Begini Cara Memberikan Pertolongan Pertama Pada Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak dapat berujung pada kematian, jika tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin.
Tanpa pertolongan sesegera mungkin, risiko kematian akan meningkat pada orang yang mengalami henti jantung mendadak.

Henti jantung mendadak adalah berhentinya fungsi jantung secara tiba-tiba. Hal itu bisa terjadi pada orang dengan riwayat penyakit jantung, maupun yang tidak mengidap penyakit jantung. Kasus henti jantung mendadak seringkali berakibat fatal jika pertolongan pertama terlambat dilakukan.

Kematian berisiko terjadi bila penderita henti jantung mendadak terlambat menerima pertolongan pertama yang tepat. Oleh karena itu, kompresi dada harus terus dilakukan sampai ambulans tiba dan tim medis darurat mengambil alih, atau sampai penderita telah tiba di unit gawat darurat serta ditangani tim medis.

Penyebab henti jantung mendadak

Gangguan jantung yang bisa menyebabkan henti jantung mendadak adalah ketidaknormalan denyut jantung seperti takikardia ventrikel atau fibrilasi ventrikel. Ada juga henti jantung mendadak yang disebabkan oleh gangguan berupa perlambatan irama jantung secara ekstrem. Kondisi ini disebut sebagai bradikardia. Mengidap gangguan irama jantung sesungguhnya adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa.

Selain gangguan irama jantung, berikut ini beberapa penyebab lain dari henti jantung mendadak.

  • Adanya kerusakan atau jaringan parut pada jantung. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh kejadian serangan jantung sebelumnya. Enam bulan pertama setelah kejadian serangan jantung adalah periode yang berisiko tinggi terhadap henti jantung mendadak.
  • Penebalan otot jantung (cardiomyopathy). Kerusakan otot jantung ini bisa terjadi akibat tekanan darah tinggi, atau gangguan di katup jantung. Kondisi otot jantung yang rusak, meningkatkan risiko terjadinya henti jantung mendadak, apalagi jika mengidap gagal jantung.
  • Kelainan sistem elektrik jantung. Penyakit seperti sindrom Wolff-Parkinson-White dan sindrom Long QT bisa menyebabkan henti jantung mendadak pada anak-anak, dan orang berusia muda.
  • Kelainan pembuluh darah bawaan. Kelainan ini di arteri koroner dan aorta, bisa jadi penyebab henti jantung. Saat melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi, adrenalin yang dikeluarkan tubuh berpotensi pemicu henti jantung mendadak pada penderita kelainan pembuluh darah ini.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang. Penggunaan obat golongan ini, bisa menyebabkan henti jantung pada orang yang sehat dan tidak mengidap penyakit jantung.

Gejala dan pertolongan pertama untuk henti jantung

Henti jantung mendadak adalah saat jantung berhenti berdetak dan penderitanya jadi tidak sadarkan diri. Gejala yang terlihat adalah:

  • Penderita tampak tidak bernapas
  • Penderita tidak bergerak sama sekali
  • Penderita tidak merespons stimulasi apapun, termasuk ketika Anda memanggil namanya, atau menepuk-nepuk wajahnya

Pada situasi seperti itu, yang pertama kali mesti dilakukan adalah memanggil tim medis darurat, menghubungi 112 atau rumah sakit terdekat. Mintalah pertolongan ambulans secepatnya. Setelah memanggil tim medis darurat, lakukan kompresi dada hingga ambulans datang.

  • Sebelum melakukan kompresi dada, pastikan penderita henti jantung mendadak dan Anda berada di lokasi yang aman, tanpa risiko kecelakaan yang mengancam.
  • Lakukan kompresi dada dengan meletakkan bagian bawah salah satu telapak tangan Anda di tulang dada penderita henti jantung. Letakkan tangan lainnya di atas, dan masukkan jari-jemari tangan pada sela-sela jari tangan yang di bawah.
  • Dalam posisi lengan lurus dan siku terkunci, tekanlah dada penderita henti jantung keras-keras, menggunakan berat badan Anda, jangan hanya menggunakan kekuatan tangan.
  • Lakukan tekanan pada dada secara berulang-ulang dalam tempo cepat, kira-kira 100-120 tekanan per menitnya.
  • Bila ada orang lain di lokasi yang juga mampu melakukan kompresi dada, sebaiknya lakukan bergantian tiap dua menit, agar tidak kehabisan tenaga dan tekanan tetap konsisten. Pergantian harus dilakukan secepat mungkin, supaya jeda frekuensi kompresi dada tidak terlalu lama.

Henti jantung mendadak vs. serangan jantung

Mungkin masih banyak yang mengira bahwa henti jantung sama dengan serangan jantung. Memang serangan jantung bisa menyebabkan henti jantung mendadak. Namun sebetulnya, serangan jantung dan henti jantung adalah dua kondisi yang berbeda.

Serangan jantung terjadi akibat sumbatan di pembuluh darah yang menghambat atau menghentikan aliran darah ke jantung. Dengan demikian, yang dimaksud serangan jantung adalah kerusakan atau matinya otot jantung akibat tidak mendapat suplai darah.

Henti jantung mendadak disebabkan oleh malfungsi sistem kelistrikan di jantung. Pada kasus henti jantung mendadak, nyawa masih mungkin diselamatkan lewat resusitasi jantung-paru, dan penggunaan defibrilator untuk menyetrum jantung dan mengembalikan detak normalnya.

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/cardiac-arrest/causes-of-cardiac-arrest
Diakses pada 4 September 2019

NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/heart-and-blood-vessels/heart-emergencies/what-to-do-in-an-emergency
Diakses pada 4 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed