Bayi Berenang: Manfaat, Persiapan, dan Waktu Tepat untuk Memulainya


Bayi berenang memberi beragam manfaat untuk si Kecil. Manfaat yang bisa didapat mulai dari meningkatkan fungsi kognitif, membentuk otot, hingga menciptakan bonding antara bayi dengan orang tuanya.

0,0
Bayi berenang baik untuk perkembangan si KecilBayi berenang bisa meningkatkan koordinasi dan keseimbangannya
Bayi berenang adalah salah satu cara yang dilakukan orang tua untuk menghabiskan waktu dengan bayi mereka. 
Selain bertujuan untuk membuat ia senang, langkah ini dilakukan orang tua untuk menambah kedekatan dengan Si Kecil.Menariknya, berenang ternyata mempunyai banyak manfaat untuk bayi, bahkan menjadi salah satu cara merawat bayiMeskipun begitu, beberapa hal perlu diperhatikan orang tua sebelum mengajak bayi berenang, termasuk kapan bayi boleh berenang.

Kapan bayi boleh berenang?

Bayi sebenarnya sudah bisa diajak berenang sejak mereka lahir. Namun, mereka belum punya kemampuan untuk mengatur suhu tubuh seperti layaknya orang dewasa. Berenang pada masa awal kelahiran dapat membuat bayi kedinginan dan rentan terkena infeksi melalui air.Lantas, umur berapa bayi boleh berenang? Bayi bisa diajak berenang umur sekitar 2 bulan.Setelah mengetahui kapan bayi boleh berenang, mengajari bayi renang bisa dilakukan ketika berumur 6 bulan.Dalam menentukan kapan bayi boleh berenang, pastikan ia bayi sudah bisa duduk tegap dengan kepala tegak dan bayi bisa menyangga kepala ketika ia digendong. Kemampuan ini penting untuk Si Kecil karena bayi sudah bisa mengatur posisinya saat berenang.

Manfaat berenang untuk bayi

Berenang tak hanya membuat perasaan buah hati Anda menjadi senang, tapi juga memberikan banyak manfaat untuk bayi. Berikut sejumlah manfaat berenang untuk bayi:

1. Meningkatkan fungsi kognitif

Manfaat bayi berenang mampu meningkatkan fungsi kongnitif otak
Manfaat bayi berenang mampu meningkatkan fungsi kongnitif otak
Mengajak bayi berenang bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif otak si Kecil. Manfaat bayi berenang ini berasal dari gerakan anggota tubuh saat berenang yang memicu aktivitas otak anak. Stimulasi terhadap dua sisi tubuh dan upaya anak untuk menjaga keseimbangan saat berenang dapat merangsang sel saraf di otak, terutama area korpus kalosum yang berperan dalam fungsi kognitif.Saat fungsi kognitif berkembang secara maksimal, kondisi tersebut akan memberikan dampak positif pada kemampuan bahasa, membaca, akademis, dan kesadaran spasial buah hati Anda.Menurut sebuah studi yang dirilis oleh Griffith University di Australia, anak-anak yang berenang mengalami kemajuan lebih pesat dalam perkembangan fisik dan mental dibandingkan yang tidak berenang. Studi ini sendiri dilakukan selama 4 tahun terhadap lebih dari 7.000 anak.

2. Mengurangi risiko tenggelam saat tumbuh dewasa

Berenang dapat membantu mengurangi risiko anak tenggelam saat berusia di atas 4 tahun. Jika usia anak masih kurang dari 4 tahun, risiko tenggelam masih sangat besar meski Anda telah mengajarinya berenang sejak bayi. Maka dari itu, Anda sebagai orang tua harus tetap mengawasi si Kecil ketika berenang.

3. Meningkatkan rasa percaya diri

Setelah mengetahui kapan bayi boleh berenang, manfaat yang ia dapatkan adalah rasa percaya diri.Interaksi yang terjadi saat bayi belajar berenang disebut bisa meningkatkan rasa percaya diri buah hati Anda. Menurut sebuah studi terbitan Child: Care, Health and Development pada tahun 2010, anak yang telah berenang sejak usia 2 bulan hingga 4 tahun lebih mudah beradaptasi dengan situasi baru, percaya diri, serta mandiri.

4. Membangun otot

Berenang bisa membantu meningkatkan perkembangan otot bayi. Saat otot bayi berkembang dengan baik, si Kecil akan lebih mudah untuk mengangkat kepala, serta menggerakan bagian tubuhnya seperti tangan dan kaki.Tidak hanya itu, berenang juga memberi dampak positif untuk fungsi organ bayi Anda. Aktivitas ini dinilai membantu memperkuat jantung, paru-paru, otak, maupun pembuluh darah sang buah hati.

5. Meningkatkan fungsi koordinasi keseimbangan

Bayi berenang membantu keseimbangannya 
Bayi berenang membantu keseimbangannya 
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, berenang dapat membantu membentuk otot bayi Anda. Gerakan pembentukan otot yang dilakukan bayi di kolam renang juga turut membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangannya.

6. Meningkatkan nafsu makan

Berenang bisa membuat lapar karena tubuh membakar banyak kalori saat melakukan aktivitas ini. Bayi renang secara rutin dapat membantu meningkatkan nafsu makan karena si Kecil membutuhkan asupan kalori untuk mengisi kembali energinya.

7. Memperbaiki pola tidur bayi

Berenang membutuhkan banyak energi. Setelah selesai berenang, bayi umumnya akan merasa kelelahan dan mengantuk. Cara ini dapat membantu memperbaiki pola tidur bayi yang kesulitan untuk tidur pada jam tertentu. Sebagai contoh, apabila bayi kesulitan tidur pada siang hari, Anda bisa mengajaknya berenang sebelum waktu tidur siang. 

8. Menambah kedekatan antara bayi dan orang tua

Mengajak bayi berenang bisa menambah kedekatan Anda dengan si Kecil. Selama berenang, Anda akan mempunyai waktu berkualitas dengan buah hati sehingga ikatan antara anak dan orangtua dapat semakin kuat.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum mengajak bayi berenang?

Sebelum mengajak bayi berenang, sejumlah barang perlu disiapkan oleh orangtua. Beberapa barang yang perlu dipersiapkan sebelum mengajak bayi Anda berenang, di antaranya:
  • Pakaian renang dan popok renang
  • Handuk lembut
  • Camilan jika bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat
  • Mainan bayi saat mandi untuk membantunya santai dan membuat suasana menjadi menyenangkan
  • Tas berisikan baju ganti, popok, bantalan untuk mengganti popok, tisu, dan salep ruam popok
  • Topi yang nyaman untuk dipakaikan ke kepala bayi Anda setelah selesai berenang

Tips mengajak bayi berenang dengan aman

Ada beberapa tips bayi berenang dengan aman bersama Anda, yakni:

1. Awasi anak saat berenang

Supaya bayi berenang dengan aman, jangan pernah mengalihkan pandangan ketika si Kecil berenang. Bayi bisa saja tenggelam meskipun ketinggian air hanyalah 5 cm saja. Oleh sebab itu, awasi anak Anda dengan baik saat berenang, dan jauhkan diri dari benda yang berpotensi mengalihkan perhatian, salah satunya ponsel.Selain itu, pelajari tindakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat bayi Anda tenggelam. 

2. Hati-hati saat memberikan pelampung

Apabila menggunakan pelampung, berhati-hatilah saat memasangkannya karena alat ini dapat membuat bayi Anda terjungkal dengan keadaan kepala masuk ke dalam air. Memang, saat kepalanya di dalam air, ia akan segera menahan napas. Namun, hal ini bisa membuat air masuk ke mulut, hidung, atau rongga tubuh lainya.

3. Pastikan air tidak masuk ke tubuh bayi

Bila Anda mengajak berenang, jangan sampai kepalanya terendam. Sebab, bakteri dan virus bisa menular melalui air dan memasuki tubuh bayi. Karena hal ini pula, jangan membawa bayi berenang ketika si Kecil sedang mengalami diare.

4. Pastikan kehangatan tubuh bayi terjaga

Selain itu, pastikan suhu air untuk berenang di kolam sebesar 32 derajat Celsius agar bayi tidak kedinginan. Pastikan Si Kecil langsung dibalut handuk setelah berenang. Hal ini berguna untuk menghangatkan tubuhnya.

5. Hindari kolam renang umum

Selain itu, pastikan Anda menemukan kolam renang yang tepat. Jangan bawa Si Kecil ke kolam renang untuk umum. Sebab, bayi berenang di air dingin membuat suhunya tubuhnya turun.Suhu tubuh bayi pun diketahui lebih mudah turun daripada orang dewasa.Selain suhunya terlalu dingin untuk bayi, air kolam renang umum telah terkontaminasi banyak orang dengan beragam kondisi kebersihan dan kesehatan.Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan kulit bayi maupun bagian tubuh lainnya.

6. Kenalkan hal-hal terkait berenang pada bayi

Sebelum renang, Anda sebaiknya memperkenalkan hal-hal yang akan ia jumpai di kolam renang, seperti percikan air saat mandi. Sebelum menentukan kapan bayi boleh berenang di kolam, Anda pun bisa mengajak bayi berenang di kolam plastik terlebih dahulu.Setelah itu, Anda bisa mengajaknya melihat kolam yang akan digunakan saat berenang.Hal ini membuatnya akan terbiasa sehingga tidak merasa asing dengan lingkungan kolam renang. Jadi, ia pun bisa beradaptasi.

6. Tanya dokter sebelum berenang

Selain itu, air kolam renang juga mengandung klorin. Bahan ini juga dikhawatirkan akan mengiritasi kulit bayi. Untuk itu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai berenang.[[artikel-terkait]]

Catatan SehatQ

Mengajak bayi berenang memang memberi beragam manfaat untuk si Kecil. Meski begitu, sejumlah hal perlu diperhatikan orangtua sebelum mengajak buah hati berenang. Langkah tersebut berguna untuk mencegah risiko yang mungkin ditimbulkan.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai manfaat berenang bagi bayi dan waktu yang tepat untuk memulainya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh kembang bayibayi berenangberenangperkembangan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/infant-swimming
Diakses pada 17 Februari 2021
Pregnancy Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/babies-and-swimming
Diakses pada 17 Februari 2021
Baby Center. https://www.babycenter.ca/a539332/swimming-with-your-baby
Diakses pada 17 Februari 2021
Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1365-2214.2009.00990.x
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait