Mengenali Risiko dan Tips Bekerja di Ketinggian


Ada banyak industri yang mengharuskan pekerjanya bekerja di ketinggian. Tentu, risiko bekerja di ketinggian tidak boleh diremehkan. Keamanan harus menjadi prioritas nomor satu karena kondisi ini yang menjadi penyebab terbesar cedera di tempat kerja.

0,0
28 Oct 2021|Azelia Trifiana
Bekerja di ketinggianBekerja di ketinggian membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi
Ada banyak industri yang mengharuskan pekerjanya bekerja di ketinggian. Tentu, risiko bekerja di ketinggian tidak boleh diremehkan. Keamanan harus menjadi prioritas nomor satu karena kondisi ini yang menjadi penyebab terbesar cedera di tempat kerja.
Oleh sebab itu, baik pemilik perusahaan maupun pekerja harus sama-sama tahu hak dan kewajiban mereka terutama terkait keamanan.

Mengenali risiko bekerja di ketinggian

Risiko bekerja di ketinggian biasanya dialami pekerja dengan profesi sebagai dekorator, pembersih jendela, konstruksi, dan semacamnya. Risiko cedera saat bekerja di ketinggian bisa meningkat apabila:
  • Sistem pengamanan tidak memadai
  • Komponen alat pengaman tidak stabil
  • Tidak mengikuti instruksi produsen peralatan
  • Akses dari bawah ke atas tidak memadai
  • Berat material berlebihan
  • Tower tidak seimbang
  • Kondisi tangga tidak aman
  • Pekerja tidak mendapat pembekalan mencukupi
  • Perawatan dan pemeriksaan berkala tidak dilakukan
Terkadang, ada juga pekerjaan yang pada kondisi tertentu mengharuskan beraktivitas dari ketinggian. Dalam situasi ini, biasanya akan menggunakan tangga. Namun, sebaiknya hanya digunakan untuk pekerjaan ringan dalam waktu singkat. Ketika cedera akibat bekerja di ketinggian terjadi, konsekuensinya bergantung pada banyak faktor. Contohnya jarak dari tanah, permukaan tanah tempat terjatuh, cara terjatuh, usia, dan kesehatan individu yang mengalaminya.Selain itu, seberapa parahnya cedera bisa saja meningkat apabila melibatkan objek bergerak seperti kendaraan atau mesin.Apapun pekerjaannya, harus ada perencanaan matang lengkap dengan identifikasi risiko bekerja di ketinggian. Dari situ, bisa dirumuskan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah dan penanganan apabila terjadi hal-hal tak diinginkan.

Mengurangi risiko bekerja di ketinggian

Demi mengurangi kemungkinan terjadinya cedera saat bekerja di ketinggian, pihak perusahaan harus menilai apa saja risikonya. Faktor-faktor yang perlu diperhitungkan seperti ketinggian, durasi, frekuensi, dan juga kondisi permukaannya.Sebelum mulai bekerja, ada langkah yang perlu dipersiapkan, seperti:
  • Jika bisa dilakukan tanpa harus berada di ketinggian, sebisa mungkin lakukan di permukaan tanah
  • Jika harus bekerja di ketinggian, gunakan alat dan pilih lokasi yang terbukti aman untuk pekerjaan serupa selama ini
  • Kurangi jarak dan konsekuensi cedera dengan menggunakan peralatan memadai
Pada tiap tahapan, pastikan memberikan perlindungan kolektif. Artinya, setiap pekerja yang berada di area ketinggian terlindungi. Barulah perhatikan perlindungan pada tiap individu.Bentuk perlindungan kolektif ini tidak harus selalu berupa satu pegawai yang bersiaga di lokasi pekerjaan. Biasanya, akan jauh lebih efektif apabila penerapannya berupa alat seperti scaffold dan pagar pengaman.

Hal yang boleh dan tidak saat bekerja di ketinggian

Menurut Organisasi Buruh Internasional, berikut ini hal yang boleh dilakukan saat bekerja di ketinggian:
  • Sebisa mungkin selesaikan pekerjaan tidak dari ketinggian
  • Gunakan scaffolding daripada tangga
  • Pastikan pekerja bisa naik dan turun dengan aman dari bawah ke atas
  • Pastikan peralatan memadai, stabil, dan kuat menopang pekerja
  • Pastikan seluruh peralatan dipelihara dan diperiksa secara berkala
  • Lebih berhati-hati saat bekerja di dekat permukaan yang rentan
  • Beri perlindungan dari objek yang mungkin jatuh
  • Persiapkan evakuasi darurat dan prosedur penyelamatan
Lebih lanjut, hal yang tidak boleh dilakukan ketika bekerja dari ketinggian adalah:
  • Beban berlebihan di tangga, jadi pastikan memastikan terlebih dahulu sebelum pekerja naik ke atas
  • Menyandarkan tangga di permukaan lemah seperti plastik
  • Menggunakan tangga untuk pekerjaan berat dan lama
  • Menyuruh pekerja yang tidak berkompetensi dan pengalaman untuk melakukan pekerjaan dari ketinggian

Perlindungan saat bekerja di ketinggian

Selain hal-hal di atas, ada peralatan lain yang bisa digunakan sebagai perlindungan bagi pekerja yang beraktivitas di ketinggian:
  • Jaring pengaman

Bukan sembarang jaring, namun harus berupa jaring pengaman khusus yang dibuat sesuai standar. Fungsi dari alat ini adalah menangkap material atau pekerja yang terjatuh. Makin tinggi, makin besar ukuran jaring yang diperlukan. Pastikan posisi jaring pengaman tidak terlalu dekat dengan tanah agar tetap bisa memberikan proteksi.
  • Air bag

Kantung udara ini digunakan sebagai alternatif jaring pengaman. Material dan tekanan udara harus sesuai kebutuhan sehingga harus dilakukan oleh sosok kompeten. Ketika pekerja mengenakan alat pengaman, harus dipastikan air bag berada di posisi yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Kunci yang tak kalah penting untuk mengurangi risiko bekerja di ketinggian adalah memastikan pekerja benar-benar terlatih. Bukan hanya secara teori, namun juga praktik di lapangan. Pengalaman juga penting untuk menghindari terjadinya kesalahan saat bekerja.Cedera saat bekerja di ketinggian sangat mungkin terjadi. Jadi, pihak perusahaan tentu juga harus melakukan mitigasi dan tahu cara penanganan di saat darurat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara mengurangi risiko bekerja di ketinggian, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
ILO. https://www.ilo.org/global/topics/labour-administration-inspection/resources-library/publications/guide-for-labour-inspectors/working-at-height/lang--en/index.htm
Diakses pada 18 Oktober 2021
HSI Magazine. https://www.hsimagazine.com/article/working-at-height-hazards-and-control-measures/
Diakses pada 18 Oktober 2021
APKPI. https://www.apkpi.co.id/standard-bekerja-di-ketinggian-berdasarkan-permenaker-no-9-tahun-2016/
Diakses pada 18 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait