Begini Kriteria Kantin Sekolah Sehat Menurut BPOM dan Kemenkes


BPOM telah menetapkan kriteria kantin sekolah sehat sebagai panduan bagi lembaga pendidikan. Kantin harus memenuhi syarat kebersihan dan keamanan tertentu guna mendukung dan meningkatkan gizi para murid.

(0)
18 Mar 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sebagai, sumber serat, buah dan sayur perlu tersedia di kantin sekolahKantin sekolah sehat perlu memperbanyak makanan berserat, seperti buah dan sayur
Menerapkan pola makan sehat pada anak-anak tak hanya perlu dilakukan di rumah. Tapi kebiasaan ini juga harus diterapkan di sekolah.Lembaga pendidikan seperti sekolah harus mampu menjadi ‘rumah’ kedua bagi anak, dengan menjamin akses untuk makanan yang sehat dan bersih. Inilah mengapa kantin sekolah berperan amat penting untuk memastikan kecukupan nutrisi anak.Pada tahun 2013, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan aturan kantin sekolah sehat yang terdiri atas sejumlah kriteria. Upaya ini dilakukan untuk membantu mengatasi masalah gizi ganda (kekurangan gizi maupun kelebihan) di Indonesia.Bagi sekolah-sekolah yang berkomitmen mempraktikkan aturan tersebut, akan diberikan penghargaan Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah.

Kriteria kantin sekolah sehat menurut BPOM

Menurut BPOM, makanan kantin sekolah yang baik adalah makanan yang aman, bergizi, dan bermutu. Berikut adalah kriteria kantin sekolah sehat yang dianggap memenuhi standar kelayakan:
  • Menyediakan makanan yang aman serta bersih

Kantin sekolah harus menyediakan makanan yang bebas dari bahan-bahan kimia membahayakan, diolah dengan baik, dimasak matang, tidak berbau tengik serta asam. Penjual juga harus dalam keadaan sehat, dan tempat menjual makanannya perlu terjaga dengan bersih.
  • Mengajarkan cara mencuci tangan dengan baik

Pihak sekolah perlu mengajarkan anak untuk mencuci tangan dengan cara yang baik dan benar, yakni dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir setidaknya selama 20 detik. Lakukan langkah cuci tangan ini khususnya sebelum dan sesudah makan.
  • Produk makanan memiliki label yang jelas

Produk makanan harus memiliki label yang jelas, seperti nama produk, tanggal kedaluwarsa, komposisi, dan informasi nilai gizi. Untuk produk yang tidak memiliki label makanan (seperti lemper, lontong, dan lainnya), pastikan kemasannya dalam kondisi yang baik.
  • Melatih anak untuk membaca label informasi nilai gizi

Membaca label informasi nilai gizi dapat membantu anak untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat. Label ini menyediakan informasi penting. Misalnya, kalori, total lemak, kolesterol, protein, karbohidrat, vitamin, dan banyak lagi.
  • Menyuplai berbagai minuman sehat

Kriteria kantin sekolah sehat tak hanya membuat aturan mengenai makanan. Syarat ini juga berlaku untuk minuman.Beberapa jenis minuman sehat perlu disediakan oleh pihak sekolah, antara lain air putih, susu, jus, serta sport drink yang bisa dikonsumsi anak sehabis berolahraga.
  • Tidak menjual makanan dan minuman berwarna mencolok

Makanan dan minuman yang berwarna terlalu mencolok bisa jadi mengandung pewarna serta bahan-bahan kimia yang merugikan kesehatan anak. Jadi penjualan produk sejenis ini perlu dihindari.
  • Tidak menjual makanan dengan rasa tertentu

Pihak sekolah harus memastikan bahwa rasa makanan yang dijual di kantin tidak terlalu asin, manis, serta asam. Dengan ini, asupan nutrisi anak bisa tetap seimbang.
  • Batasi persediaan makanan cepat saji

Terlalu banyak mengonsumsi junk food bisa mencetuskan berbagai masalah kesehatan pada anak. Jenis-jenis makanan ini meliputi kentang goreng, hamburger, ayam goreng, pizza, dan mi instan.
  • Membatasi persediaan makanan ringan

Camilan yang rendah nutrisi serta tinggi gula dan garam tidak masuk dalam syarat kantin sekolah sehat. Contohnya, keripik kentang, cookies, donat, permen, dan lainnya.
  • Memperbanyak persediaan makanan berserat

Sumber serat bisa dari sayur maupun buah. Menu sayur-buah, seperti rujak, gado-gado, karedok, pecel, dan sebagainya, harus lebih ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya.

Bagaimana dengan syarat kantin sekolah sehat menurut Kemenkes?

Pada tahun 2006, Kementerian Kesehatan RI juga telah membuat peraturan mengenai syarat kantin sekolah yang sehat. Kriterianya meliputi:
  • Tersedia tempat mencuci peralatan makan dan minum dengan air yang mengalir
  • Tersedia tempat cuci tangan dengan air bersih yang mengalir
  • Tersedia tempat penyimpanan bahan-bahan makanan
  • Tersedia tempat penyimpanan makanan siap saji yang tertutup
  • Tersedia tempat penyimpanan peralatan makan dan minum
  • Jarak kantin dengan lokasi pembuangan sampah sementara (TPS) minimal 20 meter
Peran pihak sekolah untuk mewujudkan kantin sekolah sehat sangatlah penting. Menurut BPOM, para guru perlu rutin melakukan pengawasan terhadap makanan-makanan di kantin sekolah maupun di sekitar luar sekolah.Selain itu, membatasi pemberian gula, garam dan penyedap rasa juga baik untuk kesehatan anak. Pihak sekolah juga diharapkan mengetahui apa saja jenis jajanan yang dijual di kantin agar dapat memantau apakah makanan tersebut bergizi baik atau tidak.Memonitor berat badan siswa setiap enam bulan sekali juga dapat dilakukan guna mendeteksi adanya kondisi gizi kurang atau lebih.  Yang tak kalah krusial pula adalah memberikan edukasi mengenai prinsip-prinsip gizi seimbang pada para orang tua serta murid. Dengan ini, upaya pemerintah untuk mewujudkan kantin sekolah sehat guna mencegah masalah gizi ganda dapat terlaksana dengan baik. 
makanan sehatgizi anakgizi buruksekolahanak sekolah
Badan POM. http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_untuk_Pencapaian_Gizi_Seimbang__Orang_Tua__Guru__Pengelola_Kantin_.pdf
Diakses pada 18 Maret 2020
Peraturan BKPM. https://peraturan.bkpm.go.id/jdih/userfiles/batang/KEPMENKES_1429_2006.pdf
Diakses pada 18 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait