Beda Bayi Gumoh dan Bayi Muntah serta Cara Menanganinya

Gumoh umumnya sering terjadi pada bayi
Seorang bayi nampak sedang mengalami gumoh

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan sekitar 25 persen orangtua merasa khawatir ketika bayi gumoh sehingga tak segan memeriksakan kesehatan di kecil ke dokter. Apakah Anda salah satu orangtua yang demikian?

Gumoh (regurgitasi) atau dalam dunia medis disebut gastroesophageal reflux adalah keluarnya sebagian susu ketika atau setelah bayi menyusu. Kondisi ini sangat awam terjadi pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun.

Orangtua pun tidak perlu khawatir saat bayi gumoh asalkan tidak ada gejala klinis lain yang menyertai. Selain itu, jika susu yang keluar hanya sekitar 1-2 sendok makan, si Kecil masih terlihat aktif, serta berat badannya masih bertambah, maka gumoh masih tergolong normal.

Apa bedanya gumoh dengan muntah?

Rasa khawatir mungkin muncul karena orangtua tidak bisa membedakan gumoh dan muntah. Memang, muntah bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan pada anak, mulai dari gastroesophageal reflux disease (GERD), sumbatan usus, infeksi telinga, infeksi usus, infeksi paru, radang otak, atau alergi protein.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membedakan gumoh dan muntah, seperti:

  • Pada gumoh, susu keluar sendiri dari mulut bayi. Pada muntah, bayi seperti mengedan untuk mengeluarkan susu itu.
  • Bayi gumoh tidak rewel, tetap aktif, dan tidak mengalami penurunan berat badan. Sedangkan muntah menyebabkan bayi rewel, tidak nyaman, dan mengalami penurunan berat badan.
  • Gumoh tidak menyebabkan bayi dehidrasi, sementara muntah yang terus-menerus meningkatkan risiko si Kecil terkena dehidrasi.

Bayi gumoh tidak perlu penanganan medis. Sebaliknya, bayi muntah yang menunjukkan ciri-ciri dehidrasi (bibir kering, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, mata cekung) harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan.

Cara mengatasi gumoh pada bayi

Bayi gumoh biasanya berhenti dengan sendirinya saat ia berusia di atas 1 tahun. Sambil menunggu usia si Kecil menginjak tahun pertamanya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya gumoh pada bayi, misalnya:

  • Memberi susu pada bayi dengan porsi yang lebih sedikit, namun sering
  • Terlebih dahulu menyendawakan bayi setelah menyusu, bukan langsung membaringkannya
  • Bila memungkinkan, Anda dapat menyela sesi menyusu bayi dengan menyendawakannya
  • Hindari makan makanan yang memicu reaksi alergi pada bayi (bila ada), terutama makanan yang mengandung susu, protein sapi, atau telur
  • Jika Anda menggunakan botol untuk menyusui anak, coba ganti dot yang ia gunakan. Penggunaan dot dengan lubang yang terlalu besar dapat sekaligus membuat bayi menelan udara saat menyusu.

Kapan bayi gumoh harus diperiksakan ke dokter?

Meski gumoh merupakan hal yang lumrah terjadi pada bayi, namun orangtua tetap harus waspada ketika bayi gumoh memperlihatkan tanda klinis lainnya, seperti:

  • Bayi sangat rewel sehingga membuat Anda khawatir
  • Berat badan bayi tidak bertambah atau bahkan menurun
  • Tidak ada atau sedikit urine ketika bayi buang air kecil
  • Bayi memperlihatkan tanda tidak nyaman atau bahkan nyeri
  • Bayi terlihat lemas dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti mata cekung, rewel, ubun-ubun cekung, dan tampak haus atau justru tidak ingin minum sama sekali.

Anda pun sebaiknya memeriksakan si Kecil ke dokter bila gumoh masih berlangsung saat usia di atas 1 tahun. Dokter mungkin akan meresepkan obat yang sesuai untuk bayi Anda.

Meski demikian, obat-obatan tersebut hanya boleh dikonsumsi saat bayi mengalami kondisi yang mengkhawatirkan, seperti tidak mau makan atau mengalami asma. Obat ini pun hanya bisa dikonsumsi dalam jangka pendek di bawah pengawasan dokter.

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gumoh-pada-bayi
Diakses pada 1 April 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-%E2%80%98gumoh%E2%80%99-dan-muntah-pada-bayi
Diakses pada 1 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/diagnosis-treatment/drc-20351412
Diakses pada 1 April 2020

Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/reflux
Diakses pada 1 April 2020

Artikel Terkait