Beda dengan Autisme, Ini Gejala dan Cara Menangani Sindrom Asperger


Sindrom asperger merupakan gangguan spektrum autisme yang membuat penderitanya dianggap punya kemampuan bahasa dan kognitif lebih baik dibandingkan anak autisme. Meski begitu, penderita sindrom ini masih mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

0,0
Sindrom Asperger merupakan gangguan spektrum autismePenderita Asperger punya kemampuan bahasa dan kognitif yang lebih baik dibanding anak dengan autisme
Banyak orang yang mengira bahwa sindrom Asperger dan autisme sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya berbeda. Tidak seperti halnya penderita autisme yang kesulitan berbahasa dan mengolah informasi, gejala yang dialami oleh pengidap sindrom ini cenderung lebih ringan. Bahkan, mereka seringkali mempunyai keterampilan bahasa dan kognitif yang lebih baik.

Apa saja gejala sindrom Asperger?

Sindrom Asperger adalah bentuk gangguan spektrum autisme. Penderitanya dianggap memiliki kemampuan kognitif dan bahasa yang lebih baik. Meskipun begitu, penderita kondisi ini masih mengalami kesulitan berkomunikasi, berinteraksi sosial, serta menunjukkan perilaku yang berulang.Beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita sindrom Asperger adalah sebagai berikut:
  • Merasa sulit untuk berteman
  • Peka terhadap cahaya dan suara keras
  • Tidak memahami aturan atau isyarat sosial
  • Merasa sulit untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang lain
  • Melakukan rutinitas yang kaku atau punya kebiasaan mengulangi perilaku tertentu
  • Fokus pada satu topik tertentu dan menjadi bosan saat membicarakan bahasan lain
  • Berbicara dengan cara yang tidak biasa seperti menggunakan bahasa formal, terlalu keras, atau suara monoton
Kesulitan yang dialami dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial sering membuat penderita sindrom ini cemas, bingung, dan frustasi. Orang-orang di sekitar mereka terkadang juga dapat mengalami emosi tersebut.Selain itu, Anda tidak bisa mengetahui apakah seseorang menderita sindrom Asperger hanya dari penampilan saja. Perlu diagnosis dari dokter untuk bisa tahu apakah seseorang mengidap kondisi ini atau tidak.

Ragam faktor penyebab sindrom Asperger

Perubahan pada otak disebut bertanggung jawab atas berkembangnya sindrom Asperger dalam diri seseorang. Meski begitu, hingga kini dokter belum mengetahui apa yang menjadi penyebab pasti dari perubahan pada otak tersebut.Selain itu, faktor genetik, paparan racun lingkungan, serta infeksi virus juga turut berkontribusi dalam berkembangnya sindrom Asperger. Anak dengan jenis kelamin laki-laki juiga lebih rentan terkena sindrom ini dibanding perempuan.

Adakah cara mengobati sindrom Asperger?

Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindakan yang bisa dilakukan untuk mengobati sindrom Asperger. Namun, ada sejumlah perawatan yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi gejala dan mengembangkan potensi yang dimiliki penderitanya.Beberapa tindakan perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Pelatihan kemampuan sosial

Dalam sesi individual atau kelompok, anak Asperger akan diajarkan berinteraksi dengan orang lain. Tak hanya itu, terapis juga akan mengajarkan penderita sindrom Asperger cara mengekspresikan diri yang tepat.

2. Terapi wicara

Terapi wicara bertujuan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi penderitanya. Terapis akan mengajarkan intonasi suara yang normal saat berbicara, bukan dengan nada datar. Penderita sindrom ini juga akan diberi pelajaran mengenai percakapan dua arah dan isyarat sosial seperti gerakan tangan atau kontak mata.

3. Terapi perilaku kognitif

Dalam terapi perilaku kognitif, terapis akan membantu penderita sindrom Asperger mengubah pola pikir mereka. Dengan begitu, mereka dapat mengontrol emosi dan perilaku berulangnya dengan lebih baik.

4. Edukasi dan pelatihan orangtua

Agar dapat menangani penderita sindrom Asperger dengan tepat, ahli kesehatan mental akan memberikan pendidikan dan pelatihan pada orangtua mereka. Dengan begitu, orangtua dapat membantu buah hati mereka dalam menjalani hidup.

5. Analisis perilaku terapan

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong supaya penderita sindrom Asperger dapat memiliki keterampilan sosial dan bisa berkomunikasi dengan baik. Selain itu, penderitanya juga akan dilatih untuk tak melakukan tindakan-tindakan negatif. Terapis akan memberikan dukungan serta pujian untuk mendapatkan hasil. 

6. Konsumsi obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan sejumlah obat untuk membantu mengatasi gejala yang terkait dengan depresi dan kecemasan. Sejumlah obat yang mungkin diresepkan seperti antipsikotik dan SSRI.

Catatan dari SehatQ

Sindrom Asperger adalah gangguan spektrum autisme, di mana penderitanya dianggap mempunyai kemampuan bahasa dan kognitif yang lebih baik, namun masih mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Kondisi ini tidak bisa disembuhkan, tetapi ada beberapa tindakan yang bisa membantu meredakan gejala dan mengoptimalkan potensi penderita.Dengan penanganan yang tepat, penderita kondisi ini dapat belajar mengontrol situasi sosial dan berkomunikasi dengan baik. Selain itu, mengidap sindrom Asperger bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan dalam hidup.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait sindrom ini dan cara menanganinya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
autisme
Healthline. https://www.healthline.com/health/asperger-syndrome
Diakses pada 11 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/brain/autism/mental-health-aspergers-syndrome
Diakses pada 11 Mei 2021
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/aspergers-syndrome
Diakses pada 11 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait