Bayi Irish Bella Meninggal dalam Kandungan, Kenali Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkannya

Bayi kembar Ammar Zoni dan Irish Bella dikabarkan meninggal saat usia kehamilan memasuki 26 pekan
Ada banyak penyebab bayi meninggal dalam kandungan seperti yang dialami Irish Bella

Kabar duka tengah menyelimuti pasangan Ammar Zoni dan Irish Bella. Pasangan selebriti ini kehilangan bayi kembarnya saat usia kehamilan Bella menginjak 26 pekan di dalam kandungan.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti meninggalnya kedua buah hati pasangan artis tersebut. Namun, dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth.

Apa itu stillbirth? Lalu, apa penyebab bayi meninggal dalam kandungan? 

Penyebab bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth

Bayi lahir mati atau stillbirth adalah kondisi di mana bayi meninggal dalam kandungan setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu atau lebih. Sedangkan, pada bayi yang mati sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu, kondisi ini dikenal dengan istilah keguguran atau abortus.

Banyak orang menganggap keguguran adalah semua kasus kematian bayi sebelum ia lahir ke dunia. Padahal ini berbeda, tergantung dari usia kehamilan ibu saat bayi dikatakan meninggal dunia.

Bayi lahir mati terjadi pada sebagian kecil kasus kehamilan. Sebagian besar bayi lahir mati terjadi sebelum persalinan. Namun, pada beberapa kasus, ada juga bayi yang meninggal saat proses persalinan berlangsung, tetapi persentasenya tergolong kecil.

Sebagian besar kasus bayi meninggal dalam kandungan tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Tetapi, tidak menutup disebabkan karena adanya masalah pada kondisi ibu dan janin.

Berbagai faktor risiko penyebab bayi meninggal dalam kandungan, antara lain:

  • Masalah pada plasenta

Sebagian besar kasus bayi meninggal dalam kandungan kerap dikaitkan dengan plasenta yang tidak berfungsi dengan baik. Plasenta adalah organ di dalam rahim ibu hamil yang berperan menyalurkan nutrisi, oksigen, dan darah dari ibu ke bayi dalam kandungan.

Masalah pada plasenta mencakup peradangan, pembekuan darah, infeksi, hingga kondisi solusio plasenta (di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir).

Jika plasenta mengalami gangguan, maka penyaluran nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan janin selama dalam kandungan akan berkurang sehingga perkembangan bayi dapat terhambat. Hal ini yang menjadi penyebab umum bayi meninggal di dalam kandungan.

  • Cacat lahir, dengan atau tanpa kelainan kromosom

Kelainan kromosom termasuk salah satu penyebab bayi lahir mati. Terkadang, bayi memiliki malformasi struktural yang tidak disebabkan oleh kelainan kromosom, tetapi dapat disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, dan penyebab lain yang tidak diketahui.

  • Bayi terlilit tali pusar

Penyebab bayi meninggal dalam kandungan lainnya adalah bayi terlilit tali pusar. Jika bayi terlilit tali pusar, maka ia tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga mengganggu pernapasan bayi.

Masalah ini dapat menyebabkan bayi lahir mati. Namun, kejadian ini bukanlah penyebab utama bayi lahir mati.

  • Kondisi kesehatan ibu

Kondisi kesehatan ibu dapat berkontribusi terhadap penyebab bayi lahir mati. Kondisi kesehatan yang dapat terjadi pada usia kehamilan akhir trimester kedua dan awal trimester ketiga adalah preeklampsia.

Preeklampsia adalah suatu kondisi pada ibu hamil yang dapat terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu yang bermanifestasi berupa tekanan darah tinggi dan kerusakan ginjal.

Selain itu, penyakit lainnya yang mungkin mengintai adalah diabetes, lupus (gangguan autoimun), obesitas, trombofilia (kondisi kelainan pembekuan darah), jantung, gangguan tiroid, hingga infeksi virus atau bakteri tertentu.

Kondisi lain, seperti trauma atau kecelakaan, serta kekurangan oksigen selama proses persalinan, juga dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan.

  • Intrauterine growth restriction (IUGR)

Intrauterine growth restriction (IUGR) membuat janin berisiko tinggi akibat kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi inilah yang kemudian membuat pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Akibatnya, bayi berisiko mengalami lahir mati.

Bayi yang kecil atau tidak tumbuh sesuai dengan usianya berisiko mengalami kematian karena asfiksia atau kekurangan oksigen sebelum atau selama kelahiran.

  • Infeksi selama kehamilan

Infeksi selama kehamilan yang memengaruhi ibu, bayi, atau plasenta adalah penyebab lain bayi dapat lahir mati. Hal ini mungkin terjadi sebelum usia kehamilan memasuki 24 minggu.

Beberapa jenis infeksi yang dapat menyebabkan bayi lahir mati, di antaranya sitomegalovirus, listeriosis, toksoplasmosis, rubella, dan sifilis.

Umumnya, jenis-jenis infeksi tersebut terjadi akibat bakteri yang menyebar dari vagina atau saluran kemih ke rahim kemudian menyebabkan infeksi bayi. Hal inilah yang dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan.

  • Penyakit langka, seperti mirror syndrome

Beberapa penyakit langka juga bisa menimpa janin, salah satunya adalah mirror syndrome yang ternyata merupakan penyebab kematian bayi kembar Irish Bella. Penyakit ini merupakan penyebab langka dari stillbirth, yang kerap disebut sebagai Ballantyne Syndrome atau triple edema.

Mirror syndrome terjadi ketika janin memiliki kelebihan cairan yang abnormal dan ibu mengalami preeklampsia. Kondisi ini tergolong langka, namun jika benar-benar terjadi, mirror syndrome termasuk penyakit yang sangat serius dan dapat mengancam nyawa.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati

Berikut adalah hal-hal yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati. Dengan memahaminya, Anda dapat melakukan pencegahan dan mengurangi risiko terjadinya bayi meninggal dalam kandungan.

  • Pernah mengalami kejadian bayi lahir mati sebelumnya.
  • Kehamilan kembar atau lebih.
  • Ibu hamil berusia di atas 35 tahun.
  • Obesitas, dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Minum minuman beralkohol.
  • Merokok selama masa kehamilan.
  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelumnya, seperti epilepsi, diabetes, trombofilia, atau gangguan kelenjar tiroid.

Kenali tanda-tanda bayi meninggal dalam kandungan

Sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya bayi meninggal dalam kandungan, yakni masalah pada plasenta, bayi terlilit tali pusar, cacat lahir, kondisi kesehatan ibu, dan lainnya.

Secara umum, stillbirth tidak memiliki tanda-tanda yang dapat terlihat secara kasat mata. Kendati demikian, setiap ibu hamil perlu mewaspadai tanda-tanda berikut ini:

1. Perdarahan

Jika Anda mengalami perdarahan, terutama pada trimester kedua dan ketiga, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

2. Demam, nyeri atau kram perut

Demam, nyeri atau kram perut merupakan beberapa tanda munculnya infeksi. Jika hal tersebut terjadi pada Anda, silakan konsultasikan dengan dokter.

3. Tak ada pergerakan janin

Umumnya pergerakan janin mulai dirasakan pada minggu ke-16 usia kehamilan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, frekuensi dan kekuatan gerakan semakin bertambah. Jika biasanya si kecil aktif pada momen-momen tertentu, lalu tiba-tiba Anda tidak merasakan gerakannya, Anda boleh mencurigainya.

4. Perkembangan bayi dalam kandungan

Apabila bayi Anda dalam kandungan tidak tumbuh dengan baik atau mengalami hambatan, ini mungkin disebabkan oleh plasenta yang tidak berfungsi dengan baik. Hal tersebut yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati.

Yang harus dilakukan untuk mencegah bayi meninggal dalam kandungan

Ada beberapa cara untuk mencegah bayi meninggal dalam kandungan yang penting diketahui oleh para ibu hamil, yaitu:

  • Jalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, jangan minum minuman beralkohol, dan merokok.

  • Perhatikan pergerakan bayi dalam kandungan. Mengetahui ritme pergerakan bayi dapat membantu mendeteksi jika tiba-tiba bayi dalam kandungan tidak bergerak aktif seperti biasanya.

  • Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan. Konsultasikan ke dokter mengenai segala keluhan atau masalah yang Anda alami sehingga dokter dapat membantu memberikan penanganan atau pengobatan yang tepat.

  • Jika Anda pernah mengalami bayi lahir mati sebelumnya, maka di kehamilan berikutnya Anda perlu dipantau oleh dokter sebagai langkah pencegahan kehilangan kehamilan.

Catatan SehatQ

Bayi lahir mati atau stillbirth adalah kondisi di mana bayi meninggal dalam kandungan setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu atau lebih.

Sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya bayi meninggal dalam kandungan, di antaranya masalah pada plasenta, bayi terlilit tali pusar, cacat lahir, kondisi kesehatan ibu, infeksi selama kehamilan, dan lainnya.

Jika Anda mengalami perdarahan disertai demam, nyeri atau kram perut, hingga tak ada pergerakan janin, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Web Md. https://www.webmd.com/baby/understanding-stillbirth-basics
Diakses pada 7 Oktober 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_understanding-stillbirth_10350846.bc?page=1
Diakses pada 7 Oktober 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy-symptoms-you-should-never-ignore
Diakses pada 7 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/stillbirth#causes
Diakses pada 7 Oktober 2019

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-loss/stillborn-trying-to-understand/
Diakses pada 7 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stillbirth/
Diakses pada 7 Oktober 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9685-stillbirth
Diakses pada 7 Oktober 2019

March of Dimes. https://www.marchofdimes.org/complications/stillbirth.aspx
Diakses pada 7 Oktober 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/stillbirth-symptoms-causes-and-coping-2371406
Diakses pada 7 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed