Bekas Imunisasi Bengkak, Normal atau Tidak?


Bekas imunisasi bengkak sebetulnya hal yang normal terjadi. Itu merupakan reaksi tubuh terhadap proses pemberian vaksin, dan pertanda bahwa tubuh mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.

(0)
11 Mar 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bekas imunisasi bengkak normal dialami oleh banyak orangVaksin disuntikkan ke tubuh anak untuk membentuk kekebalan
Sehabis anak imunisasi, kadang dokter mewanti-wanti akan munculnya sejumlah efek samping ringan yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah bekas imunisasi bengkak. Meski sudah diberi tahu dokter, tidak sedikit orangtua yang tetap mengkhawatirkan pembengkakan ini.Selain pembengkakan, Anda juga bisa menjumpai warna kemerahan di sekitar lokasi penyuntikan imunisasi. Ketimbang panik terhadap hal yang sebenarnya tidak berbahaya, lebih baik Anda memahami apakah kondisi yang terjadi pada anak ini bisa dianggap normal atau tidak.

Apakah bekas imunisasi bengkak perlu dikhawatirkan?

Bekas imunisasi bengkak adalah salah satu bentuk efek samping yang normal dan dialami oleh banyak orang. Pembengkakan ini merupakan reaksi tubuh terhadap proses pemberian vaksin, dan menjadi tanda bahwa tubuh mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit.Beberapa jam setelah imunisasi, kulit sekitar area penyuntikan menjadi kemerahan, bengkak, dan nyeri. Namun, kondisi ini akan mereda dengan sendirinya dalam 2-3 hari ke depan. Bekas imunisasi yang membengkak termasuk ke dalam Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).Meski begitu, kondisi ini tidak selalu terjadi pada semua pemberian vaksin. Anak mungkin mengalaminya setelah imunisasi berikut:
  • Vaksin measles, mumps, dan rubella (MMR)

vaksin mmr
Vaksin MMR mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella
Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella pada anak. Setelah pemberian vaksin, anak dapat mengalami efek samping berupa bekas imunisasi bengkak dan nyeri.
  • Vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT)

Vaksin DPT diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus pada anak. Beberapa efek samping dari imunisasi ini, di antaranya bengkak, nyeri, dan kemerahan di area suntikan dan demam. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini dapat ditangani oleh obat penurun demam.
  • Vaksin cacar air

Vaksin cacar air diberikan untuk mencegah penyakit tersebut pada anak. Setelah imunisasi, Si Kecil dapat mengalami nyeri atau bengkak di area suntikan dan demam ringan yang membuatnya tidak nyaman.
  • Vaksin influenza

Vaksin influenza bisa menimbulkan efek samping
Vaksin influenza dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti bekas imunisasi bengkak dan nyeri hingga demam ringan.Selain bekas imunisasi bengkak, beberapa efek samping lain yang mungkin dialami oleh anak setelah imunisasi, yaitu demam ringan, nyeri otot dan sendi, merasa lelah, serta menjadi rewel. Seluruh kondisi ini dianggap wajar dan sering terjadi. Sedikit sekali imunisasi yang bisa mendatangkan efek samping berbahaya. Meski demikian, Anda harus waspada apabila bengkak setelah imunisasi tidak kunjung hilang atau semakin parah. Pada sebagian kecil kasus, anak dapat menunjukkan reaksi alergi anafilaksis. Kondisi ini bisa menyebabkan mereka sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar-debar, muntah, diare, kram perut, dan menurunnya tingkat kesadaran. Anafilaksis merupakan kondisi yang sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa.

Cara mengatasi bekas imunisasi bengkak

Supaya pembengkakan di lokasi penyuntikan imunisasi mereda, ada beberapa cara mengatasi bekas imunisasi bengkak supaya anak bisa segera pulih:
  • Gunakan kompres dingin

kompres dingin
Kompres dingin redakan bekas imunisasi yang bengkak
Rendam kain ke dalam wadah berisi air, kemudian peras hingga kain menjadi lembap dan tak ada air yang menetes. Letakkan kain yang dingin tersebut di area bekas imunisasi yang bengkak. Kompres dingin dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan nyeri yang diakibatkan oleh pembengkakan tersebut. 
  • Memberi obat pereda nyeri

Jika anak mengalami demam atau nyeri di area bekas imunisasi, Anda bisa memberinya obat pereda nyeri seperti paracetamol. Namun, Anda tidak dianjurkan menggunakannya secara rutin. Pastikan Anda memberi dosis yang tepat sesuai petunjuk penggunaan.
  • Beri lebih banyak cairan

Anak yang mengalami demam dan bengkak pada bekas imunisasinya harus diberi minum air putih atau ASI lebih banyak. Pemberian ini bisa membantu meningkatkan energi tubuhnya dan mempercepat pemulihan Si Kecil.
  • Alihkan perhatian anak

bayi memainkan mainannya
Memberi mainan pada bayi bantu alihkan perhatiannya
Untuk mengurangi nyeri yang anak rasakan setelah imunisasi, cobalah alihkan perhatiannya. Misalnya, Anda bisa memberinya mainan baru. Ketika fokusnya teralihkan, rasa sakit yang dialaminya pun berkurang.
  • Mengusap-usap tubuh Si Kecil

Mengusap tubuh anak dengan lembut dapat membantu menenangkannya. Ketika anak lebih tenang, rasa sakitnya pun dapat mereda. Hindari menggosok bekas imunisasi yang bengkak karena bisa membuat anak kesakitan.Sebelum menentukan imunisasi untuk anak, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tanyakan juga mengenai efek samping yang mungkin terjadi.Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar imunisasi anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
vaksin bayi dan anakimunisasi anakcampakdifteri
WHO. https://www.who.int/vaccine_safety/initiative/tech_support/Part-3.pdf?ua=1#:~:text=An%20Adverse%20event%20following%20immunization,laboratory%20finding%2C%20symptom%20or%20disease.
Diakses pada 25 Februari 2021
Seattle Childrens. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/immunization-reactions/#:~:text=Pain%2C%20redness%20and%20swelling%20are,mean%20the%20vaccine%20is%20working.
Diakses pada 25 Februari 2021
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/immunisation-side-effects
Diakses pada 25 Februari 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/photogallery/ways-to-reduce-baby-vaccination-pain.aspx
Diakses pada 25 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait