Bekas Suntikan Infus Bengkak? Begini Cara Mengatasinya

Pemasangan infus bisa menimbulkan efek samping, seperti infeksi pada bekas infus
Infeksi pada bekas infus dapat membuat tangan menjadi bengkak

Ada beberapa kondisi yang terkadang memerlukan seseorang mendapatkan cairan infus di rumah sakit. Namun, sama seperti prosedur medis pada umumnya, pemasangan infus juga dapat menimbulkan efek samping. Salah satunya infeksi pada bekas suntikan infus sehingga membuat tangan menjadi bengkak.

Lantas, apa yang menyebabkan bekas infus di tangan menjadi bengkak? Bagaimana cara mengatasi dan adakah cara untuk mencegahnya?

Penyebab tangan bengkak setelah dipasang infus

Tangan menjadi bengkak setelah dipasang infus dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah karena jarum infus gagal atau sulit dimasukkan sehingga harus dilakukan berkali-kali. Akibatnya, terjadi pembengkakan pembuluh darah selama ditusuk jarum infus.

Selain itu, jika cairan infus tidak dapat berfungsi dengan baik maka kondisi tersebut dapat bocor ke jaringan di sekitarnya. Hal tersebut yang menyebabkan area di sekitar bekas infus membengkak sehingga akan terasa sakit. Bahkan, tak jarang ada yang sampai mengalami memar kemerahan.

Efek samping lainnya akibat tangan diinfus

Sebenarnya, pemasangan dan penggunaan obat infus di rumah sakit tergolong aman apabila berada di bawah pengawasan perawat terlatih. Meski demikian, hal tersebut bisa saja menimbulkan sejumlah efek samping, mulai dari yang ringan hingga berbahaya.

Obat yang diberikan lewat infus bekerja dengan sangat cepat dalam tubuh sehingga sangat mungkin menimbulkan efek samping atau reaksi baru. Beberapa efek samping akibat tangan diinfus lainnya yang mungkin terjadi adalah:

1. Infeksi

Infeksi dapat terjadi di area di mana jarum infus disuntikkan atau dengan kata lain terletak pada bekas infus. Infeksi pada bekas infus juga dapat mengalir ke seluruh tubuh lewat tumpangan aliran darah.

Biasanya, efek samping ini dapat terjadi akibat proses pemasangan jarum dan kateter yang tidak tepat, atau penggunaan alat-alat medis yang tidak steril.

Gejala infeksi pada bekas infus bisa berupa kemerahan, nyeri, dan bengkak yang disertai dengan demam tinggi hingga menggigil. Segera cari pertolongan medis apabila Anda merasakan berbagai gejala infeksi pada bekas infus.

2. Emboli udara

Efek samping akibat tangan diinfus berikutnya adalah emboli udara. Risiko munculnya emboli udara dapat terjadi akibat penggunaan jarum suntik atau kantong obat infus. Ketika saluran kantong obat infus mengering, gelembung udara bisa masuk ke pembuluh darah Anda.

Gelembung-gelembung udara tersebut kemudian dapat berjalan ke arah jantung atau paru-paru Anda sehingga aliran darah bisa terhambat. Emboli udara dapat menyebabkan masalah parah, seperti serangan jantung atau stroke.

3. Penggumpalan darah

Tangan diinfus dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah. Gumpalan tersebut bisa menyumbat pembuluh darah penting dan mengakibatkan masalah, seperti kerusakan jaringan, bahkan kematian.

Trombosis vena dalam (DVT) adalah salah satu jenis gumpalan darah berbahaya yang disebabkan oleh pengobatan melalui infus.

4. Kerusakan jaringan (infiltrasi)

Pembuluh darah bisa rusak akibat penggunaan selang infus. Kondisi tersebut dapat menyebabkan infiltrasi. Ketika infiltrasi terjadi, obat dari infus yang harusnya masuk ke aliran darah justru bocor ke jaringan di sekitarnya.

Beberapa gejala infiltrasi, termasuk tangan terasa hangat dan nyeri, serta pembengkakan pada bekas infus. Jika tidak ditangani dengan segera, infiltrasi dapat menyebabkan kerusakan jaringan parah.

5. Phlebitis

Penggunaan cairan infus juga dapat menyebabkan phlebitis atau radang vena. Sama seperti infiltrasi, flebitis juga menimbulkan gejala berupa tangan terasa hangat dan nyeri, serta pembengkakan di bekas infus. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala ini.

Cara mengatasi tangan bekas infus yang membengkak

Jika tangan bekas suntikan infus mengalami pembengkakan, segera berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebabnya. Namun, Anda dapat melakukan beberapa cara sederhana mengatasi tangan bekas infus yang membengkak berikut ini.

1. Melakukan kompres dingin atau hangat

Kompres dingin atau hangat dapat membantu mengatasi tangan bekas infus yang membengkak.

Suhu dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Sedangkan, suhu hangat dapat membantu melemaskan otot dan meningkatkan aliran darah tangan. Anda bisa melakukan keduanya secara bergantian sesuai kebutuhan guna mengurangi gejala.

Caranya, gunakan handuk berbahan lembut yang sudah dibasahi dengan air hangat atau air dingin. Batasi penggunaan kompres selama 20 menit. Berikan jeda bagi kulit untuk beristirahat sebelum kembali menggunakan kompres panas atau dingin.

2. Meregangkan pergelangan tangan

Kadang-kadang, cairan tubuh dapat berkumpul pada tangan dan memperparah bengkak di tangan akibat menggunakan infus.

Peregangan pergelangan tangan bisa membantu melancarkan sirkulasi cairan sehingga alirannya pada tangan akan berangsur normal. Lakukan gerakan peregangan yang ringan guna mencegah timbulnya rasa sakit. Misalnya, memutar pergelangan tangan atau menggerakkan jari-jari tangan.

3. Mengangkat tangan yang bengkak

Cara mengatasi bekas infus di tangan yang bengkak adalah dengan mengangkat tangan agar posisinya lebih tinggi dari jantung. Anda dapat melakukannya saat tidur atau berbaring, yakni dengan meletakkan tangan di atas bantal yang tinggi.

Tips mencegah bekas infus yang membengkak

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tangan bengkak akibat bekas infus
Jaga area suntikan infus tetap kering guna mengurangi risiko infeksi

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tangan bengkak akibat pemasangan infus, antara lain:

  • Melindungi area suntikan infus. Jarum infus dapat lepas jika selang infus tertarik. Oleh karena itu, Anda perlu lebih berhati-hati agar selang infus tidak terlepas saat Anda tidur, berjalan, atau melakukan aktivitas lainnya.
  • Menjaga area suntikan infus tetap kering. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi dan mencegah jarum infus terlepas. Anda harus memantau infusan yang terpasang, adakah darah pada selang infus tersebut atau tidak. Jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk mengeceknya, mintalah pertolongan kepada orang yang menemani Anda di ruang rawat inap untuk membantu memperhatikan selang infus Anda.
  • Memastikan area suntikan infus mudah terlihat. Perawat perlu memeriksa kondisi infus saat Anda tidur. Membuat infus mudah terlihat dapat membantu perawat memeriksanya tanpa harus membangunkan Anda.
  • Memantau gejala komplikasi. Perhatikan bila area suntikan infus terasa nyeri, gatal, atau mati rasa. Hindari mengutak-atik infus dan segera laporkan kepada petugas medis apabila mengalami gejala tersebut. 

Umumnya, dokter dan perawat akan mengamati kondisi Anda selama dan sesudah tangan diinfus. Akan tetapi, jika Anda mengalami gejala komplikasi, seperti terasa nyeri, gatal, mati rasa, sesak napas, pusing, pandangan kabur, dada terasa berat, kelemahan pada anggota tubuh.

Segera konsultasikan dengan perawat atau dokter guna mengetahui penyebabnya. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan penanganan bekas infus di tangan dengan tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/intravenous-medication-administration-what-to-know#uses

Diakses pada 7 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325207.php#home-remedies

Diakses pada 7 Februari 2020

About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=2451&language=English

Diakses pada 7 Februari 2020

Artikel Terkait