Begini Cara Membaca Tes Widal Tipes yang Tepat

(0)
Cara membaca tes widal tipes termasuk sulit, tapi perlu dipelajariTes widal harus dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan
Demam tifoid atau tipes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri jenis Salmonella typhi serta Salmonella paratyphi A, B, dan C. Penyakit ini masih sering ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.Tes Widal termasuk salah satu bentuk pemeriksaan medis yang dilakukan untuk memastikan diagnosis demam tifoid. Namun cara membaca tes Widal tipes tidak bisa sembarangan.

Kenapa tes Widal banyak digunakan?

Meskipun pemeriksaan penunjang untuk demam tifoid yang paling baik adalah kultur bakteri, tes Widal masih sering digunakan di banyak negara endemis. Salah satunya di Indonesia.Tes Widal relatif lebih mudah, murah, dan membutuhkan peralatan yang lebih sederhana. Sedangkan kultur bakteri seringkali memerlukan sarana dan prasarana khusus yang tidak tersedia secara luas. Hasilnya juga baru bisa muncul setelah beberapa hari. Karena itulah tes Widal masih banyak digunakan untuk mendiagnosis tipes. 

Prinsip tes Widal

Tes Widal menggunakan prinsip reaksi antigen-antibodi. Antibodi akan bereaksi terhadap antigen yang dianggap sebagai benda asing, yaitu dengan menghasilkan penggumpalan (aglutinasi).Jika seseorang terinfeksi oleh Salmonella typhi, tubuhnya akan memproduksi antibodi terhadap kuman tersebut. Antigen yang digunakan berasal dari komponen kuman S. typhi, S. paratyphi A, dan S. paratyphi B. Jenis antigen yang digunakan bisa berupa:
  • Antigen H yang berasal dari flagel (alat gerak) kuman.
  • Antigen O yang berasal dari tubuh kuman. 

Prosedur dan cara membaca tes Widal tipes

Serum darah orang yang dicurigai menderita demam tifoid akan diambil tes Widal. Kemudian antigen yang berasal dari bakteri Salmonella diteteskan ke dalam serum ini.Bila serum darah mengandung antibodi, reaksi antigen-antibodi akan terjadi dan sampel darah akan tampak menggumpal. Hal inilah yang mendukung diagnosis demam tifoid. Jika saat antigen diteteskan dan tidak terjadi reaksi penggumpalan, dapat dianggap bahwa tidak ada antibodi di dalam sampel serum darah. Hasilnya pun dikatakan bukan demam tifoid. Hasil positif atau negatif saja tidaklah cukup untuk menggambarkan tes Widal. Cara yang lebih tepat adalah mengukur titer, yaitu konsentrasi antibodi atau antigen pada sampel darah.Titer itulah yang biasa tergambar dalam hasil tes Widal. Misalnya, 1/80, 1/160, atau 1/320. Semakin tinggi angkanya, semakin besar pula kemungkinan adanya infeksi S. typhii

Keterbatasan tes Widal dan reaksi positif palsu

Kenaikan titer antibodi dalam tes Widal yang dianggap positif adalah jika antibodi O atau H naik hingga 1/160. Sayangnya, cara membaca tes widal tipes dari satu kali tes saja tidak cukup akurat untuk memastikan diagnosis demam tifoid. Tes Widal dapat bereaksi silang dengan penyakit infeksi lain. Karena itu, bisa terjadi reaksi positif palsu. Misalnya, saat tes Widal menunjukkan hasil yang positif, tetapi sebenarnya bukan disebabkan oleh demam tifoid. Beberapa penyakit yang dapat menunjukkan hasil positif terhadap tes Widal. Contohnya, demam berdarah, malaria, tuberkulosis milier, penyakit hati kronik, dan endokarditis. Riwayat imunisasi demam tifoid sebelumnya juga berpotensi menyebabkan hasil positif palsu.Jika tes Widal menunjukkan hasil negatif, kemugkinan demam tifoid pun tidak dapat langsung disingkirkan. Ada pula kondisi-kondisi medis lain yang juga bisa menyebabkan hasil tes Widal tipes yang negatif. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Jumlah bakteri yang kurang banyak untuk mencetuskan reaksi antibodi (reaksi negatif palsu).
  • Pasien telah menjalani pengobatan dengan antibiotik sebelum tes dilakukan.
  • Karier, yaitu adanya bakteri Salmonella dalam darah, namun tanpa gejala klinis. 
Oleh karena keterbatasan tes Widal itulah, interpretasi sulit dilakukan hanya dari satu pengujian. Idealnya, tes ini dilakukan secara berulang dengan jarak setidaknya 10 sampai 14 hari.Tes Widal dinyatakan positif jika titer antibodi O atau H naik hingga empat kali lipat. Misalnya, dari 1/80 menjadi 1/320. . Tes ini dapat diulang 5-7 hari setelah tes pertama, hasil semakin akurat jika kenaikan titer empat kali lipat dari tes pertama.Cara membaca tes Widal tipes memang tidak mudah. Hasilnya juga tidak bisa hanya diandalkan melalui satu kali tes.Di fasilitas kesehatan yang memiliki fasilitas kultur bakteri, diagnosis demam tifoid sebaiknya dipastikan dengan tes kultur. Namun jika tidak tersedia, tes Widal masih dapat dilakukan, terlebih jika pengobatan demam tifoid harus segera dimulai.Konsultasikan dengan dokter mengenai cara membaca hasil tes Widal tipes agar Anda mendapatkan diagnosis dan pengobatan demam tifoid yang tepat.
demam berdarahtipesmalariademam tifoid
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 26 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1741491/pdf/v076p00080.pdf
Diakses pada 26 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4177418/
Diakses pada 26 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3616551/
Diakses pada 26 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait