Bayi Kuning: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya


Bayi kuning adalah kondisi ketika kadar pigmen kuning yang disebut bilirubin pada tubuh terlalu tinggi. Penyakit kuning pada bayi dapat dicegah dengan memberikan ASI yang cukup untuk bayi

(0)
Bayi kuning terbukti efektif bisa diatasi dengan fototerapiBayi kuning bisa dirawat dengan fototerapi
Bayi kuning kerap terjadi pada bayi baru lahir. Penyakit bayi ini adalah kondisi kulit dan bagian mata kuning pada bayi yang terjadi beberapa hari setelah kelahiran. Faktanya, setengah dari jumlah kelahiran bayi mengalami sakit kuningPada bayi prematur, bayi kuning akan menunjukkan gejala lebih awal dan berlangsung lebih lama daripada pada bayi cukup bulan. 

Penyebab bayi kuning

Bayi kuning terjadi akibat penumpukan bilirubin
Penyakit kuning pada bayi baru lahir merupakan hal yang sangat umum. Penyebab penyakit kuning pada bayi adalah adanya penumpukan kadar pigmen kuning bilirubin pada tubuh bayi.Bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning kecokelatan yang secara alami dihasilkan tubuh ketika sel darah merah hancur saat proses regenerasi. Pada anak dan orang dewasa, organ hati bayi memproses bilirubin yang kemudian melewati saluran usus.Hati bayi baru lahir belum cukup matang untuk membuang bilirubin dari dalam tubuh. Inilah yang menjadi penyebab bayi kuning.  Akibatnya, terjadi penumpukan dan kadarnya cukup tinggi sehingga terlihat warna kuning di kulit serta mata bayi baru lahir. 
Kelainan sel darah merah berisiko sebabkan bayi kuning
Bayi yang berisiko tinggi memiliki penyakit kuning adalah:
  • Bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu).
  • Bayi yang tidak mendapatkan ASI atau susu formula yang cukup karena kesulitan menyusui atau karena ASI ibu belum keluar.
  • Bayi yang golongan darahnya tidak sama dengan golongan darah ibunya, hal ini membuat tubuh menghasilkan tumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merah bayi dan menyebabkan bilirubin meningkat mendadak.
Penyebab bayi kuning pada bayi baru lahir meliputi:

Gejala penyakit kuning pada bayi yang baru lahir

Demam adalah gejala bayi kuning
Ciri ciri penyakit kuning pada bayi adalah kulit dan mata bayi yang menguning. Penguningan dimulai dalam 2-4 hari setelah lahir dan berawal pada wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Tingkat bilirubin biasanya mencapai puncak antara 3-7 hari setelah lahir.Jika jari bayi ditekan secara ringan dan daerah kulit sekitarnya menjadi kuning, maka kemungkinan besar itu adalah tanda penyakit kuning.Hubungi dokter jika bayi memperlihatkan gejala berikut:
  • Warna kuning pada kulit terlihat menyebar atau menjadi lebih intens.
  • Bayi mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Kulit bayi terlihat bertambah kuning.
  • Bayi tidak mau menyusu, tampak lemah atau lesu, dan menangis dengan nada tinggi.

Cara mendiagnosis bayi kuning

Tes kadar bilirubin untuk diagnosis bayi kuning
Penting untuk memeriksakan bayi yang baru lahir secara rutin. Sebab, kadar bilirubin mencapai puncaknya pada 3-7 hari setelah lahir.Warna kuning yang jelas merupakan tanda bahwa bayi memiliki penyakit kuning. Namun, diperlukan tes tambahan untuk mendiagnosis tingkat keparahan penyakit kuning.Bayi yang mengidap penyakit kuning dalam 24 jam pertama harus segera diukur kadar bilirubinnya melalui tes kulit atau tes darah.Dokter mungkin akan melakukan tes tambahan seperti jumlah sel darah lengkap (CBC), golongan darah, dan ketidakcocokan faktor Rhesus (Rh) untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit kuning pada bayi. Ada juga tes lain yang dapat dilakukan untuk memeriksa jumlah kerusakan sel darah merah.Dalam banyak kasus, penyakit kuning pada bayi yang baru lahir akan hilang dengan sendirinya ketika hati bayi berkembang dan bayi mulai minum ASI atau susu formula, yang membantu bilirubin melewati tubuh. Penyakit ini biasanya berlangsung dalam 2-3 minggu.Jika bayi terlihat kuning lebih dari 3 minggu, segera periksakan ke dokter. Kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan bayi berisiko tuli, cerebral palsy, dan bentuk kerusakan otak lainnya.

Cara mengatasi penyakit kuning pada bayi

Fototerapi adalah terapi untuk atasi bayi kuning
Penyakit kuning ringan pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah hati bayi berkembang sempurna. Sering-seringlah memberi ASI atau susu formula (antara 8-12 kali sehari) untuk membantu bayi menghilangkan bilirubin dari tubuhnya.Penyakit kuning yang parah memerlukan perawatan yang berbeda seperti fototerapi. Terapi ini menggunakan cahaya dan terbukti efektif untuk memecah bilirubin di tubuh bayi.Saat fototerapi, bayi akan diletakkan pada tempat tidur khusus di bawah cahaya spektrum biru dengan hanya memakai popok dan kacamata pelindung khusus, serta selimut serat optik untuk alas bayi.Yang menarik, riset yang terbit pada jurnal ADC Fetal & Neonatal Edition menemukan, fototerapi akan lebih efektif jika ruangan di sekitar fototerapi diberi kain putih yang menggantung. Hal ini dikarenakan warna putih mampu meningkatkan intensitas cahaya fototerapi.Pada kasus penyakit kuning yang sangat parah, diperlukan transfusi agar bayi menerima darah dari pendonor.Transfusi darah dilakukan untuk mengganti darah bayi yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Selain itu, transfusi darah juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan mengurangi tingkat bilirubin.

Cara mencegah bayi kuning

Berikan ASI yang cukup untuk cegah bayi kuning
Hingga saat ini, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah munculnya warna kuning pada tubuh bayi. Selama masa kehamilan, Anda dapat melakukan tes uji darah. Setelah bayi lahir, perlu juga dilakukan tes darah untuk mengetahui ketidakcocokan jenis darah pada ibu dan bayi yang dapat menyebabkan bayi kuning.Beberapa cara berikut dapat mencegah penyakit kuning agar tidak lebih parah:
  • Pastikan bayi mendapatkan cukup nutrisi melalui ASI, berikan cairan pada bayi 8-12 kali sehari selama beberapa hari pertama untuk memastikan bahwa bayi tidak mengalami dehidrasi sehingga bilirubin dapat menghilang.
  • Jika ASI Ibu tidak keluar, berikanlah bayi susu formula sebanyak 30-60 ml setiap 2-3 jam pada minggu pertama, bayi prematur atau bayi yang lebih kecil memerlukan susu formula dalam jumlah yang lebih sedikit. Konsultasikan dengan dokter jika bayi tidak mendapatkan cukup ASI dan terlalu banyak susu formula.
  • Awasi dengan ketat lima hari pertama kehidupan bayi untuk mengetahui gejala penyakit kuning.

Catatan dari SehatQ

Bayi kuning terjadi akibat adanya pigmen bilirubin yang menumpuk pada tubuh bayi. Hal ini dikarenakan organ hati bayi belum cukup matang untuk memproses bilirubin.Bayi yang berisiko mengalami penyakit kuning adalah bayi prematur, bayi kurang ASI, serta bayi dengan beda golongan darah dengan ibu kandungnya.Selain tubuh bayi terlihat kuning, gejala penyakit kuning pada bayi adalah demam, rewel, lemas, dan tidak mau menyusui.Jika Anda melihat gejala bayi kuning, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Hal ini berguna agar sakit kuning tidak menjadi lebih parah.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayipenyakit kuning
Healthline. https://www.healthline.com/health/newborn-jaundice
Diakses pada Maret 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/understanding-newborn-jaundice-basics
Diakses pada Maret 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001559.htm
Diakses pada Maret 2019
ADC Fetal & Neonatal Edition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2672760/
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait