logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Parenting

Viral Bayi Masuk Rumah Sakit Karena Diberi Air Putih, Ini Bahayanya

open-summary

Bayi baru lahir tidak boleh minum air putih dan hanya boleh minum ASI. Selain tidak dibutuhkan, air putih yang diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan bisa memicu keracunan dan perut begah yang berbahaya bagi kesehatan.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

10 Agt 2023

Bayi baru lahir tidak boleh diberi air putih karena bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan organ lainnya

Bayi baru lahir tidak boleh diberi air putih karena bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan organ lainnya

Table of Content

  • Alasan bayi baru lahir tidak boleh minum air putih
  • Kapan bayi boleh minum air putih?
  • Tidak perlu terlalu khawatir jika ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan 
  • Pesan dari SehatQ

Viral bayi berusia 1 hari di bogor masuk NICU karena diberikan air putih oleh keluarganya. Informasi ini didapatkan dari seorang bidan yang bidan membagikan informasi di akun TikToknya. Disebutkan di video tersebut bahwa awalnya bayi lahir dalam kondisi sehat, namun sang nenek memberikan air putih kepada cucunya karena ASI sang ibu tidak kunjung keluar. 

Advertisement

Melansir dari Liputan 6, disebutkan bahwa kondisi bayi yang sudah kadung parah akhirnya harus dirujuk ke RSUD karena air yang diminum sudah masuk ke paru-paru. Sebelumnya bayi tersebut juga harus mendapatkan pasokan oksigen tambahan melalui alat.

Alasan bayi baru lahir tidak boleh minum air putih

Memberikan air putih pada bayi baru lahir bisa berbahaya. Berikut adalah alasan mengapa bayi baru lahir sebaiknya tidak diberikan asupan apapun kecuali ASI:

1. Kapasitas perut bayi masih kecil

Saat baru lahir, kapasitas perut bayi masih sangat kecil, yaitu hanya mampu menampung sekitar 1 hingga 2 sendok teh, atau 5 hingga 10 mililiter cairan saja.

Oleh sebab itu, bayi tidak membutuhkan banyak susu bahkan hingga jangka waktu 24 jam pertama setelah dilahirkan. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir jika ASI belum kunjung keluar sesaat setelah melahirkan, apalagi sampai memberi bayi air putih.

Memberikan air putih pada bayi baru lahir bisa membuat kapasitas perutnya penuh, sehingga tidak akan cukup ruang untuk kandungan lain, seperti vitamin, mineral, lemak, dan kalori yang sangat dibutuhkannya.

Perut bayi akan tumbuh selama 6 bulan pertama kehidupan secara bertahap. Bahkan jika sudah memasuki masa MPASI 6 bulan dan 1 tahun, jumlah air yang boleh berikan kepada bayi masih perlu dibatasi. 

2. Memicu risiko keracunan

Memberikan air pada bayi baru lahir juga bisa memicu keracunan. Jika kita mengonsumsi air terlalu banyak melebihi kapasitas yang dimiliki tubuh, maka bisa terjadi keracunan air. 

Keracunan air terjadi ketika ginjal diberi lebih banyak air daripada yang bisa mereka tampung. Kelebihan air ini akan dibuang ke dalam aliran darah. 

Hal ini bisa mengencerkan cairan dalam aliran darah dan menurunkan konsentrasi elektrolit seperti natrium. Terlalu banyak pengenceran darah akan berisiko meningkatkan penyakit hiponatremia.

Pada bayi, ukuran ginjalnya bahkan lebih kecil daripada normal, sehingga kapasitasnya tidak bisa menampung air sebagaimana orang dewasa. Jadi mereka tidak bisa meresap kandungan air sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat.

Sehingga, memberikan air putih pada bayi di bawah 6 bulan atau memberikan air dalam jumlah banyak bisa menyebabkan hiponatremia. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pembengkakan otak dan bahkan kematian.

Baca juga: Bermasalah dengan Produksi ASI, Ini 8 Alternatif Pengganti ASI untuk Bayi Baru Lahir

Kapan bayi boleh minum air putih?

Bayi mulai boleh minum air putih saat masuk usia 6 bulan. Namun, jumlah air putih yang diberikan juga tidak boleh terlalu banyak, dan porsinya bertahap seiring dengan bertambahnya usia.

Pastikan untuk memberikan air yang sudah dimasak untuk bayi. Kemudian, meski sudah boleh minum air putih saat masuk usia 6 bulan, kamu tidak boleh mengganti asupan ASI dan susu formula dengan air putih. ASI atau susu formula harus tetap menjadi minuman utama bayi hingga usia 12 bulan.

Setelah 12 bulan, sumber cairan utama bayi sudah mulai boleh berganti dengan air dan susu sapi atau ASI. Bayi juga sudah boleh mengonsumsi air yang tidak dimasak lagi saat masuk usia 12 bulan.

Tidak perlu terlalu khawatir jika ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan 

Salah satu penyebab bayi diberikan air putih pada berita yang viral tersebut adalah karena sang Nenek khawatir bayi akan kehausan karena ASI ibu tidak kunjung keluar satu hari setelah persalinan. Padahal, jika ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan, ibu tidak perlu khawatir. 

Produksi ASI di tubuh terjadi secara bertahap. Proses ini disebut sebagai laktogenesis yang terjadi dalam tiga tahap.

1. Tahap 1

Laktogenesis tahap 1 biasanya dimulai pada minggu ke-16 kehamilan dan terus berlanjut di trimester dua dan ketiga kehamilan. Di tahap ini, kadar estrogen dan progesteron akan naik, sehingga terjadi perubahan pada payudara yang mendukung proses menyusui. 

2. Tahap 2

Tahap kedua laktogenesis terjadi setelah persalinan. Setelah plasenta keluar dari rahim, kadar progesteron di tubuh akan turun. Sebaliknya, kadar prolaktin, kortisol, dan insulin yang bisa menstimulasi tubuh untuk memproduksi ASI, akan naik. 

Tidak semua ibu langsung memproduksi ASI begitu melahirkan. Tidak sedikit ibu yang baru memproduksi ASI di hari kedua atau ketiga setelah melahirkan. 

3. Tahap 3

Ini adalah tahap menyusui dimana ibu sudah memiliki suplai ASI yang ideal bagi buah hatinya. Tahap ini berlangsung selama ibu menyusui.

Pada laktogenesis tahap 3, tubuh akan memproduksi lebih banyak prolaktin dan oksitosin. Semakin sering bayi menyusu, maka produksi akan semakin banyak. Sebaliknya, jika bayi jarang menyusu, maka produksi ASI juga akan semakin sedikit.

Apabila ibu belum memproduksi ASI beberapa hari setelah melahirkan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi sekaligus tetap menjaga kebutuhan nutrisi bayi. Selalu konsultasikan pada dokter jika ada masalah dalam proses menyusui.

Baca juga: Mengapa Bayi dan Anak Lebih Rentan Terhadap Dehidrasi?

Pesan dari SehatQ

Bicaralah dengan dokter anak jika kamu memiliki kekhawatiran kapan waktu yang tepat untuk memberikan bayi air putih. Kondisi bayi seperti lahir prematur biasanya memiliki waktu ideal yang berbeda untuk minum air putih. 

Selain itu, segera berkonsultasi pada dokter jika bayi menunjukkan gejala keracunan akibat terlalu banyak minum air putih seperti berikut:

  • Menangis tiada henti
  • Muntah
  • Lemah dan lesu
  • Kejang
  • Bergetar

Memberikan penanganan yang tepat bisa mencegah bayi terkena komplikasi yang serius akibat mengonsumsi air putih saat belum mencapai usianya.

Advertisement

bayi & menyusuibayi dehidrasiibu menyusui

Ditulis oleh Rianti Dea Rizky Pratiwi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved