logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Bekas Imunisasi Bengkak, Normal atau Tidak?

open-summary

Bekas imunisasi bengkak sebetulnya hal yang normal terjadi. Itu merupakan reaksi tubuh terhadap proses pemberian vaksin, dan pertanda bahwa tubuh mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.


close-summary

26 Feb 2021

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Bekas imunisasi bengkak normal dialami oleh banyak orang

Vaksin disuntikkan ke tubuh anak untuk membentuk kekebalan

Table of Content

  • Apakah bekas imunisasi bengkak perlu dikhawatirkan?
  • Cara mengatasi bekas imunisasi bengkak

Sehabis anak imunisasi, kadang dokter mewanti-wanti akan munculnya sejumlah efek samping ringan yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah bekas imunisasi bengkak. Meski sudah diberi tahu dokter, tidak sedikit orangtua yang tetap mengkhawatirkan pembengkakan ini.

Advertisement

Selain pembengkakan, Anda juga bisa menjumpai warna kemerahan di sekitar lokasi penyuntikan imunisasi. Ketimbang panik terhadap hal yang sebenarnya tidak berbahaya, lebih baik Anda memahami apakah kondisi yang terjadi pada anak ini bisa dianggap normal atau tidak.

Apakah bekas imunisasi bengkak perlu dikhawatirkan?

Bekas imunisasi bengkak adalah salah satu bentuk efek samping yang normal dan dialami oleh banyak orang. Pembengkakan ini merupakan reaksi tubuh terhadap proses pemberian vaksin, dan menjadi tanda bahwa tubuh mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit.

Beberapa jam setelah imunisasi, kulit sekitar area penyuntikan menjadi kemerahan, bengkak, dan nyeri. Namun, kondisi ini akan mereda dengan sendirinya dalam 2-3 hari ke depan. Bekas imunisasi yang membengkak termasuk ke dalam Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Meski begitu, kondisi ini tidak selalu terjadi pada semua pemberian vaksin. Anak mungkin mengalaminya setelah imunisasi berikut:

  • Vaksin measles, mumps, dan rubella (MMR)

vaksin mmr
Vaksin MMR mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella pada anak. Setelah pemberian vaksin, anak dapat mengalami efek samping berupa bekas imunisasi bengkak dan nyeri.

  • Vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT)

Vaksin DPT diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus pada anak. Beberapa efek samping dari imunisasi ini, di antaranya bengkak, nyeri, dan kemerahan di area suntikan dan demam. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini dapat ditangani oleh obat penurun demam.

  • Vaksin cacar air

Vaksin cacar air diberikan untuk mencegah penyakit tersebut pada anak. Setelah imunisasi, Si Kecil dapat mengalami nyeri atau bengkak di area suntikan dan demam ringan yang membuatnya tidak nyaman.

  • Vaksin influenza

no caption
Vaksin influenza bisa menimbulkan efek samping

Vaksin influenza dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti bekas imunisasi bengkak dan nyeri hingga demam ringan.

Selain bekas imunisasi bengkak, beberapa efek samping lain yang mungkin dialami oleh anak setelah imunisasi, yaitu demam ringan, nyeri otot dan sendi, merasa lelah, serta menjadi rewel. Seluruh kondisi ini dianggap wajar dan sering terjadi. 

Sedikit sekali imunisasi yang bisa mendatangkan efek samping berbahaya. Meski demikian, Anda harus waspada apabila bengkak setelah imunisasi tidak kunjung hilang atau semakin parah. 

Pada sebagian kecil kasus, anak dapat menunjukkan reaksi alergi anafilaksis. Kondisi ini bisa menyebabkan mereka sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar-debar, muntah, diare, kram perut, dan menurunnya tingkat kesadaran. Anafilaksis merupakan kondisi yang sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa.

Baca Juga

  • Perbedaan Imunisasi dan Vaksinasi, Ini Jawabannya
  • Pentingnya Imunisasi IPD agar Anak Terhindar dari Pneumonia Hingga Meningitis
  • Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak dan Jadwal Pemberiannya

Cara mengatasi bekas imunisasi bengkak

Supaya pembengkakan di lokasi penyuntikan imunisasi mereda, ada beberapa cara mengatasi bekas imunisasi bengkak supaya anak bisa segera pulih:

  • Gunakan kompres dingin

kompres dingin
Kompres dingin redakan bekas imunisasi yang bengkak

Rendam kain ke dalam wadah berisi air, kemudian peras hingga kain menjadi lembap dan tak ada air yang menetes. Letakkan kain yang dingin tersebut di area bekas imunisasi yang bengkak. 

Kompres dingin dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan nyeri yang diakibatkan oleh pembengkakan tersebut. 

  • Memberi obat pereda nyeri

Jika anak mengalami demam atau nyeri di area bekas imunisasi, Anda bisa memberinya obat pereda nyeri seperti paracetamol. Namun, Anda tidak dianjurkan menggunakannya secara rutin. Pastikan Anda memberi dosis yang tepat sesuai petunjuk penggunaan.

  • Beri lebih banyak cairan

Anak yang mengalami demam dan bengkak pada bekas imunisasinya harus diberi minum air putih atau ASI lebih banyak. Pemberian ini bisa membantu meningkatkan energi tubuhnya dan mempercepat pemulihan Si Kecil.

  • Alihkan perhatian anak

bayi memainkan mainannya
Memberi mainan pada bayi bantu alihkan perhatiannya

Untuk mengurangi nyeri yang anak rasakan setelah imunisasi, cobalah alihkan perhatiannya. Misalnya, Anda bisa memberinya mainan baru. Ketika fokusnya teralihkan, rasa sakit yang dialaminya pun berkurang.

  • Mengusap-usap tubuh Si Kecil

Mengusap tubuh anak dengan lembut dapat membantu menenangkannya. Ketika anak lebih tenang, rasa sakitnya pun dapat mereda. Hindari menggosok bekas imunisasi yang bengkak karena bisa membuat anak kesakitan.

Sebelum menentukan imunisasi untuk anak, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tanyakan juga mengenai efek samping yang mungkin terjadi.

Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar imunisasi anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

vaksin bayi dan anakimunisasi anakcampakdifteri

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved