehatan otak, akan semakin berpengaruh terhadap tajamnya daya ingat saat menua kelak. Beberapa cara menjaga kesehatan otak yang bisa dilakukan adalah:

  • Jaga kolesterol dan tekanan darah

Selain bagian dari indikator seseorang mengalami sindrom metabolik, kadar kolesterol dan tekanan darah juga penting dijaga demi kesehatan otak. Ketika kolesterol dan tekanan darah tidak terkendali, risiko mengalami penyakit jantung dan stroke meningkat. Hal ini bisa menyebabkan lansia mengalami demensia.

  • Jaga berat badan

Berat badan ideal juga sebaiknya dijaga betul demi kesehatan otak. Caranya tentu dengan memilih apa saja makanan yang dikonsumsi dan pastikan benar-benar bernutrisi. Langkah ini terbukti bisa meningkatkan fungsi kognitif seseorang.

  • Tidak merokok dan minum alkohol berlebih

Kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan akan membawa seseorang lebih rentan mengalami demensia. Untuk itu, tinggalkan kebiasaan buruk ini jika ingin menjaga kesehatan otak di masa tua.

  • Aktif bergerak

Tidak ada ruginya selalu aktif bergerak setiap hari, sehingga aliran darah ke otak tetap lancar dan menghindari risiko mengalami hipertensi. Dalam penelitian tahun 2015, aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko demensia.

  • Edukasi formal

Orang yang lebih lama menjalani edukasi formal terbukti berisiko lebih rendah mengalami Alzheimer dan masalah demensia lainnya. Terbiasa mendapatkan pengajaran lewat edukasi formal akan mengasah kemampuan kognitif, sehingga otak bisa memaksimalkan koneksi antar-saraf meski ada perubahan karena penuaan.

  • Stimulasi otak

Aktivitas yang bisa menstimulasi otak juga dapat mengasah kemampuan kognitif seseorang, menurut Alzheimer’s Association. Salah satu triknya adalah dengan belajar hal baru, seperti memahami teknologi yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Dalam sebuah penelitian, lansia yang mengikuti kelas berdurasi 2 jam setiap minggunya untuk belajar menggunakan tablet computer, memiliki kemampuan kognitif yang lebih cepat dan optimal.

  • Bersosialisasi

Cara lain menjaga kesehatan otak adalah dengan bersosialisasi, baik menjaga relasi dengan teman lama atau membuka jejaring pertemanan baru. Dalam penelitian tahun 2018 lalu, lansia di Tiongkok yang konsisten dalam interaksi sosial berisiko lebih rendah mengalami demensia.

  • Kualitas tidur optimal

Tak hanya manfaat tidur siang untuk anak yang bisa meningkatkan IQ, menjaga kualitas tidur utamanya di malam hari juga membantu otak untuk tetap terjaga. Selain itu, kebersihan saat tidur juga meningkatkan fungsi sel otak.

  • Suasana rumah mendukung dan manfaatkan teknologi

Sekarang sudah ada begitu banyak teknologi yang memudahkan daya ingat, seperti memasang pengingat di ponsel atau kalender. Khusus untuk hal-hal yang diakses cukup rutin seperti letak kacamata, kunci, atau dompet, letakkan di lokasi yang mudah diingat. Sebaiknya, rumah jangan terlalu penuh dengan barang sehingga distraksi bisa dihindari.

Makanan yang baik untuk kesehatan otak

Penelitian telah menemukan bukti bahwa makanan juga ikut berperan dalam menjaga kesehatan otak. Jenis nutrisi yang diperlukan adalah vitamin E, vitamin B, dan asam lemak omega-3. Selain itu yang harus dihindari adalah lemak jenuh.

Beberapa makanan yang baik untuk kesehatan otak adalah:

  • Buah-buahan seperti berries
  • Sayuran hijau
  • Makanan laut
  • Ikan kaya omega-3
  • Gandum utuh
  • Produk olahan susu rendah lemak
  • Protein rendah lemak

Selain beberapa jenis makanan di atas, menghindari konsumsi makanan yang diproses berlebihan dan daging merah juga bisa jadi pilihan menjaga kesehatan otak lewat makanan.

Hal-hal di atas tentu lebih mudah dilakukan sejak usia muda, demi menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif. Namun jika sudah terlanjur menua, tak ada kata terlambat. Orang terdekat di sekitar harus mendukung senior di keluarga mereka untuk bisa memaksimalkan fungsi kognitif dan menghindari pikun di usia tua.

Contoh sederhana adalah membuat mnemonic, atau cara kreatif dalam membuat daftar lewat singkatan huruf. Contohnya RICE yang berarti Rest, Ice, Compression, Elevation. Buat sendiri mnemonic versi Anda yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari.

Beri keyakinan pula pada lansia tersayang di sekitar Anda bahwa menua bukan berarti akan menjadi pikun. Semakin optimistis seseorang dengan kemampuan mereka, akan semakin baik pula kepercayaan diri untuk meningkatkan daya ingat serta kemampuan kognitifnya. 

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/senior-health/staying-sharp.aspx
Diakses 15 Maret 2020

Jama Network. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2626575
Diakses 15 Maret 2020

Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/healthbeat/7-ways-to-keep-your-memory-sharp-at-any-age
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait