Bayi Sering Kaget? Jangan Khawatir, Mari Kenali Refleks Moro

Bayi sering kaget adalah refleks moro. Hal ini akan menghilang ketika ia sudah berusia 4 bulan ke atas.
Jangan khawatir, Ayah dan Bunda harus tau, bayi sering kaget itu refleks moro.

Mungkin sebagian orangtua sangat khawatir, ketika melihat bayi sering kaget. Sebaiknya, tenangkan dulu diri Anda, dan cari tahu tentang "kebiasaan" bayi sering kaget. Sebab, respons kaget yang ditunjukkan bayi, merupakan kemampuannya untuk merespons berbagai macam hal.

Mungkin, setelah memahami respons kaget pada bayi, orangtua jadi bisa menenangkan dirinya, dan tidak perlu lagi merasa khawatir, ketika melihat bayi sering kaget.

Bayi sering kaget, tanda apakah itu?

Tentu saja, bukan tanpa alasan, jika bayi sering kaget. Refleks mengguncangkan badannya, saat sedang kaget, bisa dipicu oleh banyak hal, seperti:

  • Gerakan tiba-tiba dari orang lain, yang menyentuh badan bayi
  • Suara keras, yang terdengar sampai ke telinganya
  • Sensasi terjatuh yang dirasakannya saat tidur

Saat hal ini terjadi, respons kaget yang bayi lakukan, biasanya membuatnya merentangkan tangan dan kaki, melengkungkan punggung, sampai akhirnya kembali ke posisi sebelum ia menunjukkan refleks kaget. Dalam kondisi ini, bayi Anda bisa saja menangis.

Refleks bayi sering kaget ini disebut juga sebagai refleks moro. Ini adalah respons alami dari bayi, ketika terkejut. Jangan khawatir, ini sangatlah normal dilakukan oleh bayi yang baru lahir. Dalam beberapa bulan ke depan, bayi akan berhenti melakukan refleks moro.

Tes refleks moro pada bayi

Untuk melakukan tes refleks moro, biasanya dokter akan menghadapkan bayi ke atas, pada permukaan yang empuk. Setelah itu, dokter akan mengangkat kepala bayi, dan melepasnya. Sebelum sampai ke permukaan yang empuk itu, kepala bayi sudah ditangkap lagi oleh tangan sang dokter.

Respons normal dari refleks moro akan terlihat; kedua lengan bayi bergerak ke samping, telapak tangannya akan terbuka dan menghadap ke atas, sedangkan ibu jarinya tertekuk. Bisa saja, bayi menangis, namun hanya sebentar saja.

Setelah refleks moro selesai, maka bayi akan mulai rileks lagi, dan kembali ke posisi semula.

Mengapa bayi melakukannya? Tentu saja, ini adalah respons pertama dari bayi, untuk mempertahankan dirinya dari gangguan sekitar, seperti sentuhan atau suara keras yang mengganggu istirahatnya.

Ketika bayi sudah mulai nyaman dan “akrab” dengan lingkungan di sekitarnya, maka refleks moro akan menghilang. Kondisi ini akan muncul saat bayi berusia empat bulan.

Bagaimana cara orangtua meredakan kaget pada bayi?

Saat bayi sering menunjukkan refleks moronya, itu berarti, bayi merasa tidak aman maupun nyaman, karena ada gangguan seperti suara berisik, atau sentuhan. Untuk meredakan refleks moro, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Ayah maupun Bunda.

  • Dekap bayi saat sedang merebahkannya

Saat sedang merebahkan bayi ke kasur, posisikan ia sedekat mungkin dengan Anda, dan turunkan ia dengan lembut. Lepas tangan Anda dari badannya, hanya ketika punggung bayi sudah menempel di kasur atau permukaan lembut lainnya.

Hal ini dianggap bisa menghilangkan sensasi terjatuh yang dirasakan oleh bayi, saat sedang direbahkan.

  • Bedong bayi

Membedong bayi, bisa membuatnya merasa nyaman dan aman. Dengan dibedong, bayi juga bisa tidur lebih lama.

Akan tetapi, membedong juga tidak boleh sembarangan. Gunakan kain yang tidak terlalu tebal, dan selalu cek tingkat kehangatannya, agar bayi tidak merasa terlalu panas ketika dibedong.

Catatan dari SehatQ

Ketika bayi tidak menunjukkan refleks normal dalam merespons sesuatu, itu bisa menjadi tanda dari sebuah masalah. Dalam kasus ini, ketika bayi hanya mengangkat satu lengan atau kakinya saat refleks moro, bisa jadi itu menunjukkan adanya cedera saraf.

Saat Anda melakukan konsultasi rutin dengan dokter, ada baiknya, hal-hal seperti refleks moro, selalu ditanyakan dan tidak tertinggal. Sebab, dokter mampu mengidentifikasi refleks normal pada bayi, maupun potensi dari kondisi medis lainnya.

Untuk memastikan kondisi bayi, dokter biasanya akan melihat otot dan saraf dari bayi, dengan cermat, untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi medis yang mengkhawatirkan

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/startle-reflex-in-babies

Diakses pada 8 November 2019

 

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003293.htm

Diakses pada 8 November 2019

 

What To Expect. https://www.whattoexpect.com/baby-behavior/newborn-reflexes.aspx

Diakses pada 8 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed