Perbedaan Gumoh dan Muntah serta Cara Menanganinya


Perbedaan bayi gumoh dan muntah adalah susu langsung keluar melalui mulut. Sementara, bayi muntah ditunjukkan dengan adanya perut bayi yang segera mengedan untuk mengeluarkan isi dari lambung.

(0)
16 Apr 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perbedaan bayi gumoh dan muntah adalah susu keluar sendiri tanpa didorong perutPerbedaan bayi gumoh dan muntah adalah susu keluar sendiri tanpa dorongan dari perut
Perbedaan gumoh dan muntah perlu diketahui oleh orang tua. Sebab, gumoh atau muntah yang terjadi terus-menerus dengan jumlah cairan yang banyak bisa jadi gejala penyakit tertentu. Ini tentu akan mengganggu tumbuh kembang bayi.Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, sekitar 25 persen orang tua merasa khawatir ketika bayi gumoh sehingga tak segan memeriksakan kesehatan di kecil ke dokter. 

Mengenal gumoh

Gumoh adalah cairan yang langsung keluar dari lambung
Sebelum Anda mengetahui perbedaan gumoh dan muntah, Anda terlebih dahulu memahami arti gumoh.Menurut penelitian dari jurnal Anesthesia Progress, untuk mengetahui beda gumoh dan muntah, Anda harus mengetahui apa itu gumoh. gumoh regurgitasi, atau dalam dunia medis disebut gastroesophageal reflux adalah keluarnya ASI ataupun susu formula dari lambung menuju mulut dengan mudah.Kondisi ini sangat awam terjadi pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun.Sementara, beda gumoh dan muntah lainnya adalah muntah terjadi akibat adanya kontraksi otot usus dan dinding perut yang berusaha mengeluarkan susu ataupun kandungan lainnya yang ada di dalam lambung menuju mulut.Orang tua pun tidak perlu khawatir saat bayi gumoh, asalkan tidak ada gejala klinis lain yang menyertai. Untuk mengetahui cara membedakan gumoh dan muntah pada bayi, gumoh hanya mengeluarkan susu dari lambung sekitar 1-2 sendok makan.Lalu, si Kecil  terlihat aktif, serta berat badannya masih bertambah. Ini berarti jika gumoh masih tergolong normal.Normalnya, gumoh terjadi selama kurang dari tiga menit dan setelah bayi minum susu atau makan MPASI.

Perbedaan gumoh dan muntah

Perbedaa gumoh dan muntah adalah muntah membuat bayi rewel
Rasa khawatir mungkin muncul karena orang tua tidak mengerti perbedaan gumoh dan muntah. Memang, beda gumoh dan muntah adalah jika muntah bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan pada anak, mulai dari gastroesophageal reflux disease (GERD), sumbatan usus, infeksi telinga, infeksi usus, infeksi paru, radang otak, atau alergi protein.Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membedakan gumoh dan muntah, seperti:
  • Pada gumoh, susu keluar sendiri dari mulut bayi. Pada muntah, bayi seperti mengedan untuk mengeluarkan susu itu.
  • Bayi gumoh tidak rewel, tetap aktif, dan tidak mengalami penurunan berat badan. Sedangkan muntah menyebabkan bayi rewel, tidak nyaman, dan mengalami penurunan berat badan.
  • Gumoh tidak menyebabkan bayi dehidrasi, sementara muntah yang terus-menerus meningkatkan risiko si Kecil terkena dehidrasi.
  • Gumoh berwarna putih karena susu yang keluar, sementara muntah bisa berupa kehijauan karena adanya masalah usus.
  • Gumoh hanya keluar dari mulut, muntah mampu keluar melalui hidung.
  • Cairan gumoh keluar tidak lebih dari 10 ml, muntah bisa lebih dari itu.
  • Perbedaan gumoh dan muntah adalah bayi gumoh tidak perlu penanganan medis.
Jika menyangkut beda gumoh dan muntah, apabila bayi muntah bercirikan dehidrasi, bayi harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan.

Penyebab gumoh

Lambung yang terlalu kecil membuat bayi gumoh
Setelah mengetahui perbedaan gumoh dan muntah, ketahui penyebab bayi gumoh di bawah ini:
  • Lambung bayi masih terlalu kecil untuk mengonsumsi ASI maupun susu formula dengan jumlah banyak. Oleh karena itu, susu pun menjadi "meluap" dan naik ke mulut.
  • Klep lambung bayi belum bekerja dengan sempurna. Katup lambung tidak menutup dengan rapat. Akibatnya, susu yang sudah dikonsumsi bayi pun keluar lagi dari lambung ke mulut.
  • Bayi terlalu banyak menelan udara. Hal ini menyebabkan bayi sendawa sekaligus mengeluarkan susu yang sudah dikonsumsi.

Cara mengatasi gumoh pada bayi

Berikan susu sedikit demi sedikit untuk menghindari bayi gumoh
Perlu Anda ingat, perbedaan gumoh dan muntah lainnya adalah jika gumoh biasanya berhenti dengan sendirinya saat ia berusia di atas 1 tahun.Sambil menunggu usia si Kecil menginjak tahun pertamanya, ada beberapa perawatan bayi baru lahir yang dapat Anda lakukan untukmengurangi terjadinya gumoh pada bayi, misalnya:
  • Memberi susu pada bayi dengan porsi yang lebih sedikit, tetapi sering.
  • Menyendawakan bayi setelah menyusu, bukan langsung membaringkannya.
  • Menyela sesi menyusu bayi dengan menyendawakannya.
  • Hindari makan makanan yang memicu reaksi alergi pada bayi (bila ada), terutama makanan yang mengandung susu, protein sapi, atau telur.
  • Ganti dot jika Anda menggunakan botol untuk menyusui anak. Penggunaan dot dengan lubang yang terlalu besar dapat sekaligus membuat bayi menelan udara saat menyusu.
  • Gendong bayi dalam keadaan tengkurap dan dalam posisi menghadap ke belakang.

Kapan bayi gumoh harus diperiksakan ke dokter

Bawa bayi ke dokter segera jika gumoh diikuti dengan demam
Meski gumoh merupakan hal yang lumrah terjadi pada bayi, orang tua tetap harus tetap cermat mengetahui beda gumoh dan muntah.Selain itu, Anda juga harus waspada ketika bayi gumoh memperlihatkan tanda klinis lainnya, seperti:
  • Bayi sangat rewel sehingga membuat Anda khawatir.
  • Berat badan bayi tidak bertambah atau bahkan menurun.
  • Tidak ada atau sedikit urine ketika bayi buang air kecil.
  • Bayi memperlihatkan tanda tidak nyaman atau bahkan nyeri.
  • Bayi terlihat lemas dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
  • Bayi demam dengan suhu di atas 39 derajat Celcius.

Catatan dari SehatQ

Perbedaan gumoh dan muntah perlu diketahui untuk mengantisipasi jika hal tersebut justru mengganggu asupan nutrisi yang dikonsumsi bayi.Jika Anda melihat bayi gumoh atau muntah terus-menerus atau ingin mengetahui lebih rinci terkait perbedaan gumoh dan muntah, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Selanjutnya, bawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Dokter mungkin akan meresepkan obat yang sesuai untuk bayi Anda.Meski demikian, obat-obatan tersebut hanya boleh dikonsumsi saat bayi mengalami kondisi yang mengkhawatirkan, seperti tidak mau makan atau mengalami asma.Obat ini pun hanya bisa dikonsumsi dalam jangka pendek di bawah pengawasan dokter.Jangan lupa juga kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik terkait perlengkapan bayi dan ibu menyusui.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
refluxanak muntahmuntah
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gumoh-pada-bayi
Diakses pada 1 April 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-%E2%80%98gumoh%E2%80%99-dan-muntah-pada-bayi
Diakses pada 1 April 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/diagnosis-treatment/drc-20351412
Diakses pada 1 April 2020
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/reflux
Diakses pada 1 April 2020

Anesthesia Progress. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3006663/
Diakses pada 02 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait