Begini Cara Baju Hazmat Melindungi Tenaga Medis


Protokol kesehatan mengharuskan petugas medis mengenakan baju hazmat saat berinteraksi dengan pasien penyakit tertentu. Kata “hazmat” adalah singkatan dari hazardous material, pakaian yang bisa melindungi dari penyakit menular lewat udara.

(0)
09 Nov 2020|Azelia Trifiana
Hazmat digunakan oleh para petugas medis untuk menghindari terpapar zat berbahaya atau penyakit menularHazmat berfungsi melindungi penggunanya dari paparan zat berbahaya dan penyakit menular
Protokol kesehatan mengharuskan petugas medis mengenakan baju hazmat saat berinteraksi dengan pasien penyakit tertentu. Kata “hazmat” adalah singkatan dari hazardous material, pakaian yang bisa melindungi dari penyakit menular lewat udara.Penggunaan pakaian pelindung ini tak hanya untuk tenaga medis saja, profesi lain yang berisiko terpapar zat berbahaya disarankan mengenakannya. Mulai dari zat kimia, biologis, hingga bahan radioaktif.

Cara kerja baju hazmat

Baju hazmat adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, didesain khusus untuk melindungi penggunanya dari zat berbahaya. Pakaian ini termasuk alat pelindung diri (APD), biasanya juga disertai penggunaan kacamata pelindung, sarung tangan, dan sepatu khusus.Tidak semua petugas medis diharuskan mengenakan pakaian pelindung ini. Hanya mereka yang bekerja di area rentan kontaminasi saja yang diwajibkan mengenakannya.Utamanya ketika masa pandemi COVID-19, petugas medis yang kontak langsung maupun tidak langsung dengan pasien harus mengenakan baju hazmat. Berbeda rumah sakit, berbeda pula protokol kesehatan yang diterapkan.Sifat baju pelindung ini adalah impermeable yang berarti tidak memungkinkan dimasuki cairan atau gas apapun. Dengan demikian, zat berbahaya seperti droplet dari pasien tidak berisiko menyentuh langsung pengguna pakaian pelindung.

Kategori baju hazmat

Produsen yang dipercaya untuk memproduksi pakaian pelindung ini pun tak bisa sembarangan, harus sudah mengantongi sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.Umumnya, baju hazmat diklasifikasikan dalam Level A, B, C, dan D bergantung pada perlindungan yang diberikan, yaitu:
  • Level A

Memberikan perlindungan tertinggi dari asap, gas, debu, dan partikel. Baju hazmat level A juga dilengkapi dengan alat untuk bernapasan yang terdapat di dalam pakaian.
  • Level B

Pakaian pelindung level B memberikan proteksi dari cipratan air dan zat kimia. Pakaian ini juga dilengkapi dengan sepatu boots dan sarung tangan namun tidak kedap udara. Level B digunakan ketika tingkat perlindungan yang diperlukan lebih rendah dari level A.
  • Level C

Bahan baju hazmat yang digunakan dalam level C sama seperti level A dan B, hanya saja alat pelindung pernapasannya bisa berbeda. Umumnya, pakaian level C digunakan oleh tenaga medis saat kontak dengan pasien atau korban.
  • Level D

Pakaian level D tidak melindungi dari paparan zat kimia. Penggunanya masih perlu mengenakan gaun penutup, sepatu pelindung dengan sol baja, serta face shield untuk melengkapi perlindungan.Seluruh jenis baju hazmat digunakan paling awal untuk melapisi pakaian yang semula dikenakan. Barulah kemudian digunakan sepatu, sarung tangan, gaun, atau masker untuk memastikan tidak ada ruang untuk kontaminasi.Untuk memastikan pakaian pelindung ini bekerja dengan efektif, umumnya di area wajah, leher, serta pergelangan tangan dan kaki dibuat lebih rapat.

Cara melepaskan baju hazmat

Di saat pandemi COVID-19, semakin tergambar dengan jelas bagaimana perjuangan tenaga medis ketika harus beraktivitas mengenakan baju hazmat. Perlu waktu yang cukup lama untuk memasang dan juga melepaskannya. Terlebih, seluruh prosedurnya harus benar-benar tepat untuk menghindari kontaminasi di bagian tubuh manapun.Metode yang aman untuk melepas APD menurut Centers for Disease Control (CDC) adalah memastikan tidak menyentuh bagian luar APD karena telah terkontaminasi. Kemudian, lepaskan dengan menggulung ke bawah dari kepala ke kaki.Jika ada langkah-langkah selanjutnya, pengguna harus mencuci tangan di tiap langkahnya. Begitu pula saat sudah selesai melepas baju hazmat, jika memungkinkan harus membilas seluruh tubuh atau mandi.

Catatan dari SehatQ

Secanggih apapun teknologi disinfektan yang sudah diterapkan rumah sakit, tetap penting menggunakan baju hazmat bagi petugas medis atau personel lain di rumah sakit. Hal yang sama juga berlaku bagi dokter gigi, petugas ambulance, hingga penggali kubur ketika harus berhubungan dengan pasien penyakit infeksi menular.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kapan tenaga medis harus mengenakan APD, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hidup sehatpola hidup sehat
Live Science. https://www.livescience.com/47620-ebola-protective-gear.html
Diakses pada 23 Oktober 2020
How It Works. https://www.howitworksdaily.com/how-do-hazmat-suits-work/
Diakses pada 23 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/pdf/ppe-poster.pdf
Diakses pada 23 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait