Bayi Tidur Terus, Normalkah?


Orangtua yang sudah bersemangat dengan kelahiran Si Kecil mungkin merasa bingung dengan pola tidurnya yang tidak beraturan. Bayi tidur terus sebenarnya normal-normal saja karena bayi baru beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim, tetapi ada saat-saat tertentu Anda perlu memeriksakan buah hati ke dokter.

(0)
24 Dec 2019|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Setelah lahir, bayi tidur terus adalah hal yang wajarBayi yang baru lahir tertidur terus adalah hal yang wajar
Kelahiran Si Kecil membawa kebahagiaan untuk orangtua baru. Namun, apa daya saat ingin mengajak buah hati bermain, yang ada anak sedang terlelap dengan pulasnya. Apakah salah bila bayi tidur terus?Bayi tidur terus adalah hal yang wajar, pada dasarnya bayi akan lebih banyak tertidur daripada terbangun. Pada awalnya, pola tidur bayi memang tidak teratur karena bayi masih perlu beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim ibunya.

Apakah bayi tidur terus adalah sesuatu yang normal?

Seperti yang telah dituliskan di atas, bayi memang lebih dominan tertidur daripada terbangun pada masa-masa awalnya. Bayi baru lahir dapat tertidur 14 sampai 17 jam per harinya dan terkadang hanya terbangun karena lapar.Tentunya bayi tidak tidur terus menerus selama 14-17 jam tapi durasi tidurnya terpecah-pecah dan bayi hanya bisa tetap terbangun paling lama tiga jam.Sangat wajar jika para ibu baru kelelahan karena mengikuti pola tidur bayi. Namun jangan khawatir hal ini umumnya berlangsung pada minggu-minggu awal kelahiran saja. Seiring bertumbuhnya buah hati, bayi akan mulai mengembangkan jadwalnya sendiri dan mulai bisa terbangun di siang hari dan baru tertidur di malam hari dan biasanya akan semakin teratur saat berusia enam bulan.

Penyebab bayi tidur terus

Bayi tidur terus di siang hari maupun di malam hari merupakan hal yang normal. Sebelum menginjak usia 6 bulan, jadwal dan pola tidur bayi memang belum teratur. Selain itu, bayi akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur siang.Menurut para ahli, umumnya bayi baru lahir waktu tidurnya sekitar 8-9 jam di siang hari dan sekitar 8 jam di malam hari. Penyebab bayi tidur terus bahkan higga 14-17 jam sehari adalah karena suasana nyaman dan hangat saat berada di dalam rahim masih terasa hingga bayi dilahirkan. Bayi akan terbangun biasanya hanya untuk menyusu atau ketika orang tua menggantikan popoknya.  

Bagaimana mengatasi bayi tidur terus?

Sebelum memeriksakan buah hati ke dokter. Anda bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini untuk membuat bayi memiliki jadwal tidur yang teratur:
  • Memberikan ASI setiap satu sampai dua jam.
  • Bawa bayi berjalan-jalan di siang hari agar bisa merasakan cahaya matahari yang natural.
  • Menjaga agar bayi tidak kedinginan maupun kepanasan.
  • Jangan terlalu memberikan stimulasi atau beraktivitas secara berlebih agar buah hati tidak kecapaian dan tertidur.
  • Bentuk rutinitas sore hari yang menenangkan, seperti memandikan dan memijat bayi
  • Catat pola tidur hari selama satu sampai dua hari.
  • Bila ingin membangunkan bayi, coba kurangi lapisan kain pembungkus bayi untuk membuatnya merasa kurang hangat.
  • Bangunkan bayi dengan lembut saat sudah waktunya untuk menyusu, Anda bisa memanggil-manggil namanya dengan suara halus agar bayi tidak kaget.
Untuk memperkenalkan jam tidur pada bayi, Anda bisa mengatur waktu tidur bayi dengan membuatnya selalu aktif sepeti bermain, makan dan minum di siang hari. Sedangkan saat malam tiba, Anda bisa memandikan bayi dengan air hangat hingga mendengarkan alunan musik yang tenang untuk membuat bayi lebih cepat tidurUntuk melatih bayi tidur pulas sepanjang malam, Anda bisa memastikan si Kecil tidur dalam keadaan kenyang. Kondisi popok juga harus diperhatikan, karena popok yang basah akan membuat bayi tidak nyaman dan kerap tebangun di malam hari. 

Bagaimana cara membangunkan Si Kecil untuk minum ASI?

Umumnya, bayi akan merasa haus  setiap dua sampai tiga jam atau kurang lebih total minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam 24 jam.Bayi yang berusia kurang dari empat minggu perlu dibangunkan dan tidak boleh dibiarkan tidur dalam kondisi lapar selama 4-5 jam.Saat akan membangunkan Si Kecil, Anda dapat mencoba menyentuh pipi bayi secara perlahan ataupun menggoyangkan jari kaki atau menggosok telapak kaki buah hati dengan perlahan.Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui berapa banyak bayi harus diberikan ASI.

Kapan harus memeriksakan Si Kecil ke dokter?

Terkadang bayi dapat tidur lebih lama sepanjang siang dan malam karena mengalami sakit ringan, sehabis imunisasi, dan menderita infeksi.Bayi yang kekurangan ASI akan menunjukkan tanda-tanda berupa lemas, rewel, dan malas menyusu jika ada tanda ini maka segera bawa ke UGD, selain itu. Orangtua perlu membawa Si Kecil ke dokter, jika bayi:
  • Sesak napas.
  • Demam tinggi.
  • Tidak kunjung bangun dari tidurnya setelah lebih dari 4-5 jam.
  • Tidak ingin menyusu.
  • Lemas.
Saat orangtua tidak yakin apakah durasi tidur anak normal atau tidak, Anda dapat bekonsultasi pada dokter agar diberikan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
bayi & menyusui
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/newborn-sleeping-too-much
Diakses pada 24 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322565.php
Diakses pada 24 Desember 2019
Stanford Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=infant-sleep-90-P02237 Diakses pada 22 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait