Bayi Prematur Rentan Alami Komplikasi NEC yang Menyerang Usus

Komplikasi NEC pada bayi sangat berbahaya hingga dapat mengancam jiwa
Salah satu komplikasi NEC yang dapat terjadi pada bayi, yaitu penyempitan usus

Setelah sembilan bulan mengandung, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Anda bisa melihat bayi mungil Anda lahir. Sayangnya, bayi baru lahir – terutama bayi prematur – rentan mengalami masalah kesehatan. Salah satunya adalah necrotizing enterocolitis (NEC).

Necrotizing enterocolitis (NEC) merupakan penyakit serius yang menyerang usus bayi baru lahir. Kondisi ini biasanya terjadi dalam dua minggu pertama kelahiran, risiko akan meningkat terutama pada bayi prematur yang diberi susu formula bukan ASI.

Apa penyebab NEC pada bayi?

NEC dianggap sebagai kondisi darurat bayi prematur yang paling berbahaya untuk gangguan sistem pencernaan. Mayoritas bayi yang lahir dengan NEC adalah prematur atau memiliki berat lahir sangat rendah. Sebanyak 12% bayi yang lahir dengan berat kurang dari 1,5 kg akan mengalami NEC, bahkan 30% di antaranya tidak akan bertahan.

NEC bisa memicu bakteri menyerang dinding usus hingga menyebabkan radang usus. Hal ini membuat terbentuknya celah atau lubang pada dinding usus yang menyebabkan bakteri bocor ke perut. Jika NEC tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan infeksi usus pada bayi hingga berujung pada kematian.

Penyebab pasti NEC pada bayi belum diketahui. Namun, faktor penyebab yang diyakini yaitu, kekurangan oksigen selama persalinan yang sulit. Jadi, saat oksigen atau aliran darah ke usus bayi berkurang, maka usus bayi bisa rentan mengalami gangguan. 

Hal ini dapat membuat bakteri lebih mudah masuk ke usus melalui makanan hingga menyebabkan kerusakan pada jaringan usus yang kemudian berkembang menjadi NEC. Sementara, faktor risiko lain yang dapat memicu terjadinya NEC yaitu:

  • Memiliki sel darah merah yang terlalu banyak
  • Memiliki masalah pencernaan lain
  • Jumlah bakteri jahat pada usus lebih banyak daripada bakteri baik
  • Cedera pada lapisan usus
  • Infeksi pada usus
  • Lahir prematur hingga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah
  • Pemberian susu formula yang membuat bayi stres dan meningkatkan risiko infeksi

Ketika bayi terkena NEC, maka akan timbul gejala seperti perut kembung, bengkak, berubah warna, mual, muntah, diare, demam, dan lesu. Ketika Anda melihat gejala ini pada bayi, maka segera bawa bayi Anda pada dokter.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat NEC pada bayi

Jika tidak segera diobati, NEC dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Adapun komplikasi akibat NEC yang dapat terjadi pada bayi Anda, meliputi:

1. Peritonitis

Peritonitis merupakan radang selaput yang melapisi dinding perut dan menutupi organ perut. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi parah yang berpotensi mengancam jiwa, dan ditandai dengan nyeri perut, perut kembung, demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare, jarang buang air kecil, kelelahan.

2. Sepsis

Kondisi yang mengancam jiwa ini disebabkan oleh respon tubuh terhadap infeksi. Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Sepsis ditandai dengan demam tinggi, detak jantung lebih cepat, pernapasan lebih cepat, bercak kulit berubah warna, jarang buang air kecil, jumlah trombosit rendah, masalah pernapasan, dan menggigil.

3. Perforasi usus 

Perforasi usus atau perforasi gastrointestinal merupakan kondisi darurat medis yang dapat mengancam nyawa. Kondisi ini terjadi ketika sebuah lubang terbentuk sepanjang lambung, usus besar atau usus kecil. Perforasi usus ditandai dengan sakit perut parah, panas dingin, demam, mual, muntah, kelelahan, jarang buang air kecil, buang air besar maupun kentut, sesak napas, dan detak jantung cepat. 

4. Penyempitan usus

Striktur atau penyempitan pada usus membuat makanan sulit dicerna. Hal ini bisa menyebabkan penyumbatan usus. Gejala striktur usus bervariasi bergantung pada tingkat keparahannya. Adapun gejala yang dapat terjadi, yaitu kram perut, kembung, hilang nafsu makan, lemas, mual, muntah, dan sembelit.

5. Masalah hati

Ketidakmampuan yang berkepanjangan untuk mencerna makanan dan kebutuhan nutrisi dapat menyebabkan masalah pada organ hati. Tanda-tandanya yaitu, kulit dan mata menguning, nyeri perut dan bengkak, warna urin gelap, mual dan muntah, warna tinja pucat atau berdarah, tidak nafsu makan, dan mudah memar.

Komplikasi NEC ini tentu bisa sangat membahayakan bayi Anda. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya komplikasi NEC, bayi baru lahir yang mengalami necrotizing enterocolitis harus segera mendapatkan penanganan.

Bagaimana mengatasi NEC pada bayi?

Dalam mengatasi NEC pada bayi, biasanya dokter akan meminta Anda untuk berhenti menyusui. Bayi Anda akan diberi makanan dan obat-obatan melalui selang ke perutnya atau infus untuk memudahkannya mencerna. 

Mengatasi NEC pada bayi bergantung pada beberapa faktor, seperti tingkat keparahan penyakit, usia, dan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Adapun mengatasi NEC pada bayi dapat dilakukan dengan perawatan berikut:

  • Antibiotik: Obat ini diberikan untuk membantu mencegah atau mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
  • Obat antinyeri: Bayi Anda mungkin memerlukan obat antinyeri untuk menghilangkan atau mengurangi rasa sakit. Oleh sebab itu, perhatikan tanda-tanda rasa sakit pada bayi Anda seperti lebih sering menangis, lebih rewel atau tidak mau makan. 
  • Susu formula khusus dan vitamin: Ini diberikan untuk membantu bayi mendapat nutrisi yang tepat. Bayi mungkin membutuhkan susu formula yang mengandung lemak, minyak, dan probiotik yang mudah dicerna.
  • Pembedahan: Bayi Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk mengeluarkan sebagian dari ususnya yang tentu sudah rusak. Ini biasanya dilakukan pada kasus NEC yang parah.

Selama mendapatkan perawatan, bayi Anda akan diawasi dengan ketat. Selain itu, dokter juga akan melakukan rontgen dan tes darah pada bayi Anda secara teratur untuk memastikan penyakitnya tidak memburuk. 

Anda juga tentu harus sering berkonsultasi pada dokter mengenai keadaan bayi Anda untuk mendapat informasi yang jelas bagi kesembuhannya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/necrotizing-enterocolitis#treatments
Diakses pada 26 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/sepsis#symptoms.
Diakses pada 26 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/gastrointestinal-perforation#symptoms
Diakses pada 26 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/crohns-disease/intestinal-stricture#symptoms
Diakses pada 26 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peritonitis/symptoms-causes/syc-20376247
Diakses pada 26 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-problems/symptoms-causes/syc-20374502
Diakses pada 26 Agustus 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/cg/necrotizing-enterocolitis-in-children.html
Diakses pada 26 Agustus 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/nec.html
Diakses pada 26 Agustus 2019

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-necrotizing-enterocolitis#1
Diakses pada 26 Agustus 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/ulcerative-colitis/symptoms/identifying-newborns-at-risk-for-necrotizing-enterocolitis/
Diakses pada 26 Agustus 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001148.htm
Diakses pada 26 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed