logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Bayi Tidur Mangap, Saking Nyenyaknya Atau Justru Bahaya?

open-summary

Bayi tidur mangap bisa jadi indikator masalah pada saluran pernapasannya. Penyebab bayi tidur mangap bisa karena alergi, kebiasaan, lendir, hingga kaitannya dengan ADHD.


close-summary

12 Jul 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Bayi tertidur dengan mulut terbuka

Bayi tertidur dengan mulut terbuka

Table of Content

  • Penyebab bayi tidur mangap
  • Bagaimana penanganan yang tepat?
  • Catatan dari SehatQ

Jika diurutkan momen paling menenangkan dalam fase menjadi orangtua, si kecil terlelap adalah juaranya. Namun terlepas dari hal ini, terkadang bayi tidur mangap. Kadang, orangtua jadi khawatir apakah ini normal atau indikasi medis tertentu. Jika bayi sampai bernapas lewat mulut, sebaiknya konsultasikan ke ahlinya.

Advertisement

Ada banyak penyebab bayi tidur mangap, yang perlu dikhawatirkan adalah jika berkaitan dengan masalah saluran pernapasan atas. Sebab, bayi sejak lahir idealnya bernapas hanya lewat hidung saja.

Penyebab bayi tidur mangap

Melihat bayi tidur dengan mulut terbuka bahkan sampai bernapas tidak melalui hidung bisa jadi mengkhawatirkan. Terlebih, jika bayi masih berusia di bawah 4 bulan. Sebab, bayi baru lahir hanya bernapas secara eksklusif lewat hidung saja.

Barulah setelah usianya menginjak sekitar 4 bulan, mereka mulai memiliki refleks bernapas lewat mulut.

Jadi, tidak menutup kemungkinan bayi tidur mangap sebagai respons karena ada sumbatan pada saluran pernapasan atasnya. Contohnya hidung atau tenggorokan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa penyebab bayi tidur mangap:

1. Hidung tersumbat

Salah satu penyebab bayi tidur mangap yang tidak berbahaya adalah masalah hidung tersumbat. Ini bisa terjadi karena common cold atau reaksi alergi.

Jangan biarkan kondisi ini berlangsung terlalu lama karena bernapas lewat mulut tidak seefisien pernapasan hidung. Kaitannya adalah dengan proses penyerapan oksigen di paru-paru. Selain itu, bernapas lewat hidung lebih baik karena membantu menyaring bakteri dan iritan agar tak sampai masuk ke dalam tubuh.

2. Penumpukan lendir

Terkadang bayi tidur dengan mulut terbuka karena hidungnya tersumbat lendir. Jika ini terjadi, perhatikan apakah ada pemicu alergi di kamar tidur mereka. Mengingat bayi belum bisa mengeluarkan lendir sendiri, kompensasinya adalah mereka akan tidur mangap.

3. Sleep apnea

Penyebab bayi tidur mangap juga bisa karena sleep apnea. Artinya, saluran pernapasan atas bayi mengalami sumbatan. Pada bayi dan anak-anak, umumnya ini terjadi karena tonsil atau adenoid yang membesar.

Gejala lain yang menyertai kondisi sleep apnea pada bayi dan anak-anak adalah tidur ngorok, kerap terbangun, ada jeda saat bernapas, tersedak, dan juga batuk.

4. Deviasi septum

Ketika ada kelainan pada tulang rawan yang memisahkan lubang hidung kanan dan kiri, bisa jadi bayi tidur dengan mulut terbuka. Sebab, mereka merasa kesulitan bernapas lewat hidung. Kondisi deviasi septum ini umum terjadi pada orang yang memiliki rahang atas sempit.

5. Kebiasaan

Uniknya, ada juga bayi yang tidur mangap karena kebiasaan. Mungkin sebelumnya mereka sempat sakit dan hidungnya tersumbat. Kemudian setelah mengenal bernapas lewat hidung, itu menjadi kebiasaan baru. Faktor lain juga mungkin berperan terhadap kondisi ini.

Bagaimana penanganan yang tepat?

Apabila saat bayi tidur dengan mulut terbuka juga menunjukkan kesulitan bernapas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dengan demikian, dokter bisa mencari tahu apa kondisi yang menjadi pemicunya.

Selain itu, ada juga beberapa langkah yang bisa diterapkan sendiri di rumah, seperti:

  • Memasang humidifier

Tambah kelembapan udara di rumah dengan memasang humidifier. Dengan cara ini, lendir di hidung bisa lebih mudah cair. Jika tidak punya, alternatifnya adalah dengan menghirup uap dari air panas di kamar mandi selama 10-15 menit.

  • Menggunakan alat sedot

Banyak alat sedot ingus atau lendir hidung bayi yang diformulasikan khusus untuk mereka. penggunaannya pun mudah. Bentuknya seperti alat suntik namun tanpa jarum, kemudian dioperasikan dengan menghirup udara lewat selang secara perlahan.

  • Mencukupi kebutuhan cairan

Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan anak sesuai usia mereka. Mulai dari yang masih mengonsumsi ASI eksklusif, susu formula, atau sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi dan memastikan lendir segera mencair.

Baca Juga

  • Manfaat Ikan Tuna untuk Bayi dan Risikonya Yang Perlu Diketahui
  • Bisa Bervariasi, Ini Gambaran Berapa Lama Bayi Menyusu
  • Waspadai Penyebab Umum Bayi Susah Makan, Ini Cara Tepat Mengatasinya

Catatan dari SehatQ

Wajar bayi tidur dengan mulut terbuka terutama jika hidung mereka tengah tersumbat. Namun jika tidak ada masalah apapun dengan hidungnya dan tetap saja bayi tidur mangap, mungkin saja ada kondisi lain.

Ada baiknya berkonsultasi pada dokter atau tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. Sebab, kondisi seperti pembesaran tonsil atau adenoid tidak akan mempan diatasi dengan cara penanganan di rumah.

Tak hanya itu, dokter juga bisa mengetahui pemicu lain mulai dari alergi, infeksi virus, faktor genetik, hingga kaitannya dengan ADHD.

Advertisement

bayi & menyusuimenidurkan bayibayi pilek

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved