Ibu Menyusui Wajib Tahu, Inilah Beberapa Pemicu Mastitis yang Harus Dihindari

Radang kelenjar susu atau mastitis seringkali menyebabkan payudara terasa sakit
Mastitis menyebabkan payudara terasa sakit

Pada tahun 2018 silam, artis Shireen Sungkar dikabarkan pernah mengalami mastitis saat memberikan ASI eksklusif kepada anak ketiganya. Mastitis adalah radang kelenjar susu yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Selain infeksi, penyakit ini juga disebabkan oleh faktor lain seperti tersumbatnya saluran ASI.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya mastitis, terutama pada ibu menyusui. Lantas, apa saja pemicu tersebut? Bolehkah ibu yang mengalami mastitis menyusui bayinya?

Beberapa pemicu mastitis atau radang kelenjar susu

Mastitis biasanya terjadi pada wanita yang menyusui.  Ketika mengalami mastitis, wanita akan merasakan payudaranya nyeri hingga bengkak. Kondisi ini sering terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan.

Mastitis terjadi ketika adanya bakteri yang masuk ke kelenjar susu karena kerusakan pada kulit di sekitar puting. Sementara, mastitis karena tersumbatnya saluran ASI terjadi ketika ASI mengalami penumpukan di payudara sehingga terjadilah peradangan.

Bukan hanya itu, ada beberapa pemicu terjadinya mastitis yang harus Anda ketahui. Pemicu-pemicu tersebut meliputi:

  • Kulit puting yang lecet

Kulit puting yang lecet atau mengelupas membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam payudara ibu. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat ibu enggan untuk menyusui sehingga keduanya dapat memicu terjadinya mastitis.

  • Pengosongan payudara yang tidak sempurna

Saat malam hari, tidak jarang ibu menyusui sangat mengantuk sehingga ketika bayi ingin menyusu, pemberian ASI hanya dilakukan sebentar saja. Akibatnya, pengosongan ASI di payudara pun menjadi tidak sempurna dan dapat memicu terjadinya mastitis.

  • Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek

Ketika ibu jarang menyusui bayi atau hanya menyusui dalam waktu yang pendek, hal ini bisa memicu ibu mengalami radang kelenjar susu atau mastitis. Penumpukan ASI yang terjadi dapat menyebabkan peradangan pada payudara.

  • Pelekatan bayi yang kurang baik

Bayi yang hanya mengisap puting, tidak termasuk areola (kulit di sekitar puting), dapat menyebabkan puting ibu terhimpit di antara gusi dan bibir bayi sehingga aliran ASI tersalurkan secara tidak sempurna. Oleh sebab itu, hal ini bisa memicu terjadinya mastitis.

  • Jumlah ASI yang terlalu banyak

Jumlah ASI yang terlalu banyak dapat menyebabkan ASI sering menumpuk. Hal ini bisa memicu terjadinya radang kelenjar susu.

  • Berhenti menyusui dengan cepat atau mendadak

Ketika bepergian, bayi bisa merasa lapar sehingga ibu harus menyusuinya. Namun, jika ibu berhenti menyusui dengan cepat atau mendadak maka pengosongan ASI di payudara pun menjadi tidak sempurna dan memicu ibu berisiko mengalami mastitis.

  • Menyusui dengan satu payudara

Menyusui dengan satu payudara dapat memicu terjadinya mastitis. Hal ini disebabkan karena satu payudara mengalami pengosongan ASI yang sempurna, sementara satu payudara lain mengalami penumpukan ASI.

  • Mengenakan bra yang ketat

Bra yang ketat bisa membuat puting tertekan atau tergesek sehingga mengalami luka. Hal ini bisa menyebabkan bakteri masuk dan memicu terjadinya mastitis.

  • Menggunakan krim puting

Penggunaan krim puting yang berlebihan dapat membuat bakteri dari mulut bayi menumpuk. Hal ini bisa jadi pemicu ibu mengalami radang kelenjar susu.

  • Kelelahan

Kelelahan dapat membuat sistem kekebalan tubuh ibu menyusui melemah sehingga rentan mengalami mastitis.

  • Malnutrisi

Jika ibu menyusui mengalami malnutrisi, maka daya tahan tubuhnya menjadi rendah. Daya tahan tubuh yang rendah bisa memicu terjadinya mastitis karena infeksi atau pengosongan ASI yang tidak sempurna.

  • Merokok

Merokok dapat merusak saluran susu sehingga membuat ibu menyusui lebih rentan terkena infeksi. Hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya mastitis.

Untuk mengatasi masalah ini, ibu menyusui dianjurkan untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, seringlah menyusui agar pengosongan ASI terjadi dengan sempurna sehingga ASI tidak menumpuk dan memicu terjadinya radang. Akan tetapi, jika sudah terlanjur kena mastitis maka Anda dapat mengonsumsi antibiotik dan menggunakan kompres hangat pada payudara.

Bolehkah ibu menyusui bayi saat mengalami mastitis?

Ibu masih boleh menyusui meski terkena radang kelenjar susu atau mastitis. Bahkan pada kebanyakan kasus, menyusui terbukti bisa membantu penyembuhan mastitis dengan cepat. Selain itu, jika Anda meminum antibiotik untuk menyembuhkan mastitis, maka hal tersebut aman-aman saja karena tidak ada bahaya yang mengancam si bayi.

Namun, bila Anda merasa terlalu nyeri untuk menyusui dari payudara yang terkena mastitis maka Anda dapat menggunakan pompa ASI untuk mengosongkannya. Kompres hangat sebelum menyusui juga dapat membantu mendorong ASI mengalir. Pastikan Anda mengosongkan payudara yang terkena mastitis agar tidak terkena masalah lainnya.

Apa saja yang harus dihindari ibu menyusui untuk mencegah mastitis?

Terdapat beberapa hal yang harus dihindari oleh ibu menyusui untuk mencegah terjadinya mastitis. Beberapa hal tersebut, di antaranya:

  • Jarang menyusui
  • Tidak mengosongkan ASI sepenuhnya ketika menyusui
  • Tidak merubah posisi yang digunakan selama menyusui
  • Menggunakan bra yang ketat
  • Memberikan ASI dengan cara yang tidak tepat
  • Tidak mencuci tangan sebelum nyentuh payudara dan setelah mengganti popok
  • Menggunakan krim puting dengan waktu yang lama
  • Merokok
  • Tidak cukup istirahat

Istirahat adalah hal yang penting karena dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh sehingga terhindar dari mastitis. Oleh sebab itu, ibu menyusui harus beristirahat dengan cukup dan mendapat banyak asupan nutrisi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mastitis#prevention
Diakses pada 30 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mastitis/symptoms-causes/syc-20374829
Diakses pada 30 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163876.php
Diakses pada 30 Juli 2019

What to expect. https://www.whattoexpect.com/mastitis.aspx
Diakses pada 30 Juli 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/breastfeeding-dealing-with-mastitis
Diakses pada 30 Juli 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mastitis-pencegahan-dan-penanganan
Diakses pada 30 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed