Beda Anak Speech Delay dan Autis yang Perlu Diketahui Orangtua


Beda anak speech delay dan autis dapat dideteksi dari beberapa aspek, mulai dari kemampuan menggunakan kata, bentuk komunikasi, hingga merespons reaksi.

0,0
09 Aug 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Beda anak speech delay dan autis harus orangtua pahamiAnak dengan speech delay dapat disalahartikan sebagai tanda autis
Anak yang terlambat bicara kadang dianggap memiliki autisme. Padahal beda anak speech delay dan autis dapat dilihat dari beberapa aspek. Sayangnya, tidak semua orangtua memahami hal tersebut.Pemeriksaan lebih lanjut ke dokter anak juga dibutuhkan untuk menentukan apakah si kecil menderita autisme atau speech delay. Untuk membantu Anda dalam mendeteksi masalah ini lebih dini, ketahui beda anak speech delay dan autis berikut.

Beda anak speech delay dan autis

Mulai dari kemampuan menggunakan kata hingga respons, berikut adalah beda anak speech delay dan autis yang dapat Anda perhatikan.
  • Kemampuan menggunakan kata

Anak yang mengalami speech delay belum bisa menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi. Namun, mereka secara bertahap akan menunjukkan perkembangan jika distimulasi dengan tepat. Sementara itu, anak autis bisa menyebutkan beberapa kata, tapi tidak menggunakannya untuk berkomunikasi. Mereka cenderung akan mengucapkan kata yang diketahui secara berulang-ulang untuk dirinya sendiri.
  • Bentuk komunikasi

anak autis
Anak autis tidak melakukan kontak mata pada lawan bicara
Anda juga bisa menemukan beda anak speech delay dengan autis dari bentuk komunikasinya. Anak yang punya speech delay suka mengoceh dan menunjukkan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Ia akan menunjuk, menarik Anda ke arah yang diinginkannya, dan terhubung dengan orang lain. Sementara itu, anak autis sulit menggunakan gerak tubuh, suara, ataupun kata-kata untuk terhubung dengan orang di sekelilingnya, serta tidak ada kontak mata pada lawan bicara
  • Ketertarikan

Beda anak speech delay dan autis selanjutnya bisa Anda amati dari ketertarikannya. Anak dengan speech delay lebih tertarik mengamati orang lain dan secara alami meniru tindakan orang-orang di sekitarnya. Sedangkan, anak yang mengalami autis lebih tertarik pada sesuatu dan jarang atau bahkan tidak pernah meniru tindakan orang lain.
  • Hubungan dengan orang di sekitar

Anak yang mengalami speech delay aktif bermain dengan orangtua atau saudara-saudaranya dan merasa frustrasi ketika ditinggalkan sendirian. Sementara itu, anak autis cenderung lebih suka menyendiri, tidak memiliki fokus perhatian yang bertahan lama, dan seperti memiliki dunia sendiri.
  • Merespons reaksi

anak speech delay
Anak speech delay merespons sesuatu dengan wajar
Beda anak speech delay dengan autis juga bisa dilihat dari responsnya. Anak dengan speech delay merespons sesuatu secara wajar. Ia juga menyukai senyuman dan pelukan. Di sisi lain, anak autis merespons reaksi secara tak biasa dan cenderung tidak suka disentuh.
  • Penyebabnya

Speech delay pada anak dapat terjadi akibat gangguan mulut, masalah pada otot yang digunakan untuk berbicara, keterlambatan dalam tumbuh kembang anak, masalah pendengaran, dan infeksi telinga.Sementara itu, penyebab tunggal autisme tidak diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik dan lingkungan dianggap berperan. Misalnya, kelainan genetik, komplikasi dalam kehamilan, atau infeksi virus dapat memicu gangguan tersebut.

Pemeriksaan anak speech delay atau autis

Setelah mengetahui beda anak speech delay dan autis, Anda perlu mengetahui langkah berikutnya yang harus diambil. Jika kemampuan bicara anak tertinggal dari teman sebayanya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter anak agar si kecil mendapat penanganan yang tepat. Dokter akan mencari tahu penyebab dan menentukan terapi yang dibutuhkan anak. Beberapa aspek yang yang akan dinilai untuk membantu memastikan apakah anak mengalami salah satu dari kedua kondisi tersebut, di antaranya:
  • Keterampilan sosial

Dokter akan melihat apakah anak melakukan kontak mata, merespons saat namanya dipanggil, dan menunjukkan ekspresiAnak dengan speech delay umumnya akan lebih mudah menjalin kontak mata dan merespons saat dipanggil, sedangkan anak autis akan menghindarinya.
  • Respons fisik

Ketika dokter menunjuk suatu benda, ia akan melihat apakah anak merespons dengan melihat atau menunjuk benda tersebut. Jika anak tidak meresponsnya, ada kemungkinan ia menunjukkan ciri-ciri autis.
  • Memastikan pendengaran anak normal

Untuk memastikan pendengaran anak normal, dokter juga akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah anak menunjukkan respons. Jika memang anak memiliki masalah pendengaran, kondisi tersebut bisa menyebabkan anak mengalami speech delay.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar beda anak speech delay dan autis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
gejala autistumbuh kembang anakperkembangan anakautisme
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/is-late-speech-a-sign-of-autism-259888
Diakses pada 26 Juli 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/causes-of-toddler-speech-delays-289665
Diakses pada 26 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/symptoms-causes/syc-20352928
Diakses pada 26 Juli 2021
Sprout. https://www.joinsprouttherapy.com/studio/autism-symptoms/speech-delays
Diakses pada 26 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait