Bayi Kurus Bisa Berbahaya, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya


Bayi kurus tidak selalu menjadi pertanda ia mengidap penyakit atau kondisi tertentu. Beberapa bayi yang terlihat kurus mungkin mewarisi gen kurus dari orangtuanya. 

(0)
bayi kurus karena tidak mau makanada bayi yang kurus karena keturunan, tapi ada pula bayi yang berat badannya kurang dari normal karena sakit
Bayi kurus atau yang berat badannya sulit naik kerap membuat orang tua khawatir. Pasalnya, berat badan bayi yang kurang dari normal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan mengganggu tumbuh kembangnya.Namun begitu, tubuh anak yang kurus tidak selalu menjadi pertanda penyakit atau kondisi tertentu. Beberapa bayi yang terlihat kurus mungkin mewarisi gen kurus dari orangtuanya.  Lantas, kapan bayi dapat dikatakan kurus dan apa saja yang menjadi penyebabnya? Simak ulasan selengkapnya seperti berikut.

Rentang berat badan bayi normal

Dikutip dari PMK No. 2 tahun 2020 dari Kementerian Kesehatan RI, indikator rentang ideal berat badan bayi berdasarkan umur (BB/U) yang mengacu pada kurva pertumbuhan milik WHO dan CDC adalah
  • Berat badan sangat kurang: kurang dari -3 SD
  • Berat badan kurang: kurang dari -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Berat badan normal: kurang dari -2SD sampai dengan +1 SD
  • Risiko berat badan lebih: lebih dari +1 SD
Berdasarkan standar kurva berat badan di atas, berat badan ideal bayi jika dilihat dari jenis kelamin dan umurnya adalah sebagai berikut:

1. Berat badan bayi laki-laki

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,5-3,9 kilogram (kg)
  • Usia 1 bulan: 3,4-5,1 kg
  • Usia 2 bulan: 4,3-6,3 kg
  • Usia 3 bulan: 5,0-7,2 kg
  • Usia 4 bulan: 5,6-7,8 kg
  • Usia 5 bulan: 6,0-8,4 kg
  • Usia 6 bulan: 6,4-8,8 kg
  • Usia 7 bulan: 6,7-9,2 kg
  • Usia 8 bulan: 6,9-9,6 kg
  • Usia 9 bulan: 7,1-9,9 kg
  • Usia 10 bulan: 7,4-10,2 kg
  • Usia 11 bulan: 7,6-10,5 kg
  • Usia 12 bulan: 7,7-10,8 kg
  • Usia 13 bulan: 7,9-11,0 kg
  • Usia 14 bulan: 8,1-11,3 kg
  • Usia 15 bulan: 8,3-11,5 kg
  • Usia 16 bulan: 8,4-13,1 kg
  • Usia 17 bulan: 8,6-12,0 kg
  • Usia 18 bulan: 8,8-12,2 kg
  • Usia 19 bulan: 8,9-12,5 kg
  • Usia 20 bulan: 9,1-12,7 kg
  • Usia 21 bulan: 9,2-12,9 kg
  • Usia 22 bulan: 9,4-13,2 kg
  • Usia 23 bulan: 9,5-13,4 kg
  • Usia 24 bulan: 9,7-13,6 kg

2. berat badan bayi perempuan

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,4-3,7 kg
  • Usia 1 bulan: 3,2-4,8 kg
  • Usia 2 bulan: 3,9-5,8 kg
  • Usia 3 bulan: 4,5-6,6 kg
  • Usia 4 bulan: 5,0-7,3 kg
  • Usia 5 bulan: 5,4-7,8 kg
  • Usia 6 bulan: 5,7-8,2 kg
  • Usia 7 bulan: 6,0-8,6 kg
  • Usia 8 bulan: 6,3-9,0 kg
  • Usia 9 bulan: 6,5-9,3 kg
  • Usia 10 bulan: 6,7-9,6 kg
  • Usia 11 bulan: 6,9-9,9 kg
  • Usia 12 bulan: 7,0-10,1 kg
  • Usia 13 bulan: 7,2-10,4 kg
  • Usia 14 bulan: 7,4-10,6 kg
  • Usia 15 bulan: 7,6-10,9 kg
  • Usia 16 bulan: 7,7-11,1 kg
  • Usia 17 bulan: 7,9-11,4 kg
  • Usia 18 bulan: 8,1-11,6 kg
  • Usia 19 bulan: 8,2-11,8 kg
  • Usia 20 bulan: 8,4-12,1 kg
  • Usia 21 bulan: 8,6-12,3 kg
  • Usia 22 bulan: 8,7-12,5 kg
  • Usia 23 bulan: 8,9-12,8 kg
  • Usia 24 bulan: 9,0-13,0 kg
Meski demikian, ukuran ini tidak dipatok rata bagi semua anak. Sebab, berat badan ideal anak bukan hanya dilihat dari jenis kelamin dan umurnya, tapi juga dari tinggi dan panjang badan bayi.Oleh karena itu, kenaikan berat badan bayi tetap dianggap ideal selama berada di kurva yang sama.

Kapan dikatakan berat badan bayi kurang dari normal?

Seorang bayi mengalami berat badan kurang jika mereka berada dalam persentil ke-5 terbawah untuk pengukuran berat badan dibandingkan dengan tinggi badan mereka.Dokter anak atau ahli diet akan memantau bayi dengan pengukuran berat badan terhadap panjang badan untuk anak sejak lahir hingga usia 2 tahun.Setelah usia 2 tahun, dokter akan menggunakan grafik pertumbuhan CDC untuk melihat berat badan, tinggi badan, dan BMI (indeks massa tubuh) sesuai usia anak.Perhitungan BMI akan membandingkan berat badan anak dengan tinggi badan mereka. BMI sesuai usia yang kurang dari persentil ke-5 menunjukkan bahwa seorang anak kekurangan berat badan.

Penyebab bayi kurus

Penyebab bayi kurus atau kekurangan berat badan dapat berasal dari berbagai faktor. Kurangnya berat badan anak dapat disebabkan dari kondisi sosial ekonomi keluarga sehingga kebutuhan makannya tidak bisa tercukupi, sampai kondisi medis tertentu.Beberapa penyebab bayi kurus atau berat badannya susah naik dari kacamata medis adalah:

1. Penyebab medis

Kondisi medis yang bisa menyebabkan bayi kurus dan mengalami masalah kenaikan berat badan dapat meliputi:
  • Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur akan mengalami kesulitan menyusu, makan dan juga mengalami progres tumbuh kembang yang lebih lambat dari bayi lainnya.
  • Memiliki gangguan metabolisme seperti hipoglikemia, galaktosemia, dan fenilketonuria yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi.
  • Fibrosis kistik, kondisi yang dapat mencegah anak menyerap kalori.
  • Alergi makanan atau intoleransi makanan.
  • Mengalami refluks gastroesofagus yang dapat menyebabkan bayi sering muntah.
  • Bayi mengalami diare kronis yang membuatnya tidak dapat menyerap nutrisi dengan cukup.

2. Bayi kurus karena keturunan

Berat badan bayi juga dapat dipengaruhi oleh gen yang diturunkan kedua orangtuanya. Orangtua dengan ukuran badan kecil biasanya akan menurunkan bobot atau postur tubuh yang sama kepada bayi mereka.Namun, faktor yang satu ini mungkin tidak akan berpengaruh atau terlihat dalam satu atau dua tahun pertama bayi.Di tahun pertama mereka, berat badan bayi akan lebih terkait dengan berat lahirnya. Selain itu, ini juga dapat menjadi penyebab berat badan bayi kurang tapi tetap aktif. Hal ini dapat diatasi dengan pantauan asupan nutrisi yang baik.

3. Berat badan lahir rendah

Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah biasanya akan terus memiliki bobot yang kecil selama beberapa bulan pertama kehidupannya atau lebih lama lagi.Namun, bayi BBLR maupun yang beratnya normal sama-sama dapat mengalami proses tumbuh kembang yang naik turun. Bukan tidak mungkin bahwa bayi yang kurus sewaktu lahir bisa menjadi lebih gemuk saat usianya bertambah.Segera hubungi dokter, jika bayi Anda lahir dengan berat badan rendah namun tak kunjung mengalami kenaikan berat badan selama masa pertumbuhannya.

Dampak bayi kurus dengan berat badan kurang dari normal 

Berat badan bayi yang kurang dari normal dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan risiko banyak gangguan kesehatan di masa depan.Masalah kesehatan dan gangguan pertumbuhan yang menjadi dampak dari bayi kurus di antaranya:
  • Gampang sakit atau terkena infeksi. Ini karena malnutrisi yang menjadi penyebab bayi kurus dapat menurunkan kekebalan tubuh bayi
  • Tumbuh kembangnya terhambat. Anak yang kurus mungkin akan kehilangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Padahal, bayi membutuhkan banyak nutrisi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya dalam 3 tahun pertama masa hidupnya.
  • Mempengaruhi kognitif dan prestasi akademik. Berdasarkan penelitian, anak dengan berat badan kurang memiliki tingkat kognitif dan skor prestasi akademik yang lebih rendah pada usia sekolah, dibandingkan anak dengan berat badan normal.
  • Terhambatnya pertumbuhan fisik bayi. Anak yang mengalami masalah kekurangan berat badan menunjukkan bentuk tubuh yang lebih kecil dibandingkan anak dengan berat badan ideal.
Melihat banyaknya dampak negatif yang bisa timbul jika berat badan bayi kurang, Anda perlu memperhatikan dengan baik asupan gizi bayi Anda agar berat badannya terjaga.Segera hubungi dokter jika bayi menunjukkan gejala kekurangan berat badan agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara meningkatkan berat badan bayi yang kurus

Dikutip dari Harvard Medical School, beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk menambah berat badan bayi yang kurang dari normal adalah:

1. Menyusui bayi

Menyusui bayi dengan ASI adalah cara terbaik untuk menaikkan berat badan si Kecil dan mencegah bayi kurus. ASI mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan bayi selama masa pertumbuhannya.  Jika ASI dirasa tidak cukup atau produksi ASI Anda kurang, Anda dapat memberikan susu formula atau memulai MPASI lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan gizinya.Namun sebelum beralih ke susu formula, konsultasikan kesulitan memberikan ASI kepada konselor ASI atau hasil kurva pertumbuhan ke dokter anak.

2. Berikan makanan padat yang sehat

Saat bayi sudah memasuki masa MPASI, berikan makanan padat sehat bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Berikan buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan dan daging sebagai menu MPASI bayi.Biarkan bayi mencoba semua makanan yang baik untuk membentuk pola makan dan membangun selera makan yang kuat ketika ia tumbuh besar.

3. Bentuk jadwal makan yang teratur

Saat bayi sudah bisa duduk, biarkan ia makan bersama Anda pada jadwal makan yang telah ditentukan. Anak-anak yang makan bersama orang tuanya cenderung tidak mengalami kelebihan berat badan.Selain itu, mengajak bayi makan bersama orangtua juga baik untuk membangun hubungan anak dengan orangtua sejak dini. 

4. Biarkan bayi aktif bergerak

Demi menjaga tubuhnya sehat, bukan hanya asupan makanannya yang diperhatikan, kemampuan geraknya juga harus diperhatikan. Latih bayi Anda untuk bergerak aktif sejak dini.Buat tempat yang aman untuk bayi merangkak dan bermain. Bayi yang aktif akan membantu si Kecil mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat untuk diri mereka.Jika Anda ingin ingin berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab dan cara mengatasi bayi kurus, konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tumbuh kembang bayimerawat bayimakanan bayibayi prematurberat badan bayiperkembangan bayi
Casey PH, et al. Impact of prenatal and/or postnatal growth problems in low birth weight preterm infants on school age outcomes: an 8-year longitudinal evaluation. Pediatrics. 2006;118(3):1078-1086. Diakses pada 29 Desember 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/skinny-baby#causes Diakses pada 29 Desember 2020Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/blog/6-ways-to-help-keep-your-baby-at-a-healthy-weight-2017041111575 Diakses pada 29 Desember 2020Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/dietitians-best-advice-child-underweight Diakses pada 29 Desember 2020Boston Children Hospital. https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/s/slow-weight-gain-in-infants-and-children/symptoms-and-causes Diakses pada 29 Desember 2020Hukor Kemkes. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf Diakses pada 29 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait