Cara Mengatasi Bayi Menangis di Malam Hari, Seperti Apa?

Penyebab bayi menangis di malam hari biasanya karena merasa lapar
Selama Anda bersikap tenang, bayi akan mampu menghentikan tangisannya.

Seringkali, bayi menangis di malam hari, hingga ia berusia enam bulan. Wajar saja, karena bayi masih membutuhkan adaptasi dengan lingkungannya setelah keluar dari kandungan sang ibu.

Pada jam 18.00-22.00, atau menjelang tidur malam, bayi rewel, mudah menangis, merasa gelisah, serta kurang nyaman. Perilaku ini pun masih tergolong normal. Selama bayi tidak menunjukkan tanda kesakitan, teruslah berusaha menenangkannya. Biarkan bayi menyusu selama dan sesering mungkin.

Penyebab Bayi Menangis di Malam Hari

Banyak orang yang beranggapan bahwa bayi rewel di malam hari, karena merasa lapar atau belum puas menyusu. Namun, Dr. Peter Hartmann, seorang ilmuwan yang meneliti tentang ASI, menyebutkan bahwa meskipun volume ASI berkurang di malam hari, tetapi kandungan lemak ASI justru lebih tinggi pada waktu ini. Sehingga, asupan kalori untuk bayi tidak akan berbeda dari siang hari. Hanya saja, aliran susu bisa lebih lambat di malam hari, sehingga membuat bayi tidak sabar dan frustrasi.

Selain itu, anggapan lain yang sering muncul saat bayi rewel adalah tentang sistem saraf bayi yang belum berkembang sempurna. Akan tetapi, bantahan disampaikan oleh Dr. Katherine Dettwyler, yang meneliti proses menyusui pada masyarakat tradisional.

Ia menyebutkan bahwa bayi-bayi di Mali, Afrika Barat, dan masyarakat terpencil lain, tidak mengalami kolik atau rewel di malam hari. Pasalnya, bayi-bayi ini digendong ibunya sepanjang hari dan menyusui beberapa kali setiap jam.

Tips Mengatasi Bayi Rewel

1. Menggendong Bayi

Menggendong bayi akan membantu ibu melakukan tugas lain, sekaligus menenangkan Si Kecil yang sedang rewel.

2. Bantuan Ayah

Saat bayi rewel, biarkan ayah turut membantu. Misalnya, membantu menggendong bayi, jika ibu harus mandi atau ingin memiliki jeda istirahat sejenak, setelah hari yang panjang dan melelahkan.

3. Pergi ke Luar Rumah

Ibu bisa mengajak bayi berjalan-jalan dengan menggendongnya atau menaruh di atas stroller. Pemandangan dan suasana baru akan membantu menghibur dan meningkatkan suasana hati bayi, agar lebih bahagia.

4. Mendengarkan Suara Tertentu

Bayi sudah mendengar suara sang ibu sejak di dalam kandungan selama 9 bulan. Jadi, jangan ragu untuk menenangkan bayi dengan suara Anda. Misalnya, bernyanyi lembut, bersenandung, bergumam, mendengarkan musik, atau menggunakan irama "white noise" dengan suara alam seperti gemericik air, ombak, kicau burung, dan sebagainya. Cobalah berbagai jenis suara, gaya musik atau penyanyi yang berbeda. Anda mungkin bisa menenangkan sambil berbisik "sshhhh".

5. Melakukan Gerakan Ritmik

Saat menenangkan bayi, Anda bisa melakukan gerakan ritmik. Seperti menggendong bayi sambil sedikit berayun, berjalan, atau bahkan naik mobil.

6. Stimulasi Sentuhan

Bayi juga merasa lebih aman dan nyaman jika disentuh oleh ibunya. Misalnya, mengusap kepala bayi, memijat tubuh bayi, atau memandikan bayi.

7. Mengurangi Stimulasi

Anda bisa menenangkan bayi dengan membawanya ke ruangan yang lebih tenang. Redupkan lampu, kurangi kebisingan suara, dan selimuti bayi di dalam bedong untuk membuatnya lebih tenang.

8. Menyusui Bayi Sesering Mungkin

Saat bayi rewel, jangan menerapkan penjadwalan pemberian ASI. Justru sebaliknya, biarkan bayi menyusui sesering mungkin sesuai keinginannya. Jika lelah menyusui sambil duduk, Anda bisa sambil berbaring dan beristirahat saat bayi tidur.

Apapun cara yang dilakukan, bayi akan berhenti menangis saat Anda tetap bersikap tenang. 

KellyMom. https://kellymom.com/parenting/parenting-faq/fussy-evening/
Diakses pada November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/colic-remedies
Diakses pada 27 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed