Beberapa Mitos Kesehatan Ini Sama Sekali tidak Bisa Anda Percaya

Ada berbagai mitos kesehatan yang masih umum dipercaya, seperti takaran air putih, obat detoks, hingga penyebab pilek
Minum air putih harus 8 gelas sehari, ternyata hanya mitos kesehatan yang masih banyak dipercaya

Masih sangat banyak mitos kesehatan, yang dipercayai oleh masyarakat. Mitos tersebut, juga ada yang spesifik mengenai penyakit atau topik tertentu. Beberapa yang populer, misalnya yakni mitos seputar menurunkan berat badan, mitos mengenai HIV dan AIDS, hingga mitos seputar kehamilan.

Artikel ini mengulik beberapa mitos kesehatan, meski hanya secara umum. Beberapa di antaranya, mungkin masih Anda percayai sejak kecil hingga dewasa. Apa saja?

5 Mitos kesehatan yang mungkin masih Anda yakini

Minum air putih harus 8 gelas, mungkin masih Anda percaya saat ini. Namun, itu belum bisa dibuktikan secara medis. Begitu juga dengan produk detoksifikasi, pilek karena udara dingin, hingga telur yang menyebabkan penyakit jantung.

Apa saja mitos kesehatan yang masih banyak dipercaya masyarakat? Ini dia.

  • Mitos kesehatan #1: Minum air harus 8 gelas sehari

Mungkin mitos kesehatan ini lah yang paling populer di masyarakat. Karena mitos ini, Anda mungkin menjadi cemas mengenai kecukupan konsumsi air, jika belum mencapai 8 gelas. Namun sayangnya, belum ada penelitian yang menunjukkan banyak minum air, walau tidak merasa haus, memberikan manfaat untuk tubuh.

Anda tak harus menghitung jumlah gelas yang Anda minum, dalam satu hari. Sebab, air juga bisa Anda dapatkan dari minuman dan makanan lain, seperti buah-buahan, kopi, jus, bahkan sup. Bagi kebanyakan orang, minum air saat merasa haus sudah bisa dikatakan cukup baik.

Selain itu, Anda mungkin lebih membutuhkan air putih, jika warna urine Anda kuning gelap, melakukan banyak aktivitas, dan tinggal di tempat dengan cuaca terik.

  • Mitos kesehatan #2: Telur berefek buruk pada kesehatan jantung

Anda mungkin sering ditegur orang sekitar, untuk tidak mengonsumsi kuning telur karena mengandung kolesterol. Karena mengandung kolesterol, banyak orang menyebutkan telur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Benarkah demikian?

Konsumsi 1-2 telur dengan kuningnya dalam sehari, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung, bagi Anda dengan kadar kolesterol yang normal. Selain itu, telur juga mengandung zat gizi, yang dapat melindungi kesehatan jantung, seperti asam lemak omega-3.

  • Mitos kesehatan #3: Udara dingin menyebabkan pilek

Sejak kecil, orangtua mungkin sering melarang Anda keluar rumah, saat udara dingin. Katanya, udara dingin dapat membuat Anda terserang pilek. Anda yang berstatus sebagai orangtua pun, mungkin juga memercaya hal ini.

Faktanya, pilek disebabkan oleh virus, bukan oleh udara dingin. Sehingga apapun kondisi udaranya, virus tetap bisa masuk ke tubuh Anda.

Lalu, kenapa saat suhu dingin dingin, banyak orang yang terkena pilek? Salah satu teori yang mengidentifikasi hal ini menyebutkan, suhu dingin membuat orang lebih senang berada di rumah, yang membuat virus dapat berpindah dengan mudah.

  • Mitos kesehatan #4: Penyakit mudah menular dari dudukan toilet

Apakah Anda termasuk orang yang percaya, bahwa toilet umum dapat memberikan Anda penyakit? Sebenarnya, Anda tak perlu cemas berlebihan karena hal tersebut. Sebab, toilet merupakan salah satu tempat yang paling sering dibersihkan.

Sehingga, jika dibandingkan dengan tempat lain, seperti gagang pintu, ponsel, serta keyboard yang mungkin jarang dibersihkan, toilet tidak begitu signifikan membuat Anda sakit. Berbagai bakteri dan virus penyebab penyakit, hanya bisa masuk melalui hidung, mata, atau mulut.

Apabila rajin untuk mencuci tangan dengan sabun, sesaat setelah menggunakan toilet, Anda memiliki kemungkinan yang kecil untuk diserang oleh virus atau bakteri tersebut.

  • Mitos kesehatan #5: Diet detoks untuk membersihkan racun dari tubuh

Anda juga mungkin pernah membeli produk-produk, yang menawarkan berbagai janji manis untuk membersihkan racun (detokfisikasi) dari tubuh Anda. Sayangnya, kata-kata detoks seringkali hanya sebagai gimik marketing belaka.

Beberapa ahli kesehatan pernah meninjau 15 produk komersial, yang mengklaim memiliki efek detoks. Produk tersebut mulai dari scrub wajah, hingga air yang bisa diminum. Hasilnya, perusahaan penghasil produk tersebut tidak dapat menjelaskan mekanisme detoksifikasi komoditas mereka, atau jenis racun yang dikeluarkan.

Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk berhati-hati, jika mendapatkan penawaran produk yang bisa mengeluarkan racun. Detoksifikasi paling tepat dilakukan di rumah sakit. Itu pun hanya dilakukan, jika Anda menderita kondisi medis tertentu.

Itulah beberapa mitos kesehatan, yang hingga saat ini masih banyak diyakini masyarakat. Anda dianjurkan untuk selalu mengonfirmasi kebenaran info kesehatan, yang Anda dengar dari orang lain. Berkonsultasi dengan dokter, menjadi cara terbaik

OnHealth. https://www.onhealth.com/content/1/healthy_living_myths

Diakses pada 12 September 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/balance/ss/slideshow-10-health-myths-debunked

Diakses pada 12 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed