9 Manfaat Kesehatan Bekatul Beras Merah, Termasuk Tangkal HIV

Bekatul beras merah dapat diolah menjadi sereal, mie, maupun roti.
Bekatul beras merah bisa diolah menjadi berbagai kudapan lezat nan sehat.

Meski kerap digunakan sebagai campuran panganan ternak bersama dedak, bekatul beras merah sejatinya bisa dikonsumsi manusia. Terlebih, bahan panganan berupa lapisan kulit terluar bulir padi yang diperoleh dari proses penggilingan ini memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.

Kandungan nutrisi bekatul beras merah yang begitu tinggi, diyakini dapat mengatasi sejumlah penyakit berbahaya seperti stoke, penyakit jantung hingga kanker.

Manfaat bekatul beras merah bagi kesehatan

Bahan pangan yang memiliki tekstur serupa tepung ini mengandung fitokimia yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia, seperti vitamin B-1, B-3, B-6), mineral (besi, fosfor, magnesium, kalium), asam amino, serta asam lemak esensial.

Tak hanya itu, bekatul beras merah juga mengandung senyawa antioksidan seperti proantosianidin, flavonoid, asam fenolik, antosianin, tokoferol, tokotrienol, y-oryzanol, dan asam fitat. Karena kandungan nutrisinya yang kaya, bekatul beras merah memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan manusia, antara lain:

1. Mencegah kanker

Kandungan antioksidan dalam bekatul beras merah berfungsi untuk melawan paparan radikal bebas berlebih yang menyebabkan kanker.

2. Menjaga kesehatan kulit

Tak hanya mencegah penyebaran kanker, antioksidan dalam bekatul beras merah juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan mencegah tanda-tanda penuaan dini.

3. Menjaga kesehatan tulang

Bekatul beras merah bisa mencegah pengeroposan tulang.

 

Manfaat bekatul beras merah selanjutnya yaitu menjaga kesehatan tulang. Antioksidan dalam bahan pangan alternatif ini dapat mencegah terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis)

4. Mencegah stroke dan jantung

Selain itu, kandungan antioksidan dalam bekatul beras merah juga berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah penyebab penyakitjantung. Sementara itu, kandungan senyawa gamma oryzanol dalam bekatul beras merah berfungsi untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Selain antioksidan, kandungan pigmen pada bekatul beras merah juga dinilai efektif menyeimbangkan kadar kolesterol tubuh ketimbang beras biasa.

5. Mencegah diabetes

Antioksidan dalam bekatul beras merah juga bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah penyebab penyakit diabetes.

6. Melancarkan sistem pencernaan

Bekatul beras merah kaya serat, yang mampu melancarkan sistem pencernaan. Kandungan nutrisi dalam bahan pangan alternatif ini berfungsi pula untuk menyehatkan usus.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh

Antioksidan dalam bekatul beras merah juga berperan dalam meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

8. Mencegah virus HIV

Sebuah riset bahkan mengungkapkan, kandungan proantosianidin dalam bekatul beras merah sanggup membunuh virus herpes maupun virus HIV penyebab AIDS.

9. Menjaga kesehatan otak

Manfaat antioksidan dalam bekatul beras merah lainnya yaitu untuk menjaga kesehatan otak. Antioksidan dalam bekatul beras merah dipercaya dapat melindungi otak dari ancaman dari penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Ragam olahan bekatul beras merah

Jika diolah secara tepat, bekatul beras merah dapat menjadi makanan lezat, bahkan memiliki potensi peluang bisnis yang besar. Terlebih dengan segudang khasiat yang dimilikinya.

Selain bentuk mentahnya yang banyak dijual secara online, bekatul beras merah juga dapat diproses menjadi berbagai jenis olahan makanan dan minuman, antara lain:

  • Sereal bekatul beras merah:

    Bekatul beras merah dapat diolah menjadi minuman serupa sereal. Caranya, cukup seduh bubuk bekatul beras merah menggunakan air panas, segelas sereal bekatul beras merah pun siap dihidangkan.
  • Mie bekatul beras merah:

    Tekstur bekatul beras merah yang menyerupai tepung, membuat bahan pangan ini juga dapat diolah menjadi mie maupun pasta.
  • Roti bekatul beras merah:

    Selain itu, bekatul beras merah juga dapat diolah menjadi roti.

Catatan SehatQ:

Bekatul beras merah juga dapat dicampurkan pada bahan makanan lainnya. Dengan catatan, penambahan bekatul beras merah pada bahan makanan tertentu dapat membuat bentuk fisik makanan tersebut berubah.

Roti berbahan bekatul beras merah misalnya. Tekstur roti ini akan menyerupai roti gandum dengan warna dan aroma khas bekatul beras merah.

Institut Pertanian Bogor.
https://jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/354
Diakses pada 12 Maret 2020

Universitas Negeri Solo.
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/25324/NTM4MTk=/PEMBUATAN-MI-BEKATUL-BERAS-MERAH-SUBTITUSI-TEPUNG-UBI-JALAR-UNGU-Ipomoea-batatas-blackie-KAYA-ANTIOKSIDAN-abstrak.pdf
Diakses pada 12 Maret 2020

Verywell Fit.
https://www.verywellfit.com/insoluble-fiber-2242009
Diakses pada 12 Maret 2020

Universitas Udayana.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/itepa/article/download/8874/6658/
Diakses pada 12 Maret 2020

Science Direct.
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0753332219305359
Diakses pada 12 Maret 2020

NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12462994
Diakses pada 12 Maret 2020

Artikel Terkait