Sederet Komplikasi Penyakit Parkinson yang Wajib Diwaspadai

Penyakit Parkinson, yang memengaruhi pergerakan penderita, dapat menimbulkan beragam komplikasi fisik dan mental
Penyakit Parkinson, yang memengaruhi pergerakan penderita, dapat menimbulkan beragam komplikasi fisik dan mental

Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang dapat mengganggu aktivitas penderitanya. Sebab, penyakit ini memengaruhi fungsi gerak tubuh. Beberapa gejala kunci dari penyakit Parkinson yakni tremor, gerakan tubuh menjadi lambat, dan kekakuan anggota tubuh.

Tak hanya itu, penyakit Parkinson juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi, yang sepatutnya Anda pahami dengan baik.

Komplikasi penyakit Parkinson yang harus diwaspadai

Komplikasi penyakit Parkinson tidak hanya berupa gangguan fisik, seperti masalah tekanan darah dan gangguan pencernaan. Penderita penyakit ini, juga berisiko mengalami gangguan mental, seperti kondisi depresi. Begitu juga dengan masalah tidur, seperti apnea dan insomnia.

Berikut ini penjelasan beberapa komplikasi penyakit Parkinson, yang sepatutnya harus diperhatikan.

  • Kondisi depresi

Mental yang terguncang karena terdiagnosis penyakit kronis seperti penyakit Parkinson, sangatlah wajar. Walau begitu, kondisi depresi juga dapat menyerang penderita penyakit ini, sebagai akibat dari perubahan kimiawi di dalam otak. Parkinson dapat menimbulkan depresi, akibat perubahan hormon serotonin, yang mengatur suasana hati.

Disebutkan, setengah dari penderita penyakit Parkinson mengalami kondisi depresi klinis, pada beberapa titik dalam hidup mereka.

  • Sulit berbicara dan mengunyah

Berbicara dapat menjadi sulit bagi penderita penyakit Parkinson, seiring berjalannya waktu. Karena penyakit ini memengaruhi otot, ucapan penderita pun menjadi sulit untuk dimengerti. Perubahan kemampuan berpikir juga mengakibatkan penderitanya menjadi sukar untuk berkomunikasi.

Karena otot rahang dan mulut melemah, penderitanya juga menjadi sulit untuk mengunyah. Kesulitan mengunyah dan menelan ini dapat membuat makanan tersangkut di kerongkongan, dan berpotensi masuk ke paru-paru, yang dapat menimbulkan penyakit pneumonia.

Baca juga:
Mengulik 5 Stadium Sindrom Parkinson, Penderitanya Bisa tak Menyadari

  • Demensia

Penyakit Parkinson merupakan gangguan yang utamanya memengaruhi pergerakan tubuh. Walau begitu, penyakit ini juga bisa mengganggu bagian otak, yang mengontrol pikiran dan ingatan.

Pada 50-80% penderita penyakit Parkinson, terdapat timbunan protein abnormal yang disebut badan Lewy di otak. Jenis timbunan protein ini juga ditemukan pada penderita demensia dengan badan Lewy.

  • Gangguan usus dan kandung kemih

Komplikasi penyakit Parkinson lainnya yakni gangguan pada usus dan kandung kemih. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyampaian pesan, dari otak menuju kandung kemih dan usus.

Beberapa gangguan usus dan kandung kemih, sebagai komplikasi dari penyakit Parkinson yakni sering buang air kecil, mengompol (saat tertawa, berolahraga, atau bersin), dan aliran urine yang lemah. Selain itu, penderita penyakit Parkinson juga dapat terkena diare, kondisi konstipasi, dan keluarnya feses tanpa sengaja.

  • Gangguan tidur

Orang yang menderita penyakit Parkinson juga sering mengalami gangguan tidur, dibandingkan orang seusia mereka yang tidak mengalami penyakit ini.

Beberapa gangguan tidur yang dirasakan penderita penyakit Parkinson yakni insomnia, mengalami mimpi buruk, mengantuk di siang hari, dan sulit bernapas saat tidur (apnea). Berbicara saat tidur dan terus-menerus ke kamar mandi, juga mungkin dialami.

  • Masalah tekanan darah

Penyakit Parkinson memengaruhi kinerja sistem saraf otonom, yang bertanggung jawab dalam mengendalikan aliran dan tekanan darah. Karena sistem tersebut terganggu, para penderita penyakit Parkinson juga mengalami gangguan pada tekanan darah mereka, baik tekanan darah rendah, maupun tekanan darah tinggi, seperti hipertensi ortostatik.

Tak hanya itu, gangguan tekanan darah pada orang dengan penyakit Parkinson, juga dapat menimbulkan masalah pada jantung.

  • Disfungsi seksual

Komplikasi penyakit Parkinson juga dapat berupa masalah pada seksualitas penderitanya. Disfungsi seksual tersebut, dapat berupa libido yang rendah, kesulitan untuk mencapai orgasme, disfungsi ereksi atau impotensi pada pria, atau vagina kering pada wanita.

Penurunan gairah dan fungsi seksualitas tersebut, dapat terjadi karena penurunan neurotransmiter dopamin. Dopamin merupakan senyawa kimiawi otak, yang berperan untuk menciptakan rasa senang.

Depresi dan gangguan kecemasan, juga bisa menjadi pemicu disfungsi seksual pada orang yang menderita penyakit Parkinson.

  • Gangguan indera penciuman

Berkurangnya kemampuan inderapenciuman pada penderita penyakit Parkinson, sering terabaikan. Menurut para ahli, gangguan penciuman tersebut bisa terjadi, karena adanya penumpukan protein abnormal, yang disebut dengan alfa-sinuklein. Protein tersebut menumpuk di bagian otak yang mengontrol kemampuan penciuman manusia.

Baca juga:
Terapi Parkinson: Alternatif Penanganan Selain Medikasi

Untungnya, berbagai komplikasi penyakit Parkinson dapat dikendalikan. Pengendalian tersebut dapat dilakukan melalui terapi, maupun pemberian obat-obatan.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/dopamine/

Diakses pada 11 September 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/parkinsons/complications

Diakses pada 11 September 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323399.php

Diakses pada 11 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed