Apakah Bayi Mengemut Ibu Jari Berbahaya?


Kebiasaan bayi mengemut tangan adalah hal biasa. Bahkan sebenarnya, perilaku ini sudah terjadi sejak masih dalam kandungan. Selama kebiasaan ini tidak berlangsung sampai gigi permanen tumbuh, maka tak ada masalah.

0,0
18 Jul 2021|Azelia Trifiana
Bayi mengemut ibu jari adalah hal yang normalBayi mengemut ibu jari adalah hal yang normal
Kebiasaan bayi mengemut tangan adalah hal biasa. Bahkan sebenarnya, refleks bayi menghisap atau sucking ini sudah terjadi sejak masih dalam kandungan. Selama kebiasaan ini tidak berlangsung sampai gigi permanen tumbuh, maka tak ada masalah.Orangtua perlu tahu bahwa selain refleks ini cukup alami, rupanya ada pula manfaatnya. Jadi, tak perlu serta merta melarang atau menggantinya dengan empeng ketika mendapati kebiasaan bayi mengemut ibu jari.

Mengapa bayi mengemut tangan?

Sangatlah alami ketika bayi punya hobi mengemut tangan. Sejak di dalam kandungan, saat baru lahir, dan ketika mereka bertumbuh pun, kebiasaan ini termasuk refleks cara mereka makan. Justru, ini adalah sinyal bagus bahwa mereka tahu bagaimana metode untuk makan.Selain itu, mengemut ibu jari juga kerap terjadi ketika bayi sedang ingin menenangkan diri mereka. Itulah sebabnya terkadang ketika terbangun di tengah tidur lelapnya, bayi memilih mengemut ibu jari sehingga bisa kembali terlelap.Sebagian besar bayi akan berhenti mengemut ibu jari dengan sendirinya, mulai dari 6 bulan hingga rentang usia antara 2-4 tahun. Namun, jangan terkejut pula ketika si kecil yang sudah berhenti mengemut tangan tiba-tiba kembali ke kebiasaan lama saat merasa stres.

Apa saja manfaatnya?

Lebih jauh lagi, berikut ini beberapa manfaat dari kebiasaan bayi mengemut tangan:

1. Menjadi penenang alami

Terkadang ketika usai menyusui, bayi masih perlu menghisap beberapa saat lagi meski telah kenyang. Ini adalah non-nutritive sucking, metode untuk menenangkan diri mereka. Menariknya lagi, si kecil jadi punya strategi mereka sendiri untuk kembali tenang tanpa harus memanggil orangtua atau pengasuhnya.

2. Selalu tersedia

Mengingat tangan atau ibu jari selalu melekat di tubuh mereka, ini juga memudahkan ketika diperlukan. Ketika bayi menyadari betapa mudahnya mengakses ibu jari atau tangan mereka sendiri, dengan cepat mereka tahu cara menggunakannya.Bandingkan dengan empeng yang bisa saja terlepas atau terjatuh. Ketika ditemukan pun, tentu harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum bisa mereka hisap kembali.

3. Sapih lebih mudah

Proses menyapih bayi dari kebiasaan menghisap ibu jari juga cenderung lebih mudah. Contohnya ketika sudah berusia 4 atau 5 tahun, mereka bisa berhenti dengan sendirinya karena teman-teman mungkin berkomentar bahwa menghisap ibu jari itu terlihat seperti bayi.

Cara tepat menghentikan kebiasaan

Lalu, kapan saat yang tepat bagi orangtua untuk mulai intervensi? Selagi kebiasaan bayi menghisap ibu jari tidak terlalu mengganggu, sah-sah saja membiarkan mereka melakukannya.Beberapa ahli menyarankan agar anak berhenti menghisap tangan sebelum usia tiga tahun. Namun, biasanya penanganan khusus baru perlu diberikan apabila anak masih menghisap ibu jari hingga usianya di atas lima tahun.Lebih jauh lagi, berikut ini beberapa cara efektif untuk meminta anak berhenti menghisap tangan:
  • Tidak menghiraukan

Apabila si kecil menghisap tangan demi mendapatkan perhatian Anda, cara efektif untuk menghentikannya adalah dengan bersikap cuek. Dengan demikian, mereka akan berhenti menghisap tangan karena merasa cara ini tidak berhasil.
  • Berikan motivasi positif

Orangtua juga bisa memberikan motivasi yang positif ketika anak mulai berhenti menghisap jari. Lakukan secara bertahap dan perlahan, contohnya dengan tidak menghisap ibu jari selama satu jam sebelum waktu tidur.Hadiahnya pun tak perlu berlebihan. Bisa dengan menambah waktu membaca dongeng sebelum tidur, berjalan-jalan, atau menempel stiker reward.
  • Kenali pemicunya

Apabila anak kembali menghisap ibu jari setelah sebelumnya sudah berhenti, bisa jadi mereka merasa stres. Ajak anak berbicara apa yang membuat mereka merasa stres dan berikan kenyamanan. Contohnya bisa dengan memeluk atau memberikan kata-kata menenangkan, bergantung pada bahasa cinta mereka.
  • Berikan alternatif

Ada pula metode yang efektif yaitu dengan memberikan alternatif pengganti ibu jari atau tangan. Contohnya, berikan bantal, guling, atau boneka kesayangan yang bisa menemani mereka selama terlelap.
  • Ingatkan dengan lembut

Tak ada gunanya membentak, memarahi, atau menghukum mereka ketika mulai menghisap ibu jari. Ini justru menimbulkan persepsi negatif. Sebaliknya, ingatkan dengan lembut tentang kebiasaan ini. Jangan pula menertawakan mereka karena bisa membekas hingga seumur hidupnya.

Catatan dari SehatQ

Selama belum ada gigi permanen yang tumbuh, maka orangtua tak perlu terlalu merisaukan kebiasaan anak menghisap ibu jari. Kecuali ketika sudah ada gigi permanen, ini perlu dihentikan.Sebab, bisa saja kebiasaan ini berpengaruh terhadap bagian langit-langit mulut dan susunan gigi mereka. Risiko terjadinya masalah gigi bergantung pada seberapa sering, seberapa lama, dan seberapa intens bayi menghisap tangan atau ibu jarinya.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengapa jangan menerapkan metode tak lazim seperti mengoleskan sesuatu yang pahit di ibu jari anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anakibu menyusui
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/thumb-sucking-baby.aspx
Diakses pada 5 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/pacifiers-or-thumbsucking-which-is-worse
Diakses pada 5 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/thumb-sucking/art-20047038
Diakses pada 5 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait