Para orang tua harus diberi edukasi tentang cara membedong bayi dengan benar dan aman
Membedong bayi masih menjadi kontroversi karena dikaitkan dengan SIDS dan cedera

Bedong bayi merupakan hal yang wajar dan telah digunakan sejak dulu oleh sebagian masyarakat Indonesia. Namun, perlu atau tidaknya membedong bayi masih menjadi kontroversi karena bedong bayi dikaitkan dengan kejadian anak bayi meninggal mendadak (SIDS) dan cedera.

McDonnel dan Moon (2014) melakukan studi mengenai keamanan kantung dan bedong bayi dari tahun 2004-2012. Ditemukan 36 kejadian yang berhubungan dengan penggunaan kantong dan bedong bayi, meliputi:

  • 5 kasus berhubungan dengan kantong bayi (wearable blanket): 1 kematian, 2 cedera, dan 2 potensi cedera.
  • 18 kasus berhubungan dengan bedong instan (swaddle wrap): 8 kematian, 10 potensi cedera.
  • 1 kasus kematian, tidak disebutkan produk yang dipakai
  • 12 kasus kematian berhubungan dengan bedong menggunakan kain/selimut biasa

Kaitan Bedong bayi dengan kasus anak bayi meninggal

Beberapa fakta terkait kasus anak bayi meninggal yang menggunakan kantong bayi dan bedong instan, yaitu:

  • 8 dari 10 bayi yang meninggal, ditemukan menggunakan bedong instan
  • Usia bayi antara 3-5 bulan, dengan rata-rata usia 3,5 bulan
  • 80% kasus berhubungan dengan bayi tidak dapat bernapas (asfiksia) akibat posisi telungkup, mencakup bayi yang diletakkan tidur telungkup ataupun yang berguling telungkup ketika tidur.

Sedangkan kasus yang terjadi pada bayi yang dibedong menggunakan selimut/kain bedong biasa, antara lain:

  • Teridentifikasi 12 kasus kematian, dengan usia rata-rata 2 bulan
  • Bayi ditemukan meninggal akibat tidak bisa bernapas: 1 bayi ditidurkan telungkup, 6 bayi berguling ke posisi telungkup, 4 bayi meninggal berhubungan dengan penggunaan selimut/seprai/bedcover/bantal, dan 1 bayi meninggal akibat hipertermia (terlalu panas).
  • 1 kasus kematian disebabkan oleh tertutupnya mulut dan hidung bayi oleh kain/selimut bedong

Studi ini memang memiliki keterbatasan dalam desain penelitiannya. Namun, studi ini mengingatkan kembali para orang tua untuk menggunakan bedong bayi secara benar. Cedera bahkan kematian bayi dapat terjadi jika bedong bayi digunakan tidak dengan hati-hati.

[[artikel-terkait]]

Tips membedong bayi dengan aman

Jika Anda memilih untuk membedong bayi Anda, perhatikan hal-hal berikut agar tidak terjadi kejadian anak bayi meninggal mendadak, seperti SIDS, atau cedera yang tidak diinginkan:

  1. Pastikan bedong bayi dengan rapi dan kencang, tapi tidak terlalu kencang. Jika menggunakan bedong berupa kain, pastikan lipatan kain rapi dan tidak longgar menutupi muka bayi. Pastikan juga kaki bayi tetap dapat bergerak dengan leluasa. Tujuan menggunakan bedong adalah untuk bayi bukan untuk melakukan hal mitos yaitu meluruskan kaki bayi.

  2. Tidak menidurkan bayi dalam posisi terlungkup atau miring saat dibedong. Tidurkan bayi dalam posisi terlentang. Ditemukan kasus anak bayi meninggal akibat ditidurkan terlungkup saat dibedong. Hal ini mungkin disebabkan oleh gerakan bayi yang terbatas sehingga bayi tidak bebas mengangkat badannya atau berguling.

  3. Pastikan bayi tidak kepanasan saat dibedong. Masyarakat kita percaya bahwa bayi rentan kedinginan dan harus dibungkus agar hangat. Tidaklah jarang kita temukan bayi yang dibungkus dengan kain berlapis-lapis. Semakin banyak lapisan bedong bayi, semakin bayi berisiko terkena hipertermia. Salah satu patokan yang dapat dipakai adalah mengamati dan memegang kulit bayi. Jika kulit bayi berkeringat atau terasa basah, artinya suhu terlalu panas.

  4. Tidak membedong bayi setelah usia 2 bulan. Panduan usia aman bedong bayi memang belum ada, tetapi hindari penggunaan bedong jika bayi sudah mulai dapat berguling (sekitar 3 bulan).

  5. Edukasi penjaga bayi (nenek atau babysitter) mengenai praktik bedong yang aman.

McDonnell E, Moon RY. Infant deaths and injuries associated with wearable blankets, swaddle wraps, and swaddling. J Pediatr. 2014;164(5): 1152-56. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3992172/
Diakses pada Mei 2019

Thach BT. Does swaddling decrease or increase the risk of sudden infant death syndrome? J Pediatr. 2009;155(4): 461-2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2768591/
Diakses pada Mei 2019

Baby Sleep Info Source. https://www.basisonline.org.uk/swaddling-for-sleep/
Diakses pada Mei 2019

American Academy of Pediatrics. Swaddling: is it safe? https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx
Diakses pada Mei 2019

Horne RS. Current Best Evidence: Swaddling may cause death and injury. https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(14)00556-3/pdf
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed