Permudah Diagnosis Dokter, Ini Gejala Tumor Otak yang Harus Diketahui

Sakit kepala yang tak mereda merupakan salah satu gejala tumor otak
Sakit kepala yang tidak hilang dengan obat, dapat menjadi gejala tumor otak

Mendengar kata tumor, tentu membuat kita bergidik. Terlebih tumor otak, yang muncul pada bagian tubuh, tempat berfungsinya salah satu pengendali sistem saraf pusat manusia. Gejala tumor otak menjadi perlu diketahui, agar saat merasakan tanda-tandanya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tumor otak dapat muncul berupa tumor jinak maupun yang ganas sekalipun. Perbedaannya, tumor jinak tidak menimbulkan kanker. Lain halnya dengan tumor ganas, yang dapat menjelma menjadi kanker otak. Kanker otak dapat menyebar dengan cepat ke jaringan tubuh yang sehat sekalipun, dan mengambil alih nutrisi serta darah di area tubuh tersebut.

Beberapa gejala tumor otak yang harus Anda perhatikan

Gejala dan tanda tumor otak bervariasi pada masing-masing penderita. Sebab, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh ukuran, jenis, dan lokasi tumor otak tumbuh. Selain itu, beberapa gejala tumor otak kerap terlihat sebagai kondisi medis biasa.

Secara umum, berikut gejala-gejala yang dapat menjadi pertanda tumbuhnya tumor otak pada diri seseorang.

  • Sakit kepala

Rasa sakit kepala, menjadi salah satu gejala yang umum dirasakan oleh sekitar 50% penderita tumor otak. Gejala sakit kepala tersebut dapat konstan dirasakan, yang berbeda dari sakit kepala sebelah atau migrain. Sakit kepala karena tumor otak, biasanya memiliki ciri khas berikut ini.

o Memburuk saat bangun tidur, yang kemudian membaik beberapa jam berikutnya
o Biasanya diikuti dengan muntah-muntah.
o Umumnya disertai gangguan fungsi saraf, seperti menerima dan merespons rangsangan
o Kadang berdenyut, meski bisa juga tidak berdenyut sama sekali
o Dapat memburuk saat batuk atau beraktivitas fisik
o Tidak hilang dengan obat nyeri, seperti ibuprofen atau aspirin

  • Kejang

Sensasi kejang yang dialami penderita tumor otak, dapat terjadi karena aktivitas listrik di bagian kepala. Kejang dapat terjadi dengan tiba-tiba, dan mungkin bisa berlangsung selama 2-3 menit. Selain itu, kejang juga juga diiringi dengan kondisi-kondisi berikut:o Kehilangan kesadaran.

o Hilangnya kemampuan penderita untuk mengontrol fungsi tubuh
o Selama beberapa saat, sekitar 30 detik, penderita mungkin sulit bernapas karena kejang
o Kulit menjadi biru kehitaman saat sulit bernapas tersebut
Setelah kejang, penderita akan merasa mengantuk dan tampak kebingungan.

  • Gangguan daya ingat

Tumor otak yang mendera, dapat memengaruhi daya ingat penderitanya. Gangguan daya ingat tersebut biasanya berupa gangguan daya ingat jangka pendek, dan gangguan daya ingat jangka panjang. Gangguan daya ingat jangka pendek, lebih sering disadari oleh orang terdekat penderita, daripada gangguan daya ingat jangka panjang.

Sebagai informasi, daya ingat jangka pendek membuat Anda dapat mengingat informasi, yang tersimpan dalam hitungan detik dan menit di otak. Misalnya, mengingat nomor telepon. Daya ingat jangka panjang merupakan kebalikannya, yang dapat tersimpan lebih dari hitungan menit, seperti Anda akan selalu mengingat nama anggota keluarga.

  • Kelelahan

Rasa lelah yang dialami penderita tumor otak, dapat datang tiba-tiba. Penderita akan merasa lemas dan tidak memiliki energi untuk melakukan sesuatu. Rasa lelah ini biasanya juga diiringi dengan kesulitan tidur, serta rasa berat pada anggota tubuh tertentu.

  • Gangguan kognitif

Perubahan kognitif pada penderita tumor otak, seperti mengingat dan memahami sesuatu, juga menjadi pertanda umum kondisi ini. Perubahan ini ada yang disadari oleh penderita, dan bisa pula dirasakan oleh orang lain.

Secara spesifik, gangguan kognitif yang muncul akibat tumbuhnya tumor otak yaitu:

o Gangguan komunikasi, seperti kesulitan berbicara, membaca, atau menulis
o Gangguan konsentrasi, seperti mudah teralihkan, sering merasa kebingungan, kesulitan merencanakan suatu hal, serta kesulitan untuk mengerjakan dua hal atau lebih, secara bersamaan (multitasking).
o Gangguan intelektual umum, berupa kesulitan dalam bernalar, kesulitan memahami hubungan sebab akibat, serta kesulitan dalam memutuskan sesuatu (impaired judgement).

  • Perubahan kepribadian

Tumor otak memiliki tanda khas dibandingkan tumor di bagian tubuh lain, yakni perubahan kepribadian yang ditunjukkan oleh penderitanya. Misalnya, penderita yang sebelumnya optimis dan semangat dalam beraktivitas, dapat menjadi lebih pasif. Begitu pula, seseorang yang awalnya menyenangkan, dapat berubah menjadi menjengkelkan.

Perubahan kepribadian ini dapat terjadi, karena adanya gangguan pada fungsi otak. Ukuran, jenis, dan lokasi tumor, dapat memengaruhi perubahan tersebut.

  • Gejala pada area tubuh lain

Pertumbuhan tumor otak dapat memengaruhi jaringan di sekitar otak maupun anggota tubuh lain, sehingga penderita akan menunjukkan gejala seperti muntah dan mual, gangguan penglihatan (penglihatan kabur, penglihatan ganda, dan kehilangan penglihatan), serta sering mengantuk.

Selain itu, penderita tumor otak juga mungkin untuk mengalami telinga berdenging (tinnitus), kehilangan pendengaran, hilangnya kontrol terhadap otot, menjadi limbung, kesulitan berjalan, serta gangguan keseimbangan.

Perlu digaribawahi, bahwa sering penderita menunjukkan gejala yang berbeda satu sama lain. Terkadang perubahan fisik di atas, bukan menjadi gejala tumor otak, melainkan pertanda penyakit lain.

Berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan tumor otak

Jika Anda merasakan gejala di atas, atau orang terdekat Anda menunjukkan tanda tersebut, tak ada salahnya untuk mencari bantuan dokter. Secara umum, diagnosis terhadap tumor otak biasanya diawali dengan tes pencitraan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Dokter mungkin juga melakukan tes pemindaian dengan teknologi computerized tomography atau CT-Scan, dan beberapa tes lain. Apabila dokter menyatakan Anda terserang tumor otak, ada beberapa jenis penanganan yang mungkin akan disarankan, bergantung pada lokasi, jenis, dan tingkat keparahan tumor otak.

Pilihan penanganan juga didasarkan pada kondisi kesehatan Anda, kemungkinan efek samping, serta jika tumor otak sudah ke bagian tubuh lain. Pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi atau pun terapi tertarget, mungkin akan menjadi pilihan penanganan dari dokter.

American Brain Tumor Association. https://www.abta.org/about-brain-tumors/brain-tumor-diagnosis/brain-tumor-signs-symptoms/
Diakses pada 18 Juli 2019

Cancer.net. https://www.cancer.net/cancer-types/brain-tumor
Diakses pada 18 Juli 2019

Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/brain_cancer/article_em.htm
Diakses pada 18 Juli 2019
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed