Beberapa Komplikasi Diabetes Melitus, dari Mata hingga ke Jantung

Komplikasi diabetes melitus dapat menyerang mata, ginjal, saraf hingga jantung
Diabetes melitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi, yang dapat menyerang mata hingga jantung

Diabetes, termasuk diabetes melitus, masih banyak diderita oleh masyarakat di dunia dan Tanah Air. Penyakit ini berbahaya, karena menimbulkan beberapa jenis komplikasi diabetes melitus, yang tentu tidak bisa dianggap remeh.

Salah satu jenis diabetes adalah diabetes melitus. Penyakit ini terjadi saat tubuh tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup, atau hormon tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hormon insulin berperan dalam penggunaan gula untuk diubah menjadi energi. Kondisi ini juga mengakibatkan tingginya kadar gula dalam darah.

Diabetes melitus dapat menyebabkan beberapa komplikasi, yang terbagi atas dua macam. Komplikasi diabetes melitus tersebut yakni komplikasi mikrovaskular yang merusak pembuluh darah kecil, dan komplikasi makrovaskular yang menyerang pembuluh darah besar.

Komplikasi diabetes melitus mikrovaskular

Yang termasuk komplikasi diabetes melitus mikrovaskular yakni kerusakan pada mata (retinopati), pada ginjal (nefropati), dan pada saraf (neuropati).

Berikut ini jenis-jenis komplikasi diabetes melitus, yang tergolong dalam mikrovaskular.

  • Retinopati diabetik pada mata

Retinopati diabetik adalah komplikasi diabetes melitus yang memengaruhi pembuluh darah kecil pada retina mata, dan menjadi salah satu penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan. Retinopati diabetik dapat terjadi pada orang yang menderita diabates melitus tipe 1 maupun tipe 2.

Pada awalnya, penderita retinopati diabetik mungkin tidak menunjukkan gejala. Namun, seiring berjalannya waktu, penderita komplikasi diabetes melitus ini dapat melihat titik hitam saat melihat, sulit untuk membedakan warna, serta penglihatan kabur. Orang yang mengalami retinopati diabetik juga dapat mengalami kehilangan penglihatan.

  • Nefropati diabetik pada ginjal

Nefropati diabetik, atau disebut juga dengan penyakit ginjal diabetik, terjadi jika diabetes tipe 1 atau tipe 2 merusak pembuluh darah di organ ginjal. Hal ini dapat terjadi, karena tingginya kadar gula dalam darah menyebabkan kondisi hipertensi, yang juga meningkatkan tekanan pada sistem penyaringan di ginjal.

Sama seperti retinopati diabetik, penderita nefropati diabetik juga sering tanpa gejala pada awalnya. Jika masuk ke fase yang lebih parah, Anda dapat mengalami beberapa tanda, di antaranya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh (seperti kaki, mata, dan tangan), mual, muntah, gatal terus menerus, sering buang air kecil, serta kehilangan nafsu makan.

  • Neuropati diabetik pada saraf

Neuropatik merupakan komplikasi diabetes melitus, yang paling umum terjadi. Komplikasi ini menyebabkan kerusakan pada saraf sekujur tubuh, dan paling sering terjadi di area kaki.

Ada beberapa jenis neuropati diabetik. Namun, yang paling umum terjadi yakni neuropati periferal. Pada jenis ini, neuropati diabetik memengaruhi kaki di tahap awal, yang kemudian menjalar ke tangan dan lengan. Beberapa gejala yang dialami penderita neuropati diabetik, yakni mati rasa, kesemutan, serta kehilangan refleks di kaki dan kemampuan koordinasi tubuh.

Komplikasi diabetes melitus makrovaskular

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes melitus, dapat menumpuk di pembuluh darah yang mengakibatkan adanya penyumbatan (aterosklerosis). Adanya penyumbatan tersebut mengakibatkan aliran darah juga terhambat, yang berujung pada beberapa komplikasi seperti:

  • Serangan jantung, karena aliran darah ke jantung terhambat
  • Stroke, karena aliran darah ke otak terganggu
  • Rasa sakit dan penurunan kemampuan pemulihan terhadap infeksi

Karena komplikasi diabetes makrovaskular dapat berbeda, gejalanya juga bervariasi. Beberapa di antaranya yakni rasa sakit di dada, nyeri pada kaki, kebingungan, dan kelumpuhan (paralisis).

Cara mencegah diabetes melitus

Cara terbaik untuk menghindari komplikasi diabates melitus, adalah dengan mencegah diabetes melitus itu sendiri. Walau beberapa faktor risiko tidak bisa diubah, namun Anda bisa memperkecil faktor risiko lain, dengan menerapkan gaya hidup yang sehat.

Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Yang juga penting dilakukan sebagai bagian dari diet, termasuk mengurangi asupan gula dan karbohidrat sederhana, tidak makan dengan porsi yang berlebihan, mengurangi makanan berproses, serta meningkatkan asupan serat.

Selain itu, optimalkan pula konsumsi vitamin D untuk mengontrol gula darah. Anda bisa mendapatkan vitamin D ini dari ikan berlemak baik. Jadikan air putih sebagai minuman utama, serta mulailah rutin untuk mengonsumsi teh. Kopi juga bisa Anda minum, untuk mengawali hari. Namun, konsumsinya harus tetap dalam batas yang wajar.

Jika Anda saat ini merokok, inilah saat yang paling tepat untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Rokok sama sekali tidak memberikan hal baik untuk Anda. Kebiasaan buruk ini bahkan memicu diabetes melitus. Jangan lupa pula, untuk lebih aktif berolahraga, dan menurunkan berat badan jika Anda tergolong ke dalam kondisi obesitas.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7104-diabetes-mellitus-an-overview

Diakses pada 13 September 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/prevent-diabetes

Diakses pada 13 September 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-nephropathy/symptoms-causes/syc-20354556

Diakses pada 13 September 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-neuropathy/symptoms-causes/syc-20371580

Diakses pada 13 September 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-retinopathy/symptoms-causes/syc-20371611

Diakses pada 13 September 2019

 

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/endocrine-and-metabolic-disorders/diabetes-mellitus-and-disorders-of-carbohydrate-metabolism/complications-of-diabetes-mellitus

Diakses pada 13 September 2019

 

World Health Organization. https://www.who.int/diabetes/action_online/basics/en/index3.html

Diakses pada 13 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed