Ini Posisi Tidur Bayi yang Benar Menurut Ahli Untuk Mencegah Kematian Mendadak

(0)
Posisi tidur bayi yang benar adalah telentang atau berbaringPosisi tidur bayi yang salah bisa meningkatkan risiko terjadinya kematian mendadak
SIDS adalah bayi meninggal mendadak tanpa ada penyebab yang pasti. Beberapa hal dikaitkan sebagai faktor risiko terjadinya Sudden infant death syndrome (SIDS), salah satunya adalah kondisi tempat tidur bayi yang tidak aman atau posisi tidur bayi yang salah.Pada tahun 2016, American Academy of Pediatrics mengeluarkan rekomendasi tidur yang aman bagi bayi sebagai upaya pencegahan SIDS. Rekomendasi ini terutama ditujukan bagi bayi berusia kurang dari 1 tahun, yaitu kelompok umur yang paling rentan terkena SIDS dan mencangkup perihal posisi tidur hingga kondisi lingkungan sekitar.

Rekomendasi posisi tidur bayi yang aman

Posisi tidur yang baik juga harus memperhatikan kondisi tempat tidur hingga posisi kepala bayi saat tidur. Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), posisi tidur bayi yang benar adalah meliputi “Sleep on the back”.Posisi tidur bayi yang benar adalah dalam posisi tidur telentang. Tidur menyamping atau tengkurap dihubungkan dengan risiko terjadinya kematian mendadak. Selain itu, posisi tidur bayi skin-to-skin, yaitu ibu berbaring dengan bayi diletakkan terlungkup di dada ibu, sangat bermanfaat dalam pembentukan ikatan antara ibu dan bayi.Posisi skin-to-skin tetap aman dilakukan karena dalam prosesnya ibu terus berinteraksi dengan bayi dan mengawasi bayi. Jika ibu perlu beristirahat, bayi bisa ditidurkan di ranjang bayi dalam posisi telentang.Selain posisi tidur bayi, beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bayi tidur dengan aman dan mencegah SIDS adalah:

1. Gunakan alas tidur yang cukup keras

Gunakan alas tidur yang tidak berubah bentuk ketika bayi ditidurkan di atasnya. Alas tidur yang terlalu empuk dan melekuk sesuai badan bayi, dikhawatirkan dapat menutup jalan napas jika bayi berguling.Hindari menggunakan bantal, selimut bayi, atau bantal menyusui sebagai alas tidur bayi, karena tidak dirancang cukup keras untuk menopang badan bayi.Saat ini, banyak dijual ranjang bayi yang menempel pada ranjang orangtua atau ranjang kecil yang dapat diletakkan di atas ranjang. Meski terlihat aman dan meyakinkan, belum ada standar ataupun studi keamanan berhubungan dengan produk-produk tersebut.Stroller, car seat, bouncer, atau ayunan bayi tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai tempat tidur, terutama bagi bayi kurang dari 4 bulan. Car seat tidak dirancang untuk dipergunakan di luar mobil atau diletakkan di atas meja/ranjang.Permukaan meja/ranjang yang berbeda dengan permukaan kursi mobil dapat mengubah kemiringan car seat. Hal ini akan memengaruhi posisi bayi, badan bayi mungkin merosot atau lehernya tertekuk sehingga membahayakan jalan napas mereka.Jika menggunakan gendongan bayi, pastikan muka bayi menghadap ke atas dan tidak tertutup gendongan. Setelah menyusui, putar badan bayi kembali menghadap ke atas dan tidak dibiarkan terus berhadapan dengan badan ibu.

2. Tidur dalam satu kamar, tapi beda ranjang

Sampai usia 1 tahun, disarankan agar tempat tidur bayi diletakkan dalam kamar tidur orangtua. Dengan berada di ruangan yang sama, orangtua lebih mudah untuk mengawasi bayi, menyusui segera setelah bayi lapar (feeding on cue), dan memberi kenyamanan pada mereka.Tidur di ranjang yang sama tidak disarankan karena tempat tidur orang dewasa tidak aman untuk bayi. Jika pada malam hari bayi terbangun dan disusui di ranjang orangtua, tidurkan bayi kembali pada ranjangnya setelah selesai.[[artikel-terkait]]Sofa ternyata sangat berbahaya jika digunakan untuk meletakkan atau menidurkan bayi. Bayi dapat terguling karena permukaannya tidak rata sehingga jalan napasnya bisa tertutup oleh permukaan sofa yang empuk, atau bahkan terjepit di sela-sela sofa.Merawat bayi tentunya sangat melelahkan, seringkali ibu jatuh tertidur saat menyusui atau menggendong bayi. Data menunjukkan bahwa lebih aman bagi bayi jika ibu tertidur di ranjang ketimbang di sofa. Apabila ibu tertidur, segera bawa bayi kembali ke ranjangnya sesaat setelah terbangun.

3. Menggunakan seprai dengan ukuran yang tepat dan menyingkirkan barang

Dalam investigasi terhadap sejumlah kasus SIDS, banyak ditemukan bayi meninggal dalam keadaan muka tertutup seprai. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan seprai dengan ukuran yang pas agar tidak mudah tertarik, bergeser, dan menimbulkan lipatan-lipatan pada permukaan ranjang.Singkirkan juga bantal, guling, selimut, boneka, dan bantal penghalang dinding ranjang. Lebih sedikit barang dalam tempat tidur bayi, lebih baik. Walaupun aksesoris untuk bayi banyak yang menarik dan lucu, tetap utamakan keselamatan mereka.

Posisis tidur bayi yang tidak aman

Posisi tidur bayi yang tidak disarankan adalah posisi tidur miring dan tengkurap. Bayi tidur miring sering berakhir dengan posisi tidur tengkurap yang bisa menyebabkan bayi sulit bernapas dan meningkatkan risiko kematian mendadak.Tidur miring atau tengkurap bisa menyebabkan saluran pernapasan menyempit atau terhalang. Akibatnya, bayi mengalami kekurangan oksigen karena sulit bernapas. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kematian mendadak bayi (SIDS) dan masalah kesehatan lainnya.Posisi tidur bayi tengkurap boleh saja dilakukan asalkan hanya sesekali dan harus dalam pengawasan orangtua. Posisi ini sebaiknya diterapkan ketika bayi sudah mampu membolak-balikkan badannya sendiri atau saat usianya sudah lebih dari satu tahun.

Hal yang perlu diperhatikan saat posisi tidur bayi telentang

Para orangtua mungkin khawatir kepala bayi peyang jika terus menerus tidur dalam posisi telentang. Untuk mengatasinya, Anda bisa memindahkan posisi kepala bayi saat tidur sedikit menoleh ke kanan atau kiri setiap 1-2 jam. Hindari menidurkan bayi dalam posisi kepala yang sama terus-menerus dalam waktu yang lama.Selain itu, banyak dari orangtua yang juga khawatir jika bayi mudah tersedak saat tidur telentang. Namun, faktanya bayi dengan posisi tidur telentang memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami tersedak.Ini karena dalam posisi ini, bayi lebih mampu membersihkan saluran pernapasan mereka. Bayi juga memiliki refleks otomatis yang membuat mereka batuk, menelan ludah atau bersendawa bahkan ketika tidur. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir ketika menidurkan bayi dalam posisi ini.Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter terkait posisi tidur bayi yang aman, Anda bisa bertanya langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
sidsmerawat bayi
Moon RY, Hauck FR. SIDS risk: it’s more than just the sleep environment. https://pediatrics.aappublications.org/content/137/1/e20153665
Diakses pada Mei 2019
Task Force on Sudden Infant Death Syndrome. SIDS and other sleep-related infant deaths: updated 2016 recommendations for a safe infant sleeping environment. https://pediatrics.aappublications.org/content/138/5/e20162938
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait