logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Stenosis Pilorus pada Bayi Ditandai dengan Sering Muntah, Orangtua Perlu Waspada

7 Agt 2019

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Anak sering muntah bisa jadi pertanda stenosis pilorus pada bayi

Stenosis Pilorus pada Bayi adalah kondisi berbahaya yang ditandai dengan si Kecil sering muntah

Table of Content

  • Apa itu stenosis pilorus pada bayi?
  • Kapan bayi sering muntah dikatakan menderita stenosis pilorus?
  • Selain sering muntah, apa gejala lain stenosis pilorus pada bayi?
  • Bagaimana cara mengatasi stenosis pilorus pada bayi?

Muntah adalah hal yang biasa bagi bayi, apalagi di tahun pertama kelahirannya mengingat kapasitas lambung bayi belum terlalu besar. Namun, jika bayi sering muntah, bisa jadi itu adalah tanda adanya masalah kesehatan di dalam tubuhnya, misalnya stenosis pilorus pada bayi.

Advertisement

Apakah tanda stenosis pilorus hanya berupa bayi sering muntah? Agar lebih memahami kondisi ini, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu stenosis pilorus pada bayi?

Stenosis pilorus adalah masalah pada saluran pencernaan bayi yang bisa menyebabkan bayi sering muntah dengan kencang (muncrat). Bila tidak segera ditangani, stenosis pilorus bisa menghadirkan komplikasi, seperti dehidrasi yang fatal pada bayi sehingga membutuhkan penanganan sesegera mungkin.

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), stenosis pilorus adalah kelainan saluran pencernaan yang ditandai dengan menyempitnya saluran usus daerah pylorus akibat menebalnya otot pada dinding usus. Akibatnya, makanan (termasuk air susu ibu) akan sangat sulit melewati saluran tersebut sehingga makanan akan dimuntahkan kembali oleh bayi.

Kapan bayi sering muntah dikatakan menderita stenosis pilorus?

Muntah memang merupakan tanda utama stenosis pilorus pada bayi. Awalnya, Anda mungkin hanya melihat bahwa bayi sering muntah, namun intensitasnya bertambah menjadi muntah yang muncrat (projectile vomit).

Dalam kejadian ini, ASI atau susu formula yang diminum oleh bayi keluar lewat mulut dengan proses muntah yang menyembur. Muntah ini bisa terjadi sesaat setelah menyusu atau bisa juga baru beberapa jam setelahnya.  

Muntah bayi dengan stenosis pilorus akan memiliki bau yang khas karena sudah tercampur dengan zat asam yang terdapat di lambungnya. Meski demikian, dalam muntahan bayi tidak akan ada cairan hijau yang menandakan bahwa susu atau ASI sudah keluar dari lambung menuju usus.

Baca Juga

  • Sering Mual Tapi Tidak Muntah, Pertanda Apa?
  • Penyebab Muntah Darah dan Cara Perawatan yang Tepat
  • 6 Makanan untuk Anak Muntah yang Sebaiknya Diberikan

Selain sering muntah, apa gejala lain stenosis pilorus pada bayi?

Selain sering muntah, bayi pada usia 2-12 minggu dengan stenosis pilorus umumnya juga akan memperlihatkan gejala lain, seperti:

  • Tanda-tanda dehidrasi atau kurang minum, seperti popok yang tidak terlalu basah (atau jarang buang air kecil, normalnya minimal 6 kali sehari), tidak mengeluarkan air mata saat menangis, ubun-ubun dan mata bayi terlihat cekung.
  • Jarang buang air besar.
  • Berat badan bayi stagnan atau bahkan berkurang.
  • Terdapat kerutan di perut bayi yang menandakan otot perut bekerja keras untuk memindahkan makanan (ASI atau susu formula) dari perut ke usus bayi.
  • Terdapat benjolan di perut bayi.
  • Bayi lebih rewel dari biasanya.

Meski bayi sering muntah, ia tidak akan merasa kesakitan. Ia justru akan terus merasa lapar, bahkan setelah muntah sehingga akan menangis sebagai tanda ingin menyusu kembali.

Jika Anda menemukan gejala demikian pada bayi, sebaiknya segera periksakan ia ke dokter anak untuk mendapat penanganan segera.

Bagaimana cara mengatasi stenosis pilorus pada bayi?

Dokter akan melakukan tes fisik hingga pemeriksaan ultrasound untuk memastikan bayi sering muntah benar-benar mengalami stenosis pilorus, bukan penyakit lain. Pemeriksaan fisik meliputi perabaan di area perut bayi, yakni dengan mendeteksi ada atau tidaknya benjolan sebesar buah zaitun di dalam perut bayi.

Jika ada, maka bayi harus menjalani pemeriksaan USG untuk mendeteksi adanya penyempitan pada saluran pencernaan bayi. Sebagai alternatif, bayi juga bisa diminta untuk meminum cairan barium kemudian menjalani pemeriksaan sinar X dengan tujuan yang sama dengan USG.

Ketika dokter memvonis bayi sering muntah menderita stenosis pilorus, maka ia harus dioperasi lewat prosedur piloromiotomi. Dokter juga bisa melakukan operasi dengan menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam perut lewat sayatan kecil perut, disebut juga laparoskopi.

Apapun prosedur yang dipilih, bayi terlebih dahulu harus diberi cairan yang mengandung nutrisi lewat infus. Kemudian, bayi akan dibius total agar operasi yang berjalan sekitar 15 menit hingga 1 jam ini tidak menyakitinya.

Bayi Anda harus dirawat inap sekitar 1 hingga 2 hari pascaoperasi untuk memantau kondisinya. Jika tidak ada komplikasi, ia akan diperbolehkan pulang.

Setelah operasi, beberapa bayi bisa langsung menyusu tanpa muntah. Tidak jarang juga ada bayi yang masih muntah selama beberapa hari ke depan, tapi hal itu tergolong wajar.  

Jika bayi masih sering muntah setelah menjalani operasi piloromiotomi atau laparoskopi, segera konsultasikan ke dokter yang menanganinya. Hal ini mungkin menandakan bayi punya masalah lain dalam pencernaannya, semisal gastroesophageal reflux disease alias GERD.

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi stenosis pilorus pada bayi, Anda bisa konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

muntahstenosis pilorus

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved